ERANGAN TAKDIR

ERANGAN TAKDIR
S3 - Chapter 26


__ADS_3

Sejujurnya aku tidak masalah Sya... tapi aku tidak bisa memutuskan pertanyaan sekaligus permintaanmu ini dengan sepihak, akan ada perubahan baru dalam firma ini nantinya, dan keputusan akhir tentang pertanyaamu ini akan dijawab oleh seseorang yang nanti akan memegang penuh kendali firma... yang pastinya orang tersebut bukan aku.


Alisya terpana sejenak menatap balasan pesan yang dikirimnya pada Riani waktu lalu, Alisya mencerna dalam-dalam kalimat yang diketikkan oleh Riani.


"Apa ini maksudnya perubahan pimpinan firma lagi? tapi bukanlah yang aku dengar kak Riani baru menjabat sebagai ketua? atau keputusan yang berlaku di firma harus sesuai dengan musyawarah bersama?" gumam Alisya heran.


Maksudnya apa kak? Alisya kembali menghentikan ketikan jarinya di keyboard HP dan langsung mengirim balasan itu pada Riani.


Alisya meletakkan HP-nya disisi sebelah meja kamarnya sambil fokus ke laptopnya untuk menyusun jadwal kuliah baru.


"Hmm... 3 bulan kuliah lagi ya? aku rasa hidupku benar-benar beruntung" gumam Alisya sambil memulai membaca rincian dari mata kuliahnya.


Cast back to Riani


Riani membereskan barang-barang pribadinya yang tidak seberapa itu tersimpan diruangan ketua firma Confiance.


"Sudah beres semua nih, Coty. Kalau begitu aku keluar dulu ya" ucap Riani.


"Tadikan aku sudah bilang, gak apa-apa kok kalau barang kamu ada disini, gak bakal menyempit juga. Tapi seterah kamu deh" balas Coty.


"Hahaha aku tidak enakan aja, inikan ruangan kamu. Kalau begitu aku mau melapor ke Manquer Pamela dulu ya" ucap Riani sambil berbalik pergi dari ruangan ketua firma.


"Ok, hati - hati ya" sahut Coty diangguki oleh Riani.


Riani berjalan keluar dari ruangan firma dan melambaikan tangannya pada Monsieur Jahad yang duduk dengan Sir Wild satpam Firma Confiance.


"Mau keluar manquer Riani?" tanya Monsieur Jahad diangguki langsung oleh Riani.


"Tolong antar ke rumah Manquer Pamela ya pak" jelas Riani diangguki langsung oleh Monsieur Jahad.


Mobil milik firma yang dikendarai oleh Monsieur Jahad melaju cepat dan tenang. Riani mengeluarkan telepon genggam yang ada di dalam tasnya.


"Owh pesan masuk dari Alisya" gumam Riani sambil membuka pesan yang dikirim Alisya.

__ADS_1


Maksudnya apa kak?


Ketua Firma Confiance sudah berubah Sya, kakak tidak lagi menjadi ketua karena kakak mengundurkan diri. Kini ketua Firma Confiance adalah Coty, Manquer Elis pun mengundurkan diri karena alasan usia dan yang naik adalah Chloe, sedangkan Cammy masih tetap dalam posisinya sebagai sekretaris firma. Jadi tentang pertanyaanmu kemaren, kamu bisa langsung menanyakan jawabannya pada Coty. Jelas Riani sambil mengirim pesan yang telah diketiknya itu pada Alisya.


Tak butuh waktu lama, Riani langsung mendapatkan balasan pesan dari Alisya.


Lah ternyata benaran di ubah ya kak!? Padahal itu hanya dugaan aku loh, kalau begitu bisa aku minta nomor kak Coty kak? 😅 Tanya Alisya di pesan.


Riani mencari nomor Coty dan langsung mengirimkannya pada Alisya.


Terimakasih kak. Balas Alisya.


Riani mematikan HP nya sambil menatap pemandangan dari balik kaca mobil. Mata Riani terfokuskan pada sebuah mobil yang sudah tidak asing lagi baginya.


Dan benar saja, mobil itu milik Albern. Riani memfokuskan penglihatannya ke dalam mobil, mata Riani terbelalak kaget melihat orang yang di didalam mobil itu ternyata adalah Albern suaminya dan Rasy mahasiswi bimbingan Albern.


Riani berupaya menghilangkan pikiran negatifnya saat ini, masih ada hal yang harus dibicarakannya dengan Manquer Pamela nanti, dia tidak ingin konsentrasinya terganggu karena apa yang baru saja dilihatnya.


Tak terasa mobil yang dikendarai Monsieur Jahad sudah berhenti tepat di depan rumah Manquer Pamela.


"Monsieur, terimakasih ya. Tidak perlu menunggu saya, Monsieur bisa kembali" jelas Riani sambil keluar dari mobil.


"Baik Manquer Riani!" jawab Monsieur Jahad.


Riani menekan 2 kali tombol bel rumah Manquer Pamela, selang 30 detik Manquer Pamela membukakan pintu sambil tersenyum tipis pada Riani. "Ayo masuk!" ajak Manquer Pamela diangguki oleh Riani.


