ERANGAN TAKDIR

ERANGAN TAKDIR
S3 - Chapter 3


__ADS_3

Seulas senyum terlintas di wajah cantik wanita itu, matanya nampak berseri-seri menatap Riani.


"Hai, lama tidak bertemu" sapa Riani pada wanita yang kini sudah berdiri dihadapannya.


Wanita itu memeluk Riani erat "kabarmu baik?" tanyanya sambil melepas pelukan.


Riani mengangguk mengiyakan "kamu pengacara yang disewa oleh istri almarhum?" tanya Riani diangguki oleh wanita itu.


"Kenapa? apa kamu mau ikut Riani?" tanya wanita itu pada Riani.


"Sebelum itu bisa kita ngobrol berdua dulu... Serli?" tanya Riani.


Wanita itu yang tidak lain adalah Serli Aulia mengangguk kan kepalanya menyetujui permintaan Riani "kalau begitu kita mengobrol di dalam mobil saja, kebetulan parkiran di depan mata kita, tapi kamu yakin hanya mengobrol berdua saja denganku?" tanya Serli yang mengalihkan pandangan pada Alisya.


Riani melirik sebentar ke arah Alisya yang nampak diam bersama pak Polisi.


"Aku yakin" jawab Riani.


Serli melangkah kembali ke parkiran di ikuti oleh Riani, selesai membuka pintu mobilnya dan kembali menutup pintu, sekilas Serli menatap lama Alisya dari balik kaca mobil.


"Hei Riani... bukankah dia putri Almarhum gubernur itu?" tanya Serli diangguki oleh Riani.


"Kenapa kamu bisa bersama dengan putri gubernur yang telah dikabarkan menghilangkan bersama mantan istri bapak gubernur? bukankah berita kematian beliau baru saja di publikasikan tadi pagi di media? belum lagi penerbangan dari Perancis - Indonesia tidak memakan waktu yang sebentar" tanya Serli merincikan semua hal yang jadi kebingungan baginya.


"Dia anggota magang firma kami" jawab Riani singkat mewakili semua pertanyaan Serli.


"What!? kamu serius? bagaimana bisa? terlebih beliau meninggal tadi malam, apakah almarhum masih kontakan sama putri nya?" tanya Serli.


Riani menggelengkan kepalanya "tidak sama sekali"


Serli terdiam sejenak, wajahnya jelas meminta Riani untuk memberikan penjelasan.

__ADS_1


Riani menghela nafasnya sejenak "Dia telah selesai dari program magangnya, dan sesuai janji ku di kontrak magang, firma kami akan menyediakan fasilitas untuk Alisya dan orangtua perempuannya, jadi mau tidak mau aku harus ke Indonesia untuk memberikan tempat yang layak bagi Alisya, sebenarnya bisa saja aku meminta tolong pada Aisyah, tapi sekalian aku sudah lama tidak kembali ke Indonesia jadi aku ingin rehat sejenak kebetulan mas Albern juga sedang di luar negri" jelas awal Riani.


"Jadi kamu sudah bertemu dengan Aisyah?" tanya Serli diangguki oleh Riani, sekilas ekspresi wajah Serli nampak terkejut.


"Saat sampai di kantor agen tadi pagi, tanpa sengaja kami mendengar berita pagi di TV bahwa almarhum sudah di panggil tuhan, wajah anak itu jadi pucat basi seketika" sambung Riani.


"Omong-omong apa kamu tau penyebab almarhum beliau tidak kontakan bersama anak dan mantan istrinya?" tanya Serli.


"Aku tidak cukup yakin bahwa Almarhum tidak kontakan sama mantan istrinya, baru-baru ini aku melihat ekspresi cemas dari wajah anak itu selama di Perancis, seperti nya orangtua perempuan nya baru-baru ini berhubungan kembali dengan almarhum" ungkap Riani.


"Bisakah kamu menjelaskan semua lebih detail padaku?" tanya Serli.


"Tanpa kamu minta pun pasti akan ku jelaskan, namun kali ini aku meminta satu syarat padamu" ucap Riani nampak fokus.


