
Riani melirik HP-nya di atas meja yang berdering. Sambil menatap jam yang sudah menunjukkan pukul 5 sore Riani menjangkau HP-nya yang tepat berada di sisi kirinya.
Mata Riani langsung terbelalak kaget membaca pesan yang tertulis dilayar HP-nya, Riani refleks menutupi mulutnya karena kaget tadi. "Aku tidak menyangka bahwa hal yang aku cemaskan kini telah terjadi" gumam Riani sambil menarik kembali udara disekitarnya dengan baik.
Kak... sebelumnya maaf jika aku lancang dan tidak menepati janji... kakak boleh anggap aku sebagai pembohong atau orang yang tidak tau balas budi, sekali lagi maaf kak. Aku ingin mengundurkan diri dari pengacara firma. Tapi... jika kakak berkenan apa boleh setelah lulus kuliah aku bekerja selama 5 bulan saja untuk tetap menjadi pengacara firma Confiance?
Riani masih menatap lama pesan yang tertulis dilayar HP-nya itu.
"Kalau boleh jujur tentu saja aku akan memperboleh kamu untuk bekerja selama 5 bulan, tapi sayangnya... keputusan hanya bisa diambil oleh pimpinan baru firma, karena itu..." gumam Riani sambil mengetik keyboard dilayar HP-nya untuk membalas pesan dari Alisya.
Sejujurnya aku tidak masalah Sya... tapi aku tidak bisa memutuskan pertanyaan sekaligus permintaanmu ini dengan sepihak, akan ada perubahan baru dalam firma ini nantinya, dan keputusan akhir tentang pertanyaamu ini akan dijawab oleh seseorang yang nanti akan memegang penuh kendali firma... yang pastinya orang tersebut bukan aku.
Setelah mengetikkan kata - kata itu, Riani menghela panjang nafasnya dan segera berdiri dari duduknya sambil mengemas kembali barang - barangnya.
Aimee dan manquer Drena sudah tidak nampak lagi oleh Riani di dalam ruangan, Chloe masih stay dengan laptopnya, begitupun dengan Aren yang sedang menyusun laporannya dipantau oleh Cammy.
"Cammy... apa nanti kamu langsung kembali ke apartemen?" tanya Riani.
Cammy mengangukkan kepalanya mengiyakan pertanyaan Riani.
"Kalau begitu bisa nanti kita bareng?" tanya Riani kembali.
"Tidak masalah" jawab Cammy.
"Aku nebeng juga ya!" sahut Chloe yang tidak membawa mobilnya, karena setelah balik dari luar kota menyelesaikan kasusnya, Chloe langsung ke firma tanpa sempat kembali ke apartemen.
"Ada sesuatu yang membuatmu sampai ingin menginap di apartemen kita?" tanya Cammy menatap penasaran pada Riani.
Riani menganguk sambil menyunggingkan bibirnya tersenyum mendengar pertanyaan Cammy "ada beberapa hal yang ingin ku bahas dengan kalian nanti, dan kebetulan Manquer Elis, Enne, dan Madam Acrel bisa balik ke apartemen malam nanti, aku juga sudah menghubungi Violette, Madam Mavey dan Madam Acrel tapi sayangnya mereka tidak bisa kembali malam ini, terlebih Violette juga berada di Brazil dan butuh waktu 5 hari untuk penentuan jadwal sidang dan penerbangan kembali ke Perancis, madam Mavey juga tidak bisa kembali untuk 2 hari ini begitu pun dengan madam Acrel" jelas Riani.
"Sepertinya ini hal yang sangat penting sampai kamu mengumpulkan semuanya, tapi apa tidak masalah jika mereka bertiga tidak ada?" tanya Cammy yang menanyai ketidakhadiran Viollete, madam Mavey, dan madam Acrel.
Riani menggelengkan kepalanya "tidak masalah, aku sudah menghubungi mereka tentang maksud awalku mengumpulkan kalian semua nanti malam, mereka juga siap dengan hasil keputusan kita nanti, kalau begitu aku aku kebelakang dulu untuk shalat magrib ya" pamit Riani sambil membalikkan tubuhnya dan berjalan keruangan belakang Firma.
__ADS_1
"Hasil keputusan nanti?" gumam Cammy heran.
Chloe hanya mendengar percakapan Riani dengan Cammy tadi tanpa ikut campur karena fokus dengan pekerjaannya begitupun dengan Aren.
Selang beberapa menit kemudian mereka bergegas dan membereskan barang masing - masing. Riani yang setelah selesai shalat menunggu di sudut ruangan ikut berdiri dan keluar bersamaan dengan Aren, Chloe, dan Cammy bersamaan.