Mereka duduk di sofa ruang tengah bersama. "Sepertinya semua sudah selesai ya Riani?" tanya Manquer Pamela diangguki langsung oleh Riani.


"Saya sudah menyelesaikan kedua tugas saya Manquer, jadi tanggung jawab saya sudah terlaksanakan dengan baik, tujuan saya hanya untuk menyampaikan hal ini" jelas Riani.


Manquer Pamela menyungginkan bibirnya tersenyum tipis "Baiklah, jadi siapa pimpinan baru Firma?" tanya Manquer Pamela.


Riani mulai menjelaskan cara pemilihan mereka tadi malam pada Manquer Pamela dengan rinci dan jelas.

__ADS_1


"Wah! jadi ketua baru Coty dan wakilnya Chloe!" ujar Manquer Pamela terkejut.


"Apa ada penolakan dari Manquer?" tanya Riani.


Manquer Pamela menggelengkan cepat kepalanya "tidak, tidak. Hahaha aku pikir mereka berdua pilihan yang tepat, tapi kenapa kamu tidak memilih Chloe dan Enne saja?" tanya Manquer Pamela meledek.


"Hahaha Manquer ingin meledek saya? tapi bicara tentang perdebatan Chloe dan Enne dulu saya merasa nostalgia sewaktu dulu, masih masuk dalam kategori bagi saya yang masih awam dalam kasus dan harus terbelit karena pertengkaran 2 orang itu yang tiba-tiba saja langsung berbaikan tanpa di duga-duga" jelas Riani sambil menutup matanya.


"Waktu cepat berlalu ya Riani, saya hanya merasa bukankah tidak adil bagi setiap kebenaran yang tertutupi karena kecurangan? untuk itu kita ada disini, untuk itu Firma Confiance didirikan oleh almarhum orang tua saya, tapi kita masih saja belum bisa menyelesaikan semuanya dengan baik" ucap Manquer Pamela tiba-tiba.


"Tapi saya rasa, keputusan untuk mengubah Firma Confiance yang dari dulunya hanya menerima 12 perempuan hebat, sepertinya memang harus kita ubah lebih dari 12 agar terkendali dengan lebih baik, sepertinya saya harus membicarakan hal ini dengan kalian semuanya besok" sambung Manquer Pamela.


Riani tersenyum tipis mendengar penjelasan Manquer Pamela. "Kalau begitu anda sepertinya juga harus ikut dalam menyelesaikan kasus Manquer" ucap Riani.


"Hahaha mungkin boleh sekali - sekali, oh iya omong - omong bagaimana dengan kedua anak yang kamu bawa dari Indonesia itu? saya juga dengar orang tua Alisya meninggal karena diracuni?" tanya Manquer Pamela.


Riani mengangguk mengiyakan ucapan Manquer Pamela, lalu menjelaskan detail kejadian di Indonesia waktu dulu, beserta detai kasus pertama Aren yang dibimbing oleh Cammy.


"Sepertinya saya akan menempati kamu dalam bidang pencarian anggota baru Riani hahaha" canda Manquer Pamela.


"Owh iya Manquer, saya hanya ingin menyampaikan awal niat Alisya, dia bilang untuk mengundurkan diri dari firma Confiance, tapi kalau boleh dia ingin setelah lulus kuliah nanti bergabung dalam 5 bulan, karena sepertinya anak itu akan melanjutkan perusahaan papanya" jelas Riani.


Manquer Pamela diam sejenak "itu terserah dia, asas kita adalah tidak memaksa, tapi kamu juga perlu membahas hal ini dengan Coty, jika Coty mengizinkan saya tidak masalah, walau saya sekarang pemilik firma sekaligus penanggung jawab firma Confiance, tapi alasan saya untuk membuat ketua, wakil ketua, dan sekretaris adalah untuk hal seperti ini" jawab Manquer Pamela.


"Yah... semoga apa yang telah terjadi ini, membuat hasil yang baik untuk masing - masing dari kita, omong - omong bagaimana dengan rumah tangga Manquer?" tanya Riani tiba - tiba.


"Ada apa sampai kamu menanyakan hal itu? apa ada masalah lagi dengan Albern?" tebak Manquer Pamela. "Tapi memang sih kalau punya suami seorang dosen apalagi dia tampan dan kaya pasti akan banyak mahasiswi yang mendekati" canda Manquer Pamela yang secara tidak langsung menusuk hati Riani.


"Hahaha saya hanya penasaran Manquer, kalau begitu saya pamit dulu Manquer" pamit Riani sambil bersalaman dengan Manquer Pamela dan keluar dari rumah.


Karena kebetulan rumah Manquer Pamela berada di depan jalan besar, banyak taxi yang lalu lalang, membuat Riani tidak perlu menunggu angkutan umum itu lama - lama.


"Antar saya ke Firma Confiance Sir" ucap Riani pada sopir taxi itu.

__ADS_1


__ADS_2