
Albern mengerutkan keningnya dengan bibir yang masih tersenyum menatap riani "ada apa dengan tatapanmu itu?apakah saya terlalu ganteng?hahahah"canda Albern
Riani langsung mengerutkan keningnya menatap dosen nya yang sombong kepedean pake banget dan tinggi hati itu
"hahaha saya cuman bercanda kok jangan dibawa serius walaupun emang faktanya sih saya ganteng hahahah"tawa Albern memecah kegalauan hati Riani
"jadi apa yang harus saya lakukan sir?"tanya riani mengacuhkan candaan dosennya itu
"ehmm..."Albern berdehem dan memulai penjelasannya dengan wajah serius "jadi begini......."Albern menjelaskan panjang lebar tentang apa yang harus dilakukan riani pada sidang pertamanya
Setelah 38 menitan mendengar penjelasan Albern Riani langsung pamit pada dosennya itu dan meninggalkan ruangan Albern untuk bergegas segera ke asramanya dengan wajah gembira dan tidak sabaran lagi
"riani tunggu!!"seru Albern memanggil riani
Riani menolehkan kepalanya kehadapan Albern "ya ada apa sir?"tanya riani heran
"mau saya antar?sekalian ke bandara?"tanya Albern
"wah serius sir?!"tanya riani dengan wajah bahagia
Albern mengangguk kemudian berjalan mendekati riani dan memimpin perjalan menuju ke parkiran mobilnya
Albern langsung masuk ke mobilnya dan memberi kode pada riani untuk ikut masuk "eh aku kira bakal dibukaiin kayak film film romantis gitu"gumam riani pelan
"eh tadi kamu ngomong apa?"tanya albern
"eh gak ngomong apa apa kok sir"kaget riani tak menyangka bahwa dosennya mendengar keluhannya tadi sambil memalingkan wajahnya dari albern
Albern hanya tertawa melihat reaksi riani "kamu terlalu kepedean untuk saya membukakan pintu mobil demi kamu hahaha"tawa Albern sambil terus menyetir mobilnya
Riani hanya terdiam menanggung malu dengan wajah yang menatap pemandangan luar kaca mobil
Selang 4 menit mereka sampai di apartemennya riani
bagaimana tidak? kampus dan apartemen riani itu amat dekat sehingga tanpa mobilpun akan sampai dengan cepat dan hanya memakan waktu sekitar 3 menitan saja untuk sampai ke gerbang namun untuk masuk ke ruangan memang memakan waktu lama
Albern hanya menunggu didalam mobilnya yang terparkir didepan apartemen dan Riani segera bergegas melangkah cepat menaiki tangga ke pintu masuk apartemennya
__ADS_1
Riani menoleh sekelilingnya namun hanya tampak serli yang masih tertidur pulas "samantha!!samantha!!"teriak riani memanggil samantha
"apa sih Riani?!"sorak samantha sambil membuka sedikit pintu kamar mandi nampak oleh riani kepala samantha dengan rambutnya yang bersabun banyak pertanda dia sedang mandi
"oh mandi ya"gumam riani sambil membereskan semua barang barangnya
"kamu mau kemana?"tanya samantha yang belum membilas rambutnya dan masih memperhatikan riani
"aku mau ke perancis,jadi gak tinggal disini lagi"jelas riani
"haaa?!serius?!"kaget samantha sambil menutup pintu kamar mandi dan riani mendengar bunyi air terjatuh yang sangat banyak dan cepat
selang semenit samantha keluar dari kamar mandi dengan tubuhnya yang ditutupi handuk
"wah cepat banget kamu mandi sa"ujar riani
"lo serius mau keluar dari apartemen?emang kenapa lo harus ke perancis?"tanya samantha yang tanpa sengaja menyenggol tubuh serli yang tengah tertidur lelap jadi terbangun
"eh ada apa sih?dan kenapa lo masih pakai handuk?"ujar serli sambil mengusap usap matanya
