
pertemuanku dengan nya yang menambah rasa keimananku pada Allah SWT
riani menoleh ke arah gadis itu dengan tatapan terkejut karna baru kali ini dia melihat wanita yang begitu cantik wajahnya dan memancarkan aura yang baik dan tulus yang tergambar jelas dari senyumannya "waalaikumsalam"jawab riani sambil menyambut tangan wanita itu
"hy ukhti saya Jolicia Haura,ukhti bisa memanggil saya haura"ujar gadis yang bernama haura itu
"saya riani putri biasa dipanggil riani"balas riani gugup
"ukhti dari negara mana?"tanya haura
"saya dari Indonesia"jawab Riani
"wah Indonesia?!sungguhkah?!"kaget haura yang malah membuat riani lebih kaget
"i..iya"jawab riani
"wah bukankah Indonesia adalah negara dengan penganut ajaran Islam yang banyak?"
Riani menganggukkan kepalanya
"bisa ukhti ceritakan ibadah ibadah yang biasa kalian lakukan di Indonesia?"
"eh i...iya"
Haura menatap lama Riani dengan tatapan penasaran walau dia telah mengenakan cadar diwajahnya namun tatapan penasaran itu tetap tergambar jelas dari matanya
"hmm baiklah jadi begini...."
Riani menceritakan apa saja kegiatan kegiatan ibadah yang biasa dilakukan di Indonesia,mulai dari semua laki laki wajib shalat Jumat dimasjid,anak anak yang mengaji,dan kegiatan lainnya yang biasa dilakukan di masjid/mushola/surau seperti pengajian ibuk ibuk,dengan ceramah, tausiah dan lain sebagainya
mata Haura nampak berbinar binar dan semangat mendengarkan penjelasan Riani
"apakah kamu mualaf?"tanya riani
Haura menggelengkan kepalanya "aku Muslim dari lahir yang mualaf adalah mama ku"
Riani mengangguk paham mendengar pernyataan Haura
Mereka kemudian meninggalkan masjid dan kembali ke kantin
"oh iya riani kamu fakultas jurusan mana?"tanya haura
"aku jurusan hukum"jawab riani
"wah sama dong!"seru haura dengan ekspresi bahagia
Riani membalas pertanyaan haura dengan senyum manisnya
__ADS_1
Riani menoleh sekeliling kantin dan melihat serli sedang melambai lambaikan tangannya ke arah riani
"itu temanku disana,ayo!"ajak riani diangguki oleh haura
Haura mengikuti langkah riani yang berjalan ke arah 2 temannya yaitu serli dan samantha
"oh iya semuanya kenalin ini haura dia sama jurusan dengan kita"ujar riani sambil menarik kursi nya untuk duduk
serli dan samantha menyodorkan tangan mereka ke arah haura "aku serli" "aku Samantha"ucap mereka dibalas senyuman dan anggukan oleh haura "aku haura"
Mendengar suara Haura yang teramat merdu membuat batin serli dan samantha terasa senang dan damai
Samantha menatap panjang cara berpakaian haura yang menutupi seluruh tubuhnya kecuali mata "harus kayak ninja ya?"tanya samantha heran tanpa maksud meledek
Serli menyemburkan air yang diminumnya dan segera menutup mulut samantha
"eh kenapa?"tanya samantha sambil berusaha melepas tangan serli yang menutupi mulutnya
"hahahah gak apa apa kok,mungkin samantha belum terbiasa melihat cara berpakaian seperti ini"tawa haura
"yang sopan dong!"seru serli ke samantha
Riani hanya duduk diam menahan tawanya
"yang ninja eh bukan maksudnya itu apa?"tanya samantha menunjuk cadar haura
Samantha mengangguk paham "ribet juga ya jadi muslimah"ujar samantha
"hahah gak bakal ribet kok,karna menjadi seorang muslim dan muslimah itu adalah hal yang luar biasa, diakhirat nanti kita akan diberi jaminan surga asal selalu bertakwa pada Allah SWT"ujar haura
"ehm btw kok riani gak pakai cadar sih?"tanya samantha membuat riani tersedak
"uhukk...uhukkk ehm ehm kan gak harus juga lagian aku emamg belum ada niatan bercadar"jawab riani sambil batuk batuk
Mereka melanjutkan makan yang telah mereka pesan dan bercakap cakap tentang jurusan hukum
"wah udah jam 3 nih ayo masuk kelas!"ajak serli sambil melangkahkan kakinya meninggalkan kantin diikuti oleh riani,haura,dan samantha
selama 3 bulan belajar di oxford mereka selalu melakukan kegiatan seperti biasanya dimulai dari makan bersama di kantin dan riani dan haura yang terkadang meninggalkan serli dan samantha untuk beribadah
***
pagi di inggris kembali memancarkan sinar matahari dibalik celah kaca kamar riani
tit..tit....