Setelah masuk ke dalam mobil, Cammy mulai fokus menyetir sambil sesekali melirik dari balik kaca spion depan apa yang tengah dilakukan oleh Riani dan Chloe.
"Hei Riani, obrolan kita tadi... itu tentang keputusan apa?" tanya Cammy yang masih dilumuti rasa penasaran.
Riani tertawa kecil mendengar pertanyaan dari Cammy yang masih saja penasaran "nanti kamu juga akan tau" jawab Riani.
Cammy nampak mendesis sebal, namun dia lebih memilih untuk mengalah, karena ditanya bagaimana pun tetap saja Riani tidak akan memberikan jawaban.
Mobil yang dikendarai Chloe berhenti tepat didepan apartemen, ke-3 penumpang gratis itu langsung keluar dari mobil.
Riani menatap sekeliling apartemen.
"Sudah lama gak main dan ke minimarket bareng ya?" tanya Chloe.
Mereka masuk ke kamar masing - masing, Riani memakai kamar lamanya, sedangkan Aren mengenakan kamar manquer Pamela yang dulu dipakai oleh Alisya.
Setelah masuk ke dalam kamar Riani langsung menghempaskan tubuhnya sambil menghela nafas sejenak.
"Aku kangen kamu kasurku, bantal ku" gumam Riani sambil memeluk erat bantal yang ada disebelahnya lagi.
Riani baru sadar masih ada sisa pekerjaan yang harus diselesaikan malam ini sebelum mulai membahas pengunduran dirinya pada mereka.
"Sebelum itu perutku lapar, apa aku harus ke minimarket?" gumam Riani menoleh kesekelilingnya yang nampak kosong.
Riani kembali menghela nafasnya sambil beringsut dari kasur dan langsung keluar lagi menuju minimarket.
Saat baru saja menuruni tangga, Riani langsung berpapasan dengan Coty yang sepertinya sedang membuang sampah.
__ADS_1
Coty tersenyum tipis pada Riani "mau keluar?" tanya Coty langsung diangguki oleh Riani.
"Tunggu sebentar ya! aku ikut" seru Coty sambil kembali segera masuk ke apartemennya dan keluar dalam 1 menit.
"Ayo!" ajak Coty.
Riani berjalan pelan ke minimarket diikuti oleh Coty dari samping.
"Mau cari apa Riani?" tanya Coty penasaran.
"Mau beli makan di minimarket" jawab Riani sambil menatapi langit - langit kota Paris itu dari bawah.
"Coty... menurut pendapat pribadimu siapa yang pantas menjadi pimpinan firma diantara kesepuluh anggota firma lainnya?" tanya Riani sambil tetap menatapi langit - langit kota Paris.
"Kesepuluh... diluar kamu, Alisya, dan Aren?" tanya Coty bingung.
Riani menganggukkan kepalanya mengiyakan.
Coty diam untuk berpikir sejenak sambil ikut menatapi langit yang sama dengan Riani "untuk hal itu mungkin aku tidak bisa memilih atau berpendapat sendiri, tapi jika memang kamu ingin tau, menurutku orang itu adalah Violette" jawab Coty.
Riani menyungginkan bibirnya tersenyum tipis mendengar jawaban dari Coty, Riani sudah menduga hal itu, tapi tetap saja jawaban Coty tidaklah memuaskan Riani, karena yang ingin Riani dengar bukanlah nama salah satu ke-3 orang yang masih menyelesaikan kasusnya di luar, apalagi Violette sendiri memang tidak ingin untuk menjadi ketua firma saat itu.
"Selain Viollete?" sambung Riani yang kini menoleh dan menatap Coty.
Coty kembali menatapi langit - langit malam yang tidak berbintang itu "hmm... mungkin aku? hahaha" canda Coty.
Riani kaget mendengar jawaban dari Coty "kamu serius?" tanya Riani kembali.
"Hahaha tidak tidak! aku hanya bercanda, tapi... kenapa kamu sampai menanyakan hal itu Riani? jangan bilang kamu mengundurkan diri dari pimpinan firma?" tanya Coty yang dugaannya tepat.
///
Coty Xoitene
__ADS_1
Coty atau akrab disapa dengan manquer Coty ini adalah salah satu anggota firma yang paling menonjol. Dia terkenal ulet dalam bekerja dan kreatif.
Tidak pantang kalah, mungkin kalimat itu yang pantas didefinisikan untuk Coty yang mengabdikan waktunya demi bekerja dan memberitahukan pada orang - orang bahwa dia bisa menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.