"baru bangun lo kebo!"seru samantha sambil melemparkan guling ke wajah serli
"hahhh....jadi gini guys aku bakal nyelesaian magang ku di Perancis jadi dari hari ini dan selanjutnya sepertinya aku tak akan kembali lagi ke apartemen ini"ungkap riani
"what?!magang?!bukankah ini baru 3 bulan sejak kita masuk?!dan lo udah magang aja?!"kaget serli
"iya sir Albern bilang bahwa aku punya kompeten besar untuk menjadi seorang pengacara dan terlebih lagi aku dapat tawaran wisuda 3 bulan lagi, jadi itu adalah peluang untukku lantas apa alasan untuk aku tolak?"jelas riani
Serli meneteskan air matanya "hiks hiks gue gak nyangka lo bakal pergi secepat ini ni...hiks....padahal rasanya baru kemaren kita ketemu dipesawat dan saat itu lo masih jatuh cinta dan sekarang lo udah lebih dewasa"pilu serli
"hei!dia pergi nyelesaian tugas untuk masa depannya bukan pergi ngehadap tuhan!"seru samantha sambil memukul ringan kepala serli
"in sya Allah jika ada kesempatan aku bakal kesini main bareng kalian kok,dan lagian ini kan zaman sosial media jadi sejauh apapun jarak kita tetap akan selalu dekat kok"ujar riani
Samantha dan serli memeluk riani erat melepaskan rasa rindu nya nanti kepada sahabatnya
"jika lo udah sukses jangan lupain gue ya ni"minta serli
__ADS_1
"hahaha gak bakal kok,kalian adalah sahabat pertama aku disini jadi bagaimana mungkin aku akan melupakan kalian"jelas riani
Riani menatap jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 09.30
"ya udah guys aku pergi dulu ya,jangan lupa chatingan terus ya"ujar riani
"lo mau gue antar ke bandara gak ni?"usul Samantha
"gak usah,aku barengan sama sir Albern yang udah nunggu diluar dari tadi"jelas riani
"owh ok deh,hati hati ya dan semoga sukses disana"ucap Samantha dengan bibirnya yang tersenyum namun tidak dengan matanya yang sedikit sayu seperti ingin menangis
serli melambaikan tangannya pada riani dengan air mata yang masih terbuai deras
Riani melangkahkan kakinya meninggalkan apartemen dan segera turun dari tangga
"maaf lama sir"ucap riani
"bukan hanya lama tapi lama sekali saya pikir barang kamu sangat banyak namun hanya satu koper saja apakah harus memakan waktu selama 42 menit?!"marah Albern
"maaf sir,tadi saya pamitan dulu sama teman teman saya"maafr riani menundukkan pandangannya
"hah...baiklah ayo naik"pasrah Albern
Riani meletakkan kopernya di kursi tengah mobil Albern karna Albern tidak mau membukakan jok belakang mobilnya untuk Riani dan Riani segera duduk disebelah kopernya
"apakah kamu pikir saya adalah supir kamu?"tanya Albern dengan wajah yang tampak sedikit marah
"eh?"heran riani
"duduk disebelah saya!"seru Albern
Riani membuka pintu mobil dan pindah ke depan disebelah dosennya itu
Albern segera menggas mobilnya dengan kencang karna takut Riani akan ketinggalan pesawat
Sesampainya di bandara Riani berpamitan dengan Albern dan segera melakukan check in ulang
__ADS_1
Albern menatap kepergian mahasiswinya itu dengan nafas lelah "apakah gadis sebaik dia bisa aman disana?dan seperti nya aku akan sedikit bosan selama di kampus"gumam Albern kemudian segera meninggalkan bandara dan kembali ke mobilnya
Riani menatap pemandangan awan dibalik kaca pesawatnya dengan senyuman manisnya sambil mendengar lagu lagu islami Indonesia dengan headshetnya