ERANGAN TAKDIR

ERANGAN TAKDIR
CHAPTER 12


__ADS_3

lingkungan baru


hidup baru


teman baru


suasana baru


detik detik ceritaku berikutnya tak hanya akan berhenti disini


kita memang tak tau apa yang akan terjadi


dan semestinya sudah menjadi tugas kita untuk selalu waspada


***


Enne hanya tersenyum seperti menahan tawa melihat respon Riani


Mereka sampai di Firma "mau ku anterin pulang?"ajak enne ditolak oleh riani "aku naik taxi saja" Enne langsung pamit ke apartemennya pada riani


Riani melangkah kakinya masuk ke Firma untuk mengambil bukunya yang ketinggalan di meja enne tadi dan menatap jam dinding yang telah menunjukkan pukul 09.36 malam


Riani mendengar suara desisan dari ruang manquer pamela dan segera melangkahkan kakinya menuju ruangan itu


Lampu ruangan itu masih menyala dan riani melihat manquer pamela tertidur dengan tangan yang menjadi bantalan di atas meja kerjanya


Riani berjalan mendekati manquer pamela untuk membangunkannya


"manquer...manquer...."ujar riani pelan


karna tak ada respon dari manquernya riani pun menggoyang goyangkan tubuh manquer pamela


"eh ada apa riani?"tanya manquer pamela sambil mengusap matanya


"apakah manquer tidak akan pulang?"tanya riani


Manquer pamela mengambil hp nya untuk melihat jam "waduh!ini sudah pukul 09.40 seperti nya tadi saya tertidur!"sorak manquer pamela panik


"bukan sepertinya manquer tapi emang beneran tertidur"sahut riani


Manquer pamela segera membereskan barang barang nya "kamu tidak pulang Riani?"tanya manquer pamela


"oh iya manquer tadi saya bangunin manquer dulu"ucap Riani

__ADS_1


"biar saya antar kamu pulang"ajak manquer pamela


"eh tidak usah manquer saya bisa naik taxi jam segini taxi masih banyak kok"elak Riani


"udah ayo!gak baik perempuan naik taxi malam malam apalagi masih gadis"ucap manquer pamela sambil menarik tangan Riani keluar


Manquer pamela menghidupkan mesin mobilnya dan melaju ke apartemen riani


"kamu tau Riani-"ucap manquer pamela yang terpotong karna tiba tiba mobil didepannya berhenti mendadak dan terdengar suara keributan di depan


Manquer pamela dan Riani segera turun dari mobil melihat apa yang sedang terjadi


"hah Iven?!"kaget manquer pamela segera berlari ke arah orang yang tertabrak itu


"anda mengenalnya nona?"tanya seorang pria pada manquer pamela


Manquer pamela menganggukan kepalanya cepat dengan mata yang masih mengeluarkan air mata yang deras dan beberapa menit kemudian ambulance datang,manquer segera naik ambulance menitipkan kunci mobilnya ke Riani


Riani masih berdiri dengan segenap pertanyaan dikepalanya "apa yang harus ku lakukan dengan mobil yang berada ditengah jalan ini?"heran riani dan segera kembali masuk ke mobil duduk disebelah kiri tempat menyetir


Riani sedikit bingung apa yang harus dilakukannya sedangkan dibelakang sudah banyak mobil yang mengklasonnya,Riani sedikit kebingunan menatap mesin dan tombol tombol mobil manquer pamela yang baru dilihatnya,Riani bisa mengendarai mobil Tante nya di desa dulu, karna keluarga Riani termasuk salah seorang keluarga yang mampu,namun itu dengan letak setir dikanan bukan kiri


Tanpa pikir panjang riani langsung memutar kunci dan memasukkan gigi lalu menekan gas dengan kakinya yang tidak lain ternyata adalah rem bukan gas, setelah sadar riani menekan gas dan melanjutkan perjalanannya menuju RS yang tertera di Ambulance tadi untuk menyusul manquer pamela


Riani tidak menyangka dia bisa terbiasa dengan mobil aneh itu,yang termasuk salah satu mobil langka dan mewah dari perancis


