ERANGAN TAKDIR

ERANGAN TAKDIR
CHAPTER 18


__ADS_3

"dia adalah kakak kandung kalian,Widya Chaniago,apa saya salah?"tanya Riani dengan tatapan mata yang tajam


Gading dan gadis disebelahnya memalingkan wajah mereka dari Riani


"kamu Sintia?"tanya Riani pada gadis itu


Gadis itu mengangukkan pertanyaan Riani


"apa kalian tau apa yang sedang terjadi pada kakak kalian saat ini?"tanya Riani pada meraka


Wajah mereka berdua tampak marah tapi masih bersedia menjawab pertanyaan Riani dengan gelangan kepala mereka


"dia telah meninggal dunia"ucap Riani


Gading dan Sintia tampak menoleh satu sama lain dengan tatapan mata mereka yang kosong


"saya tau kondisi kalian saat ini, tapi kami tak bisa membuang buang waktu, singkatnya dia meninggal di Perancis dengan meninggalkan harta sebanyak 200.000 euro atau setara dengan 3.111.000.000 rupiah tanpa pewaris sah"jelas Riani


Mereka bedua tampak terkejut mendengar hal itu


"namun yang pastinya harta itu bukan milik kalian,kami dari firma telah mencari tau alasan kenapa widya bisa ada di Perancis,itu karna dia melarikan diri dari rumah setelah membunuh ibu kandung nya yang tak lain juga ibu kalian tanpa sengaja saat dia terjatuh dan mendorong ibunya ke dalam sumur tanpa sengaja,apa saya salah?"tanya Riani


Mereka diam tak menjawab pertanyaan Riani

__ADS_1


"selanjutnya setelah itu dia takut dan terus gemetaran,Widya tak bisa melaporkan hal itu pada ayahnya maupun warga sekitar,widya memutuskan kabur dari rumah tepat saat dia berusia 19 tahun,malamnya jenazah ibu kalian ditemukan di sumur dan berdasarkan pernyataan polisi dari tanah dekat sumur yang seperti ada orang terjatuh disana dan tanpa sengaja mendorong ibu kalian,dari jejak sandal itu terbukti milik kakak kalian,serta rontokan rambutnya yang ada disudut sumur"jelas Riani sambil menatap mata mereka berdua yang sudah memerah,antara menahan marah dan tangis mengingat kejadian itu


Setelah kejadian itu kampung ini menjadi rius,dan kalian semua mencari Widya yang tak kunjung ketemu,dan saya yakin setelah 21 tahun ini kalian baru mendengar kabar Widya"ucap Riani yang tepat


"sebelum saya melanjutkan penjelasan,dimana ayah kalian?"tanya Riani


"ayah sudah meninggal dunia setelah susah payah mencari pembunuh itu setelah satu bulan lamanya"ucap Gilang dengan mata melotot dan hentakan giginya


Riani mengangguk paham


"sebelum saya menuruskan,apa tuan Gilang bisa bersikap baik?"tanya Riani yang nampak Gilang sedang berusaha menahan amukannya


Sintia mencoba menenangkan gilang


"jika tuan Gilang tak ingin mendengar penjelasan saya,maka tuan Gilang bisa pergi sebentar, biarkan saya melanjutkan ini bersama sintia"ucap Riani


"saya ingin menegaskan bahwa klien saya nyonya Widya kakak kandung anda sendiri bukanlah pembunuh!"seru Riani


"dia pembunuh!karna dia ibu sampai meninggal di sumur dengan tubuh kedinginan!!! apa tidak bisa dia mencari kami dan memberitahukan keadaan ibu?!seandainya dia berbicara mungkin ibu bisa terselamatkan!!gara gara dia ayah sampai mencari nya kemana mana melewati hutan, panas,dan hujan sampai ayah ikut menyusul ibu dialam sana!!!"teriak Gilang


"sudah bang!!maut itu di tangan Allah!! istighfar!!"seru sintia menatap kakaknya tidak percaya


"kamu tak tau dek!!saat itu kamu masih kecil dan tidak tau apa apa!!"bentak Gilang pada sintia

__ADS_1


Istri Gilang yang berada di kamar menutup erat telinga anaknya dan membawa anaknya keluar dari rumah itu lewat pintu belakang