"Apa? aku harap syaratmu tidak akan membebaniku" jelas Serli.


"Hahaha begitulah perlakuanmu pada sahabat lama mu yang baru kamu temui kembali? aku hanya meminta kamu mengajak aku dan Alisya ikut dalam menyelesaikan kasus ini bersama" jawab Riani.


"Aku tau itu" jawab Riani.


"Jika kamu tau untuk apalagi kamu meminta hal itu padaku!" kesal Serli.


"Tapi kamu bisa menjadikanku sebagai rekan atau sekretaris mu, itu tidak akan di curigai" jelas Riani.


"Kamu pikir itu mudah? nama ku disini sudah terkenal Riani, semua orang tau aku hanya memiliki satu sekretaris dan dia tidak pernah ikut menangani kasus langsung kelapangan bersamaku! terlebih bagaimana pula cara aku bisa membawa anak itu!?" keluh Serli.


"Itu tidak akan mustahil, kamu tinggal bilang sekretaris mu ingin ikut turun langsung kelapangan" ucap Riani.


"Walau seperti itu pun, kamu sudah memperlihatkan kartu nama mu pada pak polisi itu kan!? kamu pikir itu mudah?" tanya Serli sambil memegangi rambutnya karena geram akan permintaan Riani sahabatnya itu.


"Aku yakin pak polisi itu tidak akan membuka suara" jawab Riani.

__ADS_1


Serli menatap sinis Riani "apa jaminan atas keyakinan mu itu?" tanya Serli.


"Aku tau... polisi itu sudah lama kenal dengan almarhum, terlebih saat melihat Alisya tadi dia nampak cukup terkejut, itu sudah membuktikan bahwa dia sudah kenal lama dengan Almarhum dan keluarganya" jelas Riani.


"Hahaha Riani! apa kamu sedang bercanda padaku? kamu pikir itu bisa menjadi jaminannya?" tanya Serli kembali.


"Kamu meragukan ku? mau coba bertaruh?" tantang Riani pada Serli.


"Owh baiklah, jika benar polisi itu sudah kenal lama dengan Almarhum dan tidak akan melaporkan mu bersama anak dari gubernur itu, aku akan melakukan segala cara agar kalian bisa bergabung dengan ku" jelas Serli.


Riani tersenyum tipis "aku akan pegang ucapanmu" ucap Riani sambil keluar dari mobil bersama Serli.


"Bisa bicara sebentar pak?" tanya Serli pada pak polisi yang sedang berjaga tadi.


"Ada yang bisa saya bantu nona?" tanya pak Polisi pada Serli.


"Apa bapak sudah lama mengenal Almarhum?" tanya Serli langsung.


"Eh!? maksud nona bapak gubernur?" tanya pak Polisi itu diangguki oleh Serli.


"Saya teman SMA bapak gubernur dulu nona, dan saya juga yang mengantar beliau dulu saat telah keluar dari penjara karena kesalah pahaman memakan uang rakyat" jelas pak Polisi itu yang membuat Serli langsung terdiam dan mematung.


Apa bapak tua ini bodoh! kenapa dia percaya begitu saja si bangs*t itu tidak memakan uang rakyat! padahal sudah jelas dia memakan uang rakyat dan dihabiskannya bersama si ******* itu! Bathin Alisya yang mendengar percakapan mereka berdua cukup kesal.


Riani tersenyum tipis melihat ekspresi Serli.


"Pak... jika saya membawa pengacara firma Confiance ini ikut membantu kasus apakah bapak akan melapor kan?" tanya Serli mencoba menggelakkan kenyataan yang ada.


"Tentu saja tidak akan saya laporkan nona, bahkan dari tadi saya berharap benar adek Riani ini yang akan menyelesaikan kasus, tapi karena statusnya mungkin saya juga akan bisa dipecat karena sembarangan melakukan sesuatu dan menerima tamu luar, tapi jika yang melakukannya adalah nona yang telah disewa oleh istri almarhum maka saya akan sangat bersyukur jika nona mau membantu" jelas pak Polisi.


"Eh...?" ucap Serli jadi bingung.

__ADS_1


__ADS_2