
Mau dibilang fakta atau mitos
Sejatinya memang lah hidup itu singkat
Kemaren kita masih merasakan suasana tahun baru, dan hari kita malah dikejutkan dengan kedatangan ramadhan
Kemaren kita masih menjadi murid baru yang tidak tau apa - apa dan sekarang kita sedang menghadapi Ujian Nasional
Jadi... selagi kamu tau bahwa hidup itu singkat...
Maka manfaatkanlah waktu hidupmu dengan sebaik - baiknya, yang menurutmu baik bagi dirimu sendiri dan baik pula bagi keluargamu
Setelah balik dari minimarket dengan Coty, Riani langsung memasuki apartemen sambil menyantap roti dengan kopi kaleng panas yang dibelinya di mesin minuman tadi setelah keluar dari minimarket.
Riani menatap layar laptopnya dan mulai mengetikkan huruf - huruf dan angka - angka yang ada di keyboard laptopnya dengan cepat.
Sambil menatap jam yang ada diatas meja, Riani mulai mengambil HP-nya yang terletak disudut meja dan mulai membuka grup chat seraya memberikan pesan sekaligus perintah kepada anggota firma yang ada di dalam grup.
Halo semuanya... pukul 10 malam nanti kita berkumpul di ruangan aku ya! ada beberapa hal yang ingin aku bahas dengan kalian semua, PENTING!
Riani menghela panjang nafasnya setelah mengirim pesan di grup chat itu.
"Hah! akhirnya semua kelar!" ujar Riani sambil meregangkan tubuhnya.
Riani menoleh kiri kanannya "sepertinya aku harus membereskan semua barang - barang ini dulu" gumam Riani sambil membuang sampah plastik rotinya tadi ke tong sampah dan mulai menggeser mejanya ke sudut kasur untuk memperluas tempat rapat dengan anggota firma nanti.
Riani mendengar bunyi bel kamar apartemennya dan langsung menatap jam yang tepat menunjukkan pukul 10 malam.
Riani bergegas kembali ke depan untuk membukakan pintu kepada tamunya yang datang.
Seulas senyum terukir indah di bibir manis Riani, Riani mempersilahkan Cammy, Coty, dan Chloe memasuki kamarnya.
__ADS_1
"Aren tidak perlu datangkan?" tanya Cammy pada Riani sambil melangkahkan kakinya masuk ke kamar apartemen Riani.
"Tidak perlu" jawab Riani.
Selang beberapa menit kemudian manquer Elis, Aimee dan madam Drena ikut masuk ke dalam ruangan, Riani menyambut kedatangan manquer Elis yang langsung menuju kamar apartemen Riani.
Riani menatap jam dindingnya masih menunggu kehadiran seseorang lagi, yaitu Enne.
Setelah semua yang hadir duduk di posisi mereka masing-masing, Enne baru datang dengan hentakan nafas yang jelas ngos-ngosan.
"Hai semuanya!" sapa Enne sambil mengambil posisi untuk duduk.
Riani menatap Manquer Elis yang telah diberitahukannya tujuan rinci mengapa Riani mengajak rapat dadakan di kamar apartemennya malam ini.
Manquer Elis menganggukkan kepalanya menyetujui untuk dimulainya pembukaan acara.
"Baiklah semuanya, pertama saya ingin mengucapkan terimakasih kepala kalian semuanya, terimakasih atas waktu dan kesempatamnya lagi untuk hari ini. Saya tau bahwa kita sama-sama lelah bekerja seharian penuh, dan hari ini mohon maaf... saya ingin menyampaikan kabar buruk kepada kalian semua... mungkin tidak bisa juga dibilang kabar buruk, hanya saja mohon maaf, mari kita kembali memilih pimpinan dan wakil ketua untuk firma Confiance" jelas Riani yang nampak ekspresi bersalahnya.
"Ada yang keberatan?" sambung manquer Elis.
Semua yang ada diruangan itu diam sejenak, kemudian Cammy menunjuk tangannya "apa alasan yang melatarbelakangi kalian untuk mengundurkan diri?" tanya Cammy.