"aku sekarang sudah besar!!abang tak perlu lagi menyalahkan kakak!!saat itu kakak sedang trauma terhadap ketidaksengajaannya!!!"teriak sintia


Gilang menatap Sintia dengan tatapan marah


"apa kamu akan bertindak seperti kakakku itu?!kamu tau siapa yang membesar kan mu selama ini?!'kesal gilang pada sintia


Sintia memalingkan wajahnya dari Gilang dengan tatapan tertunduk


"saya tau perasa--"ujar Riani yang terpotong karna Gilang


"kamu tak tau bagiamana perasaan saya sama sekali!!kamu tau susahnya saya mempertahankan usaha ayah?!saat saya baru duduk dibangku SMA!!kamu tau seberapa usaha saya membesarkan Sintia yang masih kecil?!kamu tau bagaimana saya merasakan kehilangan kedua orang tua saya dalam waktu yang singkat?!dan pembunuh nya sendiri adalah kakak saya!????!!!!!"teriak Gilang


Riani yang sudah dari tadi menahan emosinya mengeluarkan semua kesumat yang sudah mau meledak dari kepalanya


"untuk anda tau!!saya dari kecil sudah ditinggalkan oleh kedua orang tua saya!!kami bukan dari keluarga kaya dan berada seperti keluarga anda!!dari kecil saya sudah kesawah membajak,menanam,dan mengangkat pada!!dari kecil saya sudah merawat adik saya!!!dari kecil saya tak pernah merasakan kasih sayang, sekalipun saya dan adik saya tak pernah merasakan masa kecil yang menyenangkan!!dan anda bilang hanya anda yang merasakan penderitaan itu,apa anda tau sewaktu SMA saya melihat guru dan teman kesayangan saya sendiri di bunuh dan tubuh mereka dibelah didepan saya saat pencurian dan penyerangan pembela agama tahun itu, bagaimana saya menahan rasa cemas dan sakit hati melihat mereka mati dihadapan saya tanpa bisa saya tolong!!dan anda mengatakan saya tak bisa memahami perasaan kalian?!saya wanita!!hati dan kekuatan saya tak sekuat laki laki!!saya sengsara dari kecil!!bukan saat sudah remaja seperti anda!!tubuh saya saat itu lemah dan mungil!!bukan kuat dan besar seperti anda!! tapi saya tak pernah yang namanya menyimpan dendam dan benci,serta rasa pantang menyerah dalam diri saya, karna saya yakin Allah bersama saya,Allah tak akan memberi cobaan di atas kesanggupan umatnya!"jelas Riani


Gilang dan Sintia menatap Riani dengan tatapan tidak percaya,mereka tak menyangka bahwa dibalik pakaian yang tertutupi sempurna semua auratnya,dibalik tubuh putih yang bersih itu,dibalik wajah cantik yang berkharisma, terdapat perjuangan yang amat dalam dari diri Riani, Riani dari kecil telah di pupuk untuk menjadi pribadi yang baik dan berharga,Riani dari kecil telah dibentuk untuk menjadi sebuah berlian berharga yang hanya sulit ditemukan bahkan di laut dalam sekalipun


Enne dan Chloe yang entah sejak kapan berada di balik pintu rumah itu ikut merasakan perasaan mereka yang mendengar kisah Riani, merekapun tak percaya sosok gadis anggun yang pintar itu ternyata adalah sebuah berlian yang sulit ditemukan, seperti tonggak nya sebuah perisai pertahanan terbaik dalam peperangan yang amat dahsyat yang tak akan roboh begitu saja


Gilang menundukkan pandangannya,tidak percaya siapa yang telah dihadapi nya saat ini

__ADS_1


Saat menceritakan kisahnya sendiri tak setetes pun air mata keluar dari mata Riani,dia tersenyum bahagia bisa melewati kisah itu,dia tersenyum bisa menyadarkan orang orang yang senasib dengannya


Dari cerita hidup Riani itu,Enne dan Chloe paham,apa yang membuat manquer pamela merekrut Riani dalam Firma saat dia baru mau masuk semester 2 dalam perkuliahan,dan alasan kenapa manquer pamela menyerahkan tugas ini pada Riani, sebagai tugas magang terakhirnya,bukan karna kliennya adalah orang Indonesia, tapi karna siapa Riani, apa yang di alami Riani selama hidupnya.


__ADS_2