ERANGAN TAKDIR

ERANGAN TAKDIR
S2-CHAPTER 46


__ADS_3

Semuanya terasa cukup pilu untuk di ingat kembali... aku sungguh malu jika harus mengingat akan hal itu lagi... Namun tetap saja apapun yang terjadi pasti akan meninggalkan bekas dalam ingatan


Cast Back to Aisyah dan Andi


Akhir sesungguhnya dari kesalahpahaman mereka selama ini


Aisyah beranjak dari dapur sambil menenteng 2 porsi nasi goreng ke meja makan, Aisyah melirik jam yang masih menunjukkan pukul 06.16 kemudian mengalihkan pandangannya ke arah kamar yang pintunya masih tertutup.


Masih lama menunggu Aisyah jadi memutuskan untuk melangkah kan kakinya menuju kamar yang di pandanginya tadi.


"Mas Andi ngapain ya? kok lama banget?" heran Aisyah sambil langsung membuka pintu kamar.


Aisyah kaget melihat pemandangan ini, Aisyah mengelus lembut dadanya agar emosinya bisa terkontrol dengan baik.


Andi nampak masih tertidur nyenyak di atas ranjang dengan memakai kemeja kerjanya. Aisyah ingat semalam Andi pulang larut karena urusan pekerjaan di luar kota, namun kini Andi harus kembali kerja lagi.


Aisyah berpikir sejenak apa dia harus membangunkan Andi atau tidak, namun setidaknya Aisyah harus memberitahu kan Andi jika Andi hanya ketiduran dari pada nanti ada penyesalan.


"Mas... Mas..." panggil Aisyah yang tak kunjung membuat Andi terbangun.


"Mas... Mas!" seru Aisyah sambil menggoyangkan-goyangkan tubuh Andi.


Andi membuka matanya dengan berat sambil menatap lama istri tercinta nya itu "ada apa dek?" tanya Andi sambil menutup matanya kembali.


Aisyah mendesis sebal karena Andi kembali tidur "Mas gak berangkat kerja? ini sudah hampir jam 7 loh" jelas Aisyah.


Andi langsung mengubah posisinya, dia langsung duduk dan tidak berbaring lagi di atas ranjang "beneran!?" tanya Andi memastikan.


Aisyah mengangguk mengiyakan sambil menunjuk jam dinding di depan mereka agar Andi bisa langsung memastikan.


Dengan langkah tergesa-gesa Andi beralih ke lemari untuk memasang dasinya, melihat suaminya itu nampak kerepotan Aisyah beranjak dari posisinya dan membantu Andi memasang dasi.


"Makanya jangan tiduran sehabis shalat subuh" ucap Aisyah sambil sibuk membalik-balik dasi Andi.


Andi hanya diam tidak menanggapi perkataan Aisyah, karena dia takut salah jika harus menjawab.


Mereka langsung ke meja makan sambil menyantap nasi goreng buatan Aisyah yang pastinya sudah dingin.


"Bagaimana dengan kandungan mu dek?" tanya Andi memecah keheningan di meja makan.


"Alhamdulillah sehat mas" jawab Aisyah sambil mengambil minum yang ada di depannya.


"Jika ada apa-apa jangan ragu buat nelpon mas ya dek" ucap Andi.


Aisyah mengangguk mengiyakan.


"Kamu tidak punya kesalah pahaman lagi kan pada Mas?" tanya Andi.

__ADS_1


Aisyah hampir memuncratkan air putih yang diminumnya "kenapa mas ngungkit hal itu lagi? gak kok, Aisyah udah baik-baik aja, gak kepikiran hal itu lagi" jawab Aisyah.


Andi tersenyum tipis melihat reaksi Istrinya "Dek... kamu tau siapa pria yang dulu di sukai kakakmu?" tanya Andi iseng-iseng.


"Tau" angguk Aisyah.


Andi jadi memasang wajah serius karena ingin tau siapa laki-laki beruntung yang pernah di sukai wanita yang dikaguminya itu "siapa?"


"Kenapa wajah mas jadi serius gitu? berharap yaaa?" ledek Aisyah.


"Iya, mas berharap, siapa tau orang itu mas" canda Andi.


Aisyah jadi diam dan memasang wajah kesalnya "jadi kalau mas orangnya gimana? mau ninggalin Aisyah demi kak Riani!?" kesal Aisyah.


