
"Angkasa belum ada kabar?" tanya Sandra posisi mereka saat ini sedang berada di taman belakang.
"Mereka belum sampai"
"Sudah dari tadi Mereka pergi"
"Perjalanan dari Indonesia ke Swiss butuh waktu 17 jam, sekarang mereka masih berada di dalam pesawat, itulah kenapa Angkasa belum memberi kabar" jelas Acha agar Sandra paham.
Sementara di pesawat.
Ellen dan Angkasa tengah menikmati makan nya, mereka tampak bahagia, selalu ada hal romantis terjadi antara keduanya.
"Punya ku enak banget" ujar Ellen memberikan Angkasa sepotong roti tuna mayo. Angkasa menerima suapan dari.
"Punya ku lebih enak". Angkasa menyuapi Ellen nasi kuning daging habang.
"Mau itu"
"Pesan aja lagi"
"Nanti mubazir" rengek nya.
Angkasa menyudahi makannya dan di lanjutkan oleh Ellen, sedari tadi Fero hanya menyimak percakapan antara mereka.
__ADS_1
Angkasa yang melihat Fero tiba-tiba diam merasa aneh.
"Kenapa Lo?" tanya Angkasa.
Fero tidak menjawab Angkasa, fikirannya berkelana ke mana-mana sejak tadi, hanya butuh 4 hari atau paling lama 5 haru untuk mereka menyelesaikan pekerjaannya.
Angkasa tidak berbohong, memang ada sedikit masalah di perusahaan yang berada di Swiss, terlalu banyak kebohongan yang dia ucapkan kepada Acha demi bersama kekasihnya saat ini.
Fero tau kalau setiap orang menginginkan sosok spesial di hidupnya, hal tersebut juga berlaku bagi Angkasa, dia terlalu menganggap remeh Acha, dia yakin Acha tidak akan pernah tau mengenai asmaranya, tapi dia lupa ada orang lain yang juga mengetahuinya.
"Yang bohong tenang-tenang saja, kenapa gw yang pusing mengenai mereka, tapi gw sudah menganggap Acha Adek gw" ujar Fero frustasi.
Sudah 12 jam mereka berada di awan, sekitar 5 jam lagi mereka akan mendarat di negara Swiss.
"Ellen mana?" tanya Acha saat tidak melihat sosok Ellen di antara mereka.
"Lagi liburan bareng pacarnya ke Swiss" ujar Diki enteng.
Alaska menyikut perut Diki keras, Diki sadar mulutnya akan membawa petaka bagi dirinya sendiri, beruntung Acha tidak menyadarinya.
Mereka memulai mengeluarkan alat-alat dan bahan untuk barbeque sebentar lagi, Alaska dan raga menggelar karpet untuk tempat makan nanti.
"Cha panggang nya mana" teriak Alfin di dalam Mension.
__ADS_1
"Ada di dapur, mangkanya kalau cari pakai mata" Acha juga membalas berteriak.
Alfin dan Ade mengeluarkan 2 panggang meletakkannya di taman belakang.
Sandra dan Adam bertugas memanggang sosis, sayap ayam, Veggie Grilled, sedang Acha dan Billy bertugas dalam daging-dagingan sebelum di panggang yang lain sudah memotong kecil.
Anggota yang lain membuat api unggun, mereka mengitari api unggun layaknya sedang berkembang, mereka bernyanyi lagu milik coboy junior fight.
Acha meninggalkan Billy sendiri dengan panggang dia masuk ke dalam lingkaran itu, bernyanyi bersama.
"Jangan ragu melangkah bersama kita bisa
Menjadi yang terhebat dari semua yang lain
Jangan ragu melangkah bersama kita bisa
Menjadi yang terbaik dari kisah yang hebat
Kita pasti bisa" Teriak mereka bernyanyi bersama.
Setelah selesai bernyanyi Acha menghampiri Alaska yang tengah duduk di karpet yang dia gelar tadi.
"Andai Angkasa ada disini" Ujarnya kepada Alaska.
__ADS_1
"Lo bahagia gak ka malam ini?" Acha terus berbicara meskipun lawan bicaranya mengacuhkan nya sedari tadi.