"maaf sebelumnya nona,anda siapa pasien?"tanya suster itu


Tanpa pikir panjang riani mengatakan bahwa dia adalah adik ipar dari pasien agar diperbolehkan masuk


"baiklah nona,pasien berada diruangan ICU 5 lantai 2"jelas suster itu


Riani segera melangkahkan kakinya cepat menuju lantai 2 dengan menaiki tangga darurat


Riani terpana melihat manquer pamela yang sedari tadi menangis "manquer..."panggil Riani pelan


Manquer pamela menolehkan pandangannya ke arah Riani "owh riani maaf tadi saya meninggalkan kamu,seharusnya tadi kamu langsung pulang saja karna itu saya memberikan kunci mobil saya padamu"ucap manquer pamela


Riani mengelus lembut pundak manquer pamela "tidak apa apa kok manquer"ucap Riani


Manquer pamela memeluk erat Riani dengan suaranya tangisannya yang masih belum hilang


"siapa korban tadi manquer?"tanya riani

__ADS_1


"dia adikku"jawab manquer pamela


Riani kaget karna dia tidak tau bahwa manquer pamela mempunyai adik laki laki


Dokter dan 2 orang suster keluar dari ruangan dengan helaan nafas lelahnya


Manquer pamela segera berdiri dari duduknya menahan dokter itu "bagaimana keadaan adik saya dok?!"tanya manquer pamela dengan suara yang serak


"Dokter Iven baik baik saja nona,hanya saja tulang tangan kanannya patah dan butuh perawatan beberapa hari lagi"ucap dokter itu


Manquer pamela segera masuk ke dalam ruang ICU untuk melihat keadaan adiknya sedangkan Riani hanya menatap dari balik pintu tanpa tau apa yang dibicarakan manquer pamela dengan adiknya


Selisih beberapa menit kemudian Manquer pamela keluar dari ruangan "baik Riani ayo kita pulang"ucap manquer pamela mengangetkan riani dari kantuknya


"tidakkah manquer menjaga adik manquer?"tanya Riani dengan matanya yang sayu akibat menahan kantuk


"tidak apa apa dia sudah besar dan dia juga seorang dokter,ayo saya akan mengantarkan kamu dulu"ajak manquer pamela meninggal rs diikuti oleh Riani


Tengah malam itu mereka berkendara menuju apartemen riani "manquer tinggal dimana?"tanya riani


"disebelah apartemenmu"jawab manquer pamela dengan wajah yang kembali ceria seperti biasanya


"hahh?! serius manquer?!"kaget Riani


manquer pamela menganggukkan kepalanya "apakah albern atau sopir belum memberi tau mu bahwa apartemen yang kamu singgahi saat ini seluruh gedungnya di tempati oleh keluarga dari Firma Confianca"ungkap manquer pamela


"serius manquer?!satu gedung apartemen itu?!"kaget riani yang seakan tidak percaya bahwa gedung dengan 12 unit apartemen kecil itu semuanya diisi oleh anggota firma confianca


"hahaha sepertinya kamu ketinggalan info lagi, memang nya apa sih yang dikatakan Albern padamu?"tanya manquer pamela


"dia hanya menjelaskan tentang tes pertama saya hanya itu saja tidak lebih"jawab riani


"wah seriuskah?!nanti saya akan bicara dengan dia"ucap manquer pamela


"owh iya manquer apa jangan jangan enne juga tinggal di apartemen yang sama?"tanya riani


Manquer pamela mengangguk "dia berada di apartemen 10 tepat diatas apartemenmu"jelas manquer pamela


"owh iya manquer omong omong umur enne itu berapa sih?"tanya Riani yang masih penasaran tentang usia enne


"kenapa?kamu pikir dia baby face?"tanya manquer pamela diangguki oleh Riani


Manquer pamela tertawa terbahak bahak "enne bilang apa ke kamu tentang berapa usianya?"tanya manquer pamela

__ADS_1


"38"jawab riani


"what?!"kaget manquer pamela


__ADS_2