Andi tertawa kecil sambil mengelus lembut kepala istrinya itu "hahaha mana mungkin mas bakal ninggalin kamu begitu aja, bukankah mas sudah berjanji akan setia sampai maut memisahkan padamu?" tanya Andi.


Aisyah tersenyum tipis "ya kan mana tau mas itu nyatanya pria hidung belang" ledek Aisyah.


"Hidung mas gak belang kok" canda Andi kembali.


Dua pasang insan yang tengah mengadu kasih itu saling tertawa bersama karena percakapan kecil mereka yang mampu membuat mereka senang dan terhibur.


Selesai sarapan Andi dan Aisyah bergegas ke kantor mereka masing-masing.


"Mau mas antar?" tanya Andi di gelengkan oleh Aisyah.


Andi menganguk paham dan membiarkan mobil Aisyah pergi lebih dulu.


***


Kini Aisyah sudah duduk di ruang kerjanya sambil membaca naskah pendek di laptopnya.


Tok... tok...


"Masuk!" seru Aisyah yang mendengar ada orang mengetok pintu ruangannya.


Nampak wanita yang sudah tidak asing lagi datang sambil menyunggingkan bibirnya pada Aisyah.


"Ada apa Selvy? kok cengengesan gitu? ada maunya ya?" tanya Aisyah.


Wajah Selvy seakan langsung cemberut "ih... kok kamu gitu sih, memang kalau aku senyum gini tanda ada maunya?"


"Hahaha, emang bukan?" tanya balik Aisyah.


Selvy kembali tertawa cengengesan "hehe memang ada maunya sih" ucap Selvy.


"Jadi ada apa?" tanya Aisyah sambil menyingkirkan laptop yang ada dihadapannya.

__ADS_1


"Jadi gini Syah, perempuan yang ketemu sama kamu di cafe saat aku ngajak kamu itu Serli Aulia ya!?" tanya Selvy semangat.


"Eh... iya, menangnya kenapa? kamu tau nama lengkap kak Serli dari mana?" heran Aisyah.


"Woahahhaha tersenyata beneran ya? Syah ajak ketemuan dong, aku fans sama kak serli itu loh" ujar Selvy.


"Lah? fans apaan? kak Serli kan bukan selebritis ataupun selebgram?" tanya Aisyah nampak kembali heran.


"Ih... masa kamu gak tau sih? Serli Aulia itu pengacara lukisan Oxford loh, pengacara wanita terbaik dan terkeren di negara kita saat ini" jelas Selvy.


"Ah...? masa sih?" tanya Aisyah kembali.


"Aduh... kamu liat aja deh majalah ini!" ujar Selvy sambil melemparkan majalah yang dipengangnya sedari tadi di depan Aisyah.


Cover majalah itu adalah foto seorang wanita muda yang tidak lain adalah Serli Aulia.


"Pengacara hebat idola semua kaum Adam" gumam Aisyah saat membaca judul dari majalah itu.


"Iya kan? iya kan!?" ujar Selvy semangat.


Aisyah mengernyitkan keningnya karena pusing melihat Selvy yang bahagia gak karuan.


"Jadi kamu ingin apa?" tanya Aisyah.


"Kan udah aku bilang, ajak kak Serli Aulia makan siang bersama dong" ujar Selvy.


"Sekarang?" tanya Aisyah.


"Tahun depan!" kesal Selvy.


"Ya udah, kalau tahun depan mah masih lama, mending tahun depan aja kamu obrolin balik sama aku" jelas Aisyah.


"Ihhh... Aisyah! aku serius!" kesal Selvy.


Aisyah cengengesan melihat ekspresi kesal dari wajah Selvy "hahaha kan aku juga serius, bukankah kamu bilang tadi tahun depan? ya udah tahun depan aja bilangin nya ke aku" ucap Aisyah.


"Ya sekarang dong!" seru Selvy.


"Gak jadi tahun depan?" canda Aisyah.


"Enggak!" seru Selvy sambil menggelengkan cepat kepalanya.


"Hahaha liat dulu ya, aku gak tau kak Serli sibuk apa enggak sekarang, entar deh aku kabarin kamu ya" jelas Aisyah diangguki cepat oleh Selvy.


"Jangan lupa ya! pastikan ya kamu menghubungi nya!" seru Selvy sambil beranjak pergi dari ruangan Aisyah.


Aisyah menghela nafasnya sambil kembali menggeser laptop tepat dihadapannya.

__ADS_1


__ADS_2