
Acha kaget dengan pengakuan cinta mendadak dari Alaska, namun Acha segera mengangguk kan kepalanya pertanda menerima Alaska.
"Terimakasih" ujar Alaska tulus.
"Sudah terlalu lama kita di sini, aku laper" ucap Acha manja.
Alaska dan Acha pergi meninggalkan taman menuju teman-temannya berada terakhir kali.
"Sandra" Acha memeluk Sandra dengan kegirangan.
"Kenapa Lo? baru menang lotre?" tanya Sandra.
"Gak papa, nanti gw ceritain" jawab Acha senang.
"Hay bro" Billy datang bersama ibunya menghampiri mereka sekedar menanyakan kabar mereka.
Acha menatap ibu Billy, sepertinya dia tidak asing dengan wajah itu tapi siapa yah, hal itu mengingat kan Acha pada sosok teman kecilnya di masa lalu.
"Bunda" ujar Acha ragu-ragu.
"Acha Dirgantara?" tanya perempuan itu.
__ADS_1
"Iyah" jawab Acha.
"Ya Allah nak, ternyata sudah besar anak bunda yang satu ini hingga Bundanya tidak mengenali anaknya sendiri" Acha menjelma menjadi sosok gadis yang sangat cantik, dia adalah definisi dari boneka Barbie yang di beri nyawa oleh yang kuasa.
"Terima kasih buna, buna cantik seperti biasanya awet muda lagi" semenjak kecil Acha di ajari untuk memanggil buna atau bunda ke pada ibu Billy.
"Acha makin pintar yah kalau muji orang"
Semua orang di kantin menjadi saksi bisu atas bertemunya kembali dua orang yang berpisah selama bertahun-tahun. Tak terkecuali Billy dia kaget sekaligus bahagia saat mengetahui orang yang selama ini ia cari selalu berada di dekatnya.
"Ini Acha yang dulu cengeng itu ya Bun?" tanya Billy sambil memiting kepala Acha, sehingga membuat empunya meringis kesakitan. Bunda yang melihat itu segera memukul lengan Billy menggunakan tas branded nya.
"Sakit tau bunda" ucap Billy berpura-pura.
"Buna kayaknya sudah waktunya untuk rapat Bun" ujar Acha melihat wali murid tengah berlalu lalang memasuki sekolah.
"Gak penting-penting kali rapat itu Cha" jawab nya.
"Gini nih kalau sudah ketemu anak yang satunya, anak yang lainnya di lupakan juga" Billy berkata dengan dramatis.
"Lebay kali Lo" ejek Acha.
__ADS_1
"Cha makan malam di rumah nanti yah, buna bakal nyiapin lauk kesukaan Acha, yasudah buna rapat dulu, biar gak berok-berok Billy" bunda pamit meninggalkan mereka semua.
Acha kembali duduk di samping Sandra yang tengah nyemil.
"Lo kenal orang tuanya Billy?" tanya Sandra.
"Lo ingat foto laki-laki yang ada di kamar gw? itu Fendi aka Billy" ucap Acha menjelaskan.
"Kok Lo gak bisa ngenalin dia?" tanya Diki.
"Setau gw orang-orang dulu memanggilnya Fendi bukan Billy, tapi beneran deh gw kiranya Lo udah mati di telan bumi" kekeh Acha menggoda Billy.
"Itu mulut lantam kali yah" ucap Billy.
"Gw senang mengetahui orang yang gw cintai itu Lo, cinta pertama gw terima kasih Cha sudah mengingat gw dalam hidup Lo, terimakasih sudah mau mencari keberadaan gw" batin Billy.
Karena sedari tadi tidak ada pembelajaran sama sekali, jam 10.00 murid-murid banyak yang pulang bersama orang tua kelas 12. Acha Sandra pergi menuju rumah Alaska seperti rencana awal sedangkan Alaska memiliki urusan lain sehingga membuat laki-laki itu tidak bisa ikut pulang bersama mereka.
"San gw jadiin sama Alaska" Sandra yang awalnya fokus mengemudi mendadak rem mendadak hingga mereka di maki-maki oleh mobil belakang mereka.
Acha dan Sandra.
__ADS_1