Riani membuka hp yang berbunyi dan membaca e-mail yang masuk dari dosen pembimbing nya
__ADS_1
*selamat pagi riani
pukul 8 nanti kamu segera ke ruangan saya ada yang harus saya diskusikan dengan kamu...
Albern Barnard*_
Riani kembali menutup hp nya dan melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 7.30 dengan sigap riani langsung turun dikasurnya meninggalkan serli dan samantha yang masih tengah mengorok keras
Riani bergegas lebih cepat dan memakan waktu selama 15 menit lalu segera turun dari kamar apartemen dan berlari ke kampusnya menuju ruangan dosen muda yang merupakan pembimbing riani
"permisi sir..."sapa riani sambil mendorong pintu ruangan dosennya itu
Albern Barnard dosen Riani tersenyum melihat riani yang datang 2 menit lebih cepat dari jadwal pertemuan mereka
"kenapa nafas kamu ngos ngosan?"tanya albern
Riani hanya menggelengkan kepalanya karna tak sanggup lagi berbicara akibat berlarian dari apartemen ke kampus dan berlari kembali mencari ruangan dosennya yang sangat jauh dari gerbang utama
Albern hanya tersenyum mendapat respon Riani karna dia sadar betul mengirim pesan pukul 7.30 dan meminta janji pertemuan setengah jam kemudian bagaimana mungkin seorang gadis bisa bergegas secepat itu
"baiklah riani hal yang ingin saya diskusikan pada kamu adalah tentang jadwal sidang pertama kamu"ujar albern
Riani langsung mendongkakkan kepalanya menatap dosen tampannya itu dengan ekspresi tidak percaya yang terlihat jelas dari wajahnya "sidang pertama?!"kaget riani
Albern tertawa melihat tanggapan mahasiswi nya yang dibimbingnya itu "kenapa kamu sampai kaget seperti itu?"
"serius sir?!saya disini baru 3 bulan loh?"tanya riani heran
Albern kembali tersenyum "bakat kamu luar biasa,ketepatan kamu tidak diragukan lagi,spekulasi kamu begitu menakjubkan,jadi apa perlu kampus harus meluluskan kamu selama 3 tahun?jika dalam 6 bulan saja kamu bisa untuk diluluskan?"tanya albern
Riani yang biasanya kalem kini tengah amburadul seakan dia sedang berada didunia mimpinya tidak lagi didunia nyata dengan mulut terganga menatap wajah dosennya itu
"an...anda serius sir?"tanya riani memastikan
Albern menganguk
"apakah saya sedang bermimpi sir?"tanya riani memastikan sekali lagi
"menurut kamu?"tanya Albern balik menanyakan riani
Seketika tubuh riani lemas tidak percaya dia seakan merasa bahwa dia baru sampai di oxford satu menit yang lalu kemudian harus keluar kembali dan langsung ditawarkan magang
"jadi tentang kasus apa sidang pertama saya sir?"tanya riani
"bagaimana kamu bisa beranggapan bahwa sidang kamu saat ini adalah tentang kasus?"tanya albern balik
"apakah sir sedang bercanda? bagaimana mungkin jika tidak ada kasus maka akan ada sidang?atau jangan jangan....."tanya riani berhenti ditengah perkataannya dan menatap sir nya dengan raut wajah yang seakan berteriak "ANDA PIKIR SAYA SHERLOCK HOLMES?!"
__ADS_1