
Restaurant Char Bourget
Aisyah masih duduk diam di restoran sambil menunggu kedatangan Serli, berbeda dengan Selvy yang nampak sudah tidak sabaran lagi sehingga dari tadi dia terus celingak-celinguk ke parkiran.
Flashback
Selesai menganilis naskah pendek di laptopnya, Aisyah langsung mengambil handphone yang ada di seberang meja untuk menghubungi Serli.
"Halo kak" sapa Aisyah dibalik telpon.
"Halo Syah, tumben nelpon kakak, ada apa?" tanya Serli.
"Jadi gini kak, sebelumnya kakak lagi sibuk gak?" tanya Aisyah memastikan terlebih dahulu.
Terdengar tawa kecil Serli dari balik telpon "hahaha kalau sibuk mah pasti semua orang bakal sibuk Syah, sibuk main, tidur, nongkrong, kerja" jelas Serli.
"Syah serius kak, kakak lagi sibuk kerja gak sekarang?" tanya Aisyah kembali.
"Hmm... gak terlalu sih Syah, palingan setelah wawancara dengan wartawan majalah nanti kakak gak ada schedule penting lainnya lagi, memang nya kenapa?" tanya Serli penasaran.
"Aku mau ngajak kakak makan siang bareng nih" jelas Aisyah.
"Wah... tumben nih, dalam rangka apa?" tanya Serli.
"Ada teman kantor aku yang fans sama kakak, kakak udah pernah ketemu orangnya di cafe waktu itu kok, hanya saja dia saat itu belum tau siapa kakak" jawab Aisyah.
"Owh gitu... btw dimana?" tanya Serli.
"Seterah kakak aja deh, atau di tempat terdekat dari kantor kakak aja" jelas Aisyah.
"Hmmm... gimana kalau di Char Bourget aja, disana ada makanan Prancis halal yang enak-enak, hahaha saat kamu nelpon kakak teringat Riani yang di Perancis, lagian restaurant nya juga gak jauh dari kantor kamu kok" jelas Serli.
"Wah boleh juga tuh kak" angguk Aisyah.
"Kalau begitu udah dulu ya, kita ketemuan jam makan siang disana ya" ucap Serli.
"Ok kak"
"Bye"
Aisyah beranjak dari duduknya setelah memutus telpon dan mengintip dari balik kaca ruangan kantornya pemandangan jalan raya itu, sambil menarik nafas lelah Aisyah beranjak ke lemari yang ada di ruangannya untuk mengambil sebuah buku yang sudah tidak asing lagi bagi Alisya.
Cinta Dalam Diam
Penulis : Rini Yulianti
Blurb : Terlalu jauh bagiku untuk mengapai dirimu sampai takdir berkata lain untukku, namun siapa sangka takdir kita hanya sementara, bagai angin yang menerbangkan dedaunan tua, takdir kita berakhir secepat itu pula. Setelah dedaunan tua tadi habis di sapu angin, kisah kita pun juga berakhir secepat itu...
__ADS_1
Riani tersenyum menatap buku itu "Jadi dia memang tidak berniat sama sekali untuk menjadikan cerita ini happy end ya" gumam Aisyah sambil meletakkan buku itu kembali ke atas rak.
Alisya kembali beralih ke tumpukan dokumen yang dari kemaren ada di atas mejanya, sehelai demi sehelai dokumen itu di tandatangani setelah dibaca Aisyah.
Beberapa jam kemudian, waktu makan siang Aisyah langsung turun dari ruangannya dan menemui Selvy yang di bagian staf manajer.
"Ayo!" seru Aisyah.
"Kak Serli mau!?" kaget Selvy nampak bahagia.
Aisyah menganguk mengiyakan sambil melanjutkan langkahnya ke parkiran di ikuti oleh Serli.
***
Dari balik kaca restoran lantai 2, Aisyah melihat sebuah mobil berwarna hitam dengan merk Cadillac Escalade ESV telah terpakirkan rapi di parkiran restaurant.
