
"Ok, kita lanjutin gamenya" ucap Sandra.
Dia kembali memutar bulpoin nya kini berhenti di Alaska, semua menatapnya misterius.
"Gw gak main"
"Gak seru Lo" sorak Ade.
"Masa ketua Genk Demon west takut main ginian" ejek Sandra.
Alaska yang merasa harga dirinya di injak-injak di depan anggota nya memutuskan ikut bermain.
Sandra bersorak karena Alaska terpancing ucapannya.
"Berlutut satu kaki dan bilang marry me sama orang yang akan masuk kantin sebentar lagi" Tantang Adam tak mau kalah.
Pricillia memasuki kantin dengan teman-temannya, perlu di ketahui pricillia merupakan penggemar berat Alaska.
Alaska langsung berlutut di depan pricillia, dia di buat syok oleh perlakuan ketua Genk Demon west.
"Pricillia well you marry me?" Ujar Alaska lantang.
"Ini beneran?" tanya pricillia bingung sekaligus senang.
"Ok" teriak teman-teman Alaska.
Alaska langsung berdiri, sebelum Alaska pergi pricillia memegang tangan Alaska erat.
"Apa yang kamu bilang tadi serius?"
"Gak" ujarnya langsung menghempaskan tangan pricillia memandang nya dengan tatapan menjijikkan.
"Gila men" teriak Adam.
__ADS_1
"Puas Lo pada" sinis Alaska.
"Udah lah, bosen gw" ucap Acha.
"San pulang sekolah temenin gw ke kantor yah".
"Siap Bosque".
"Cha Lo gak merasa bersalah sama Bianca?" tanya Yudha.
"Gak lah, gw tau semenjak gw pindah orang itu udah gak suka sama gw" jawab Acha.
"Tau dari mana?" Tanya Adam.
"Feeling aja sih"
"Dih sotoy" Ujar Billy.
"Cha tipe Lo kayak gimana sih?" tanya Diki.
"Serius gw?".
"Yang ada di dirinya Alaska adalah tipe gw" jawab Acha.
Billy yang mendengar ucapan Acha, langsung pergi dari kantin.
"Bil mau kemana?" tanya Acha saat melihat Billy pergi dari kantin.
"Kenapa tu anak?" tanya Adam.
"Gak tau?".
"Jangan-jangan dia suka sama Lo Cha" ucap Sandra.
__ADS_1
"Ngaco Lo" Ujar Acha.
Bel pertanda berakhir istirahat berbunyi, kantin mulai sepi karena mereka tidak mau telat di pelajaran berikutnya, berbeda dengan Griffin yang masih duduk-duduk santai.
"Bolos yuk" Ajak Sandra.
"Gw gak suka pelajaran guru Indah"
"Gila galak banget" seru Sandra.
Alaska mulai tadi terus menyesap barang kesukaannya, Acha heran meskipun dia suka merokok tapi bibirnya gak hitam.
"Ka Lo suka rokok tapi bibir lo kok gak hitam yah malah tetap merah gitu?" tanya Acha penasaran.
"Pasti mulutnya bau rokok itu" ucap Sandra.
Alaska mencondongkan tubuhnya ke arah Acha, Acha kaget dengan apa yang di lakukan Alaska hingga membuat dirinya hampir terjatuh karena menghindar, namun Alaska dengan sigap memeluk Acha agar tidak jauh.
"Mulut gw bau rokok?" tanya Alaska posisi mereka sangat dekat bahkan Acha bisa merasakan hembusan nafasnya.
Acha langsung mendorong tubuh Alaska, takut khilaf, Gila ganteng banget, Acha yang posisinya di peluk Alaska agar tidak jatuh, saat mendorong tubuh Alaska, dirinya ikut terjatuh.
Mereka di buat tertawa terpingkal-pingkal oleh kelakuan Acha, sedangkan Alaska tersenyum samar, tidak ada yang menyadari senyum itu.
"Tolongin lah san gw gak bisa bangun" ujar Acha.
Sandra membantu Acha berdiri setelah puas menertawakan Acha.
"Lo sih pake dorong Alaska Lo sendiri kan yang jatoh" ejek Sandra.
"Ais dah lah" ucap Acha memonyongkan bibirnya lucu.
"Bibirnya bisa aja, gw cium nanti baru tau rasa" goda Adam.
__ADS_1
Acha banyak tertawa karena mereka hingga di perlahan-lahan melupakan kejadian masa lalunya.