Riani menghela nafasnya sejenak "sejujurnya... waktuku dengan keluarga berkurang dari sebelumnya, aku harus mengorbankan jabatan ku disini atau rumah tanggaku, jadi setelah memikirkan cukup lama... bukan karena aku egois, tapi maaf jika aku lebih memilih untuk mengorbankan jabatan ku, maaf aku tidak bisa bertanggung jawab atas janjiku dulu" jelas Riani sambil menatap ekspresi satu persatu anggota firma.
Mereka paham akan maksud Riani dan memilih untuk tidak mengomentari atau menyanggah.
Cammy kemudian menatap Manquer Elis, ingin mendengar alasan Manquer Elis yang juga ingin mengundurkan diri.
"Saya sudah cukup tau untuk memegang jabatan itu, jadi... selagi Riani mengumpulkan kita semua, lebih baik saya mempercepat niat lama saya untuk mengundurkan diri, bukanlah lebih baik yang muda yang memimpin?" tanya manquer Elis sambil menyunggingkan bibirnya tersenyum.
Semua anggota menatap satu sama lain, mereka masih diam tidak menjawab atau menyanggah.
__ADS_1
"Jadi sebelum kita melakukan voting untuk pemilihan ketua dan wakil ketua untuk firma Confiance, apa ada yang ingin mengacungkan diri sendiri? pastinya dengan kalian yakin bahwa kalian bisa untuk bertanggung jawab" tanya Riani kembali.
"Sebelum itu Riani... saya ingin menanyakan pendapat Enne terlebih dahulu, Enne... apa kamu tau seseorang yang tepat menjadi pimpinan firma ini kedepannya?" tanya manquer Elis.
Enne terperanjat kaget dari diamnya tadi. "Oh... maaf Manquer, Enne belum mendapatkan apa-apa" jawab Enne yang secara tidak langsung mengatakan Indra ke-7 nya belum melihat siapa yang pantas dan dapat dipercaya untuk menjadi pimpinan firma Confiance.
"Kalau begitu aku ingin menanyakan sekali lagi, apa ada yang berminat?" tanya Riani kembali.
Semuanya menatap satu sama lain dan menggeleng kepala mereka masing-masing.
"Aku memilih untuk voting saja" sahut Chloe.
"Aku memilih voting juga" sambung Coty.
Semua anggota firma sepakat untuk voting.
Riani menganggukkan tersenyum mendengar jawaban dari mereka masing-masing "sebelum kita memulai voting, aku ingin voting ini adalah voting secara terbuka, kalian satu persatu bisa menjelaskan alasan kalian memilih orang yang kalian percayakan untuk menjadi ketua dan wakil ketua untuk firma kita, firma confiance" jelas Riani diangguki semuanya.
"Saya harap, setelah voting ini, yang terpilih bisa menerima keputusan ini dengan tepat dan baik serta bisa menjalankan amanahnya dengan tegas dan bertanggung jawab" sambung manquer Elis.
"Hah... baiklah semuanya, mari kita mulai voting pertama dari suara yang lebih berpengalaman dalam firma ini, Madam Drena silahkan" ucap Riani sambil tersenyum tipis pada madam Drena.
"Kamu cukup bilang yang lebih tua saja Riani, tidak usah berkata manis dengan alasan yang lebih berpengalaman" canda madam Drena memecahkan suasana hening tadi.
Riani tersenyum tipis mendengar candaan yang dilontarkan oleh madam Drena.
Madam Drena nampak mengambil nafas dulu sebelum memulai memilih kandidat untuk menjadi ketua dan wakil ketua firma Confiance.
Semua orang yang ada diruangan nampak tegang, Madam Drena mulai angkat bicara.
"Saya tidak akan memilih, disini saya hanya akan menjelaskan kualitas dari keunggulan serta kekurangan masing - masing pribadi kalian yang ada dalam ruangan ini kini, saya di firma juga tidak akan lama lagi menjadi anggota, sudah saatnya dalam beberapa tahun kedepan saya mengambil pensiun, jadi saya serahkan keputusan pemilihan ketua dan wakil ketua pada kalian yang muda-muda, yang akan menjalankan firma ini kedepannya" jelas Madam Drena yang membuat satu ruangan itu tersentak kaget.
__ADS_1