Seorang wanita dengan blazer berwarna abu-abu diikuti dengan stel rambut tergerai panjang dengan gelombang dari bahu sampai pinggang dan kaca mata hitam yang dikenakan wanita itu membuat jelas bahwa dia adalah Serli Aulia, pengacara wanita yang populer belakang ini, apalagi dengan status dirinya yang isu-isu nya masih jomblo. Walau Aisyah sendiri tidak yakin akan isu itu, karena Aisyah tau diantara ke-3 sahabat Riani kakaknya selama di Oxford yang kecentilan memang hanya Serli seorang.
Selang beberapa menit Serli sampai dihadapan mereka sambil menyunggingkan bibirnya tersenyum tipis.
"Udah pesan?" tanya Serli yang digelengkan oleh Aisyah.
Serli menganggukk paham kemudian memanggil pelayan yang ada di Restaurant dengan mengangkat tangan kanannya, seorang pelayan wanita dengan seragam berwarna biru hitam pun datang sambil membawa catatan dalam genggamannya.
"Pesan 3 menu spesial hari ini ya" ucap Serli diangguki oleh pelayan itu.
Selvy masih menatap kagum Serli tanpa sanggup mengeluarkan sepatah kata pun. Serli menoleh karena merasa sedikit risih di tatap lama-lama.
Selvy menganguk cepat mengiyakan.
"Hahaha kamu lucu ya, apa sebegitunya menyukai ku?" tanya Serli sekali lagi.
Wajah Selvy tiba-tiba memerah sambil terus mengangguk menjawab pertanyaan Serli.
Aisyah menatap heran tingkah teman kantor nya itu yang serasa aneh bagi Aisyah.
Selesai mengobrol-ngobrol singkat pelayan datang membawa makanan yang sudah di pesan Serli tadi, mereka menyantap makanan itu dengan lahap sambil bercanda ringan.
"Omong-omong apa yang kamu sukai dari ku Selvy?" tanya Serli sambil menyeruput minuman dinginnya.
"Aku suka prestasi kakak dalam bidang hukum selama ini, kepandaian kakak dalam membalikkan keadaan dan itu juga tidak lepas dari kecantikan kakak hehe" tawa Selvy.
"Hahaha bisa begitu ya? hmm... tapi memang juga sih, oh tapi kenapa kamu tidak mengidolakan kakak Aisyah juga, bukankah Riani lebih baik dari segala aspek dibandingkan dengan ku?" tanya Serli penasaran.
"Kalau kak Riani beda lagi ceritanya kak, kak Riani bekerja di luar negeri jadi aku tidak tau banyak, selain itu karena kak Riani adalah kakak Aisyah jadi aku gak minat, entar Aisyah kebawa bangga juga" canda Selvy.
Aisyah mengernyitkan keningnya ke Selvy yang langsung membuat Selvy bungkam membuat Serli tertawa kecil melihat kelakuan dua wanita itu.
__ADS_1
Tring... tring...
Serli dan Aisyah secara refleks mengambil HP mereka yang ada di tas masing-masing setelah mendengar bunyi telepon itu.
"Hahaha HP aku yang bunyi" ucap Selvy sambil mengakat teleponnya.
Wajah Serlvy langsung berubah jadi kaget dan lemas setelah menjawab panggilan telepon tadi "maaf ya kak Serli, Syah... aku di suruh kembali ke kantor secepatnya sama bos, karena ada penerbitan baru yang mau menjalin kontrak kerjasama" jelas Selvy diangguki oleh Aisyah dan Serli.
"Mau barengan aja dengan ku sekalian ke kantor? lagian motor kamu masih di kantor kan?" usul Aisyah.
Selvy menggeleng cepat "tidak usah, aku naik taxi aja, kamu habiskan aja makanannya dulu dari pada mubazir!" seru Selvy sambil bergegas pergi meninggalkan restoran.
Setelah punggung Selvy tidak kelihatan lagi, Serli membuka mulutnya menanyakan sesuatu pada Aisyah "bagaimana dengan keadaan mu Syah? sudah lebih baik?"
"Apanya kak?" tanya Aisyah pura-pura bingung.
"Kamu sempat dilema dalam rumah tangga kan? karena cinta dalam diam kakak mu?" tanya Serli yang tebakannya seratus persen benar.
Aisyah mengambil tissue yang ada di atas meja sambil membersihkan mulutnya "hah... mata pengacara memang tidak bisa di sepele kan ya, omong-omong kakak tau darimana? bukan kah saat itu pertanyaan aku tidak terlalu menyangkut kesana?" tanya Aisyah.
"Seperti yang kamu bilang tadi, mata pengacara tidak bisadl di tipu" canda Serli.
"Yah... bagi Syah, yang berlalu biarkan saja berlalu, intinya saat ini kami sama-sama telah bahagia, kak Riani bahagia sama rumah tangganya dengan kak Albern, dan Syah juga bahagia dengan rumah tangga Syah" jelas Aisyah.
"Kamu tidak ada maksud untuk memberitahu Anda bahwa Riani pernah menyukai nya?" tanya Serli.
"Tidak akan" jawab Aisyah cepat.
"Jadi kamu tidak ingin mengetahui ekspresi wajah Andi dan apa yang akan di pikirkannya setelah mengetahui bahwa Riani menyukai nya?" tanya Serli yang langsung membuat Aisyah diam.
"Bukankah jika aku melakukan hal itu hanya akan merusak rumah tangga kami saja? lagian itu juga tidak ada gunanya, terlebih aku tidak ingin membuat kak Riani kecewa jika cinta dalam diamnya tidak terjaga lagi terlebih aku cukup yakin kak Riani tidak lagi memiliki perasaan dengan mas Andi" jelas Aisyah.
"Kamu sungguh tidak keberatan akan hal itu?" tanya Serli memastikan.
Aisyah menggelengkan kepalanya "biarkan waktu yang menentukan semua ini nanti kak, aku yakin terhadap rasa mas Andi padaku, terlebih saat ini aku juga tengah mengandung jadi aku tidak ingin banyak pikiran" jelas Aisyah.
"Wah benarkah kamu mengandung!? selamat ya Syah!" seru Serli tampak bahagia.
"Omong-omong kamu sejak kapan tau bahwa Riani menyukai Andi?" tanya Serli.
Aisyah berpikir sejenak "awalnya itu hanya dugaan ku saja, aku tau kak Riani menyukai seseorang yang pasti nya dari pesantren nya saat itu, karena setelah kak Riani kembali ke rumah saat lulus Aisyah mulanya tau dari sana, namun sayang Aisyah tidak tau siapa orang itu, setelah Aisyah menyusun semua puzzle kisah kami belakangan ini Aisyah jadi yakin bahwa kak Riani menyukai Mas Andi" jelas Aisyah.
"Jadi kamu tidak masalah akan hal itu?" tanya Serli penasaran.
"Itu bukan hal yang perlu dipermasalahkan kak, kakak tau sendiri bukan ini belum seberapa dibandingkan apa yang di relakan kak Riani demi Aisyah, saat dulu Aisyah menceritakan bahwa Aisyah tengah dekat dengan Mas Andi, sering curhat hubungan Aisyah dengan Mas Andi pada kak Riani, kak Riani tetap setia mendengarkan nya dengan memasang ekspresi bagaimana tanpa membuat Aisyah sedikitpun curiga, padahal saat itu kak Riani masih punya perasaan pada Mas Andi, jadi Aisyah lah yang seharusnya bermasalah" jelas Aisyah.
"Kamu benar-benar sama dengan Riani ya Syah, selalu memikirkan seribu satu kali sesuatu sebelum bertindak, ke sabaran kalian selalu tanpa batas minimum" puji Serli.
__ADS_1
"Owh iya kakak kembali duluan ya Syah, ada beberapa pekerjaan lagi yang harus diselesaikan, jika ada sesuatu kamu bisa kok curhat sama kakak" ucap serli sambil tertawa kecil.
"Terimakasih ya kak" ucap Aisyah sambil menganguk dan kembali menatap pemandangan dari luar jendela. Selang beberapa jam Aisyah kembali ke kantornya untuk memulai kembali pekerjaan.