Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Murid baru.


__ADS_3

Teng teng teng


Jam istirahat pertama berbunyi, seluruh siswa berhamburan keluar menuju kantin.


"Cha kantin?" ajak teman baru Acha yang bernama Sandra.


Acha pergi dengan Sandra menuju kantin, semua mata memandang Acha Dangan kagum tidak sedikit yang iri dengan kecantikan yang Acha miliki.


Sandra mengajak Acha ke pojok kantin, disana banyak siswa laki-laki sedang menyesap rokok mereka.


"Kenalin siswa baru di kelas gw"


"Dia yg bikin heboh pagi-pagi, cantik sih"


"Acha" ujarnya tanpa ekspresi.


Mereka memperkenalkan diri mereka masing-masing, Genk mereka menyambut Acha dengan sangat baik.


"Wow nambah lagi kulkas di Genk kita"


"Alaska tumben telat?" tanya seseorang bernama Yudha


"Tau tuh biasanya paling cepet kalo urusan kantin"


"Alaska?" beo Acha


"Alaska itu pemimpin Genk Demon West, dia cucu pendiri Genk ini" Billy menjelaskan


"oh itu dia" Alaska duduk di depan Acha.


"Tumben telat?" tanya Indra.


"Biasalah"


pesanan mereka datang, mereka memulai makan tanpa ada pembicaraan.


"Kenalin temen gw Acha" ujar Sandra


Alaska menatap Acha sekilas.

__ADS_1


"Lo pasti sudah tau tentang gw dari mereka" tunjuk Alaska kepada temannya.


Acha tidak menanggapi ucapannya memilih melanjutkan makannya.


"oh ya gw lupa, Lo adeknya Angkasa bukan?" tanya Adam.


"Lo kenal Abang gw? ujar Acha


"kita sering nongkrong di sana kok tiap akhir pekan, Lo nya aja yang sibuk dengan dunia Korea lo"


Acha tersenyum menimpali omongan Adam, setiap teman abangnya ke rumahnya, Acha memang tidak pernah ke bawah untuk bertegur sapa, dia lebih memilih di kamarnya streaming MV bias nya dari pada ke bawah menemui teman abangnya.


"Ya Allah mimpi apa gw semalem, hari ini gw ngeliat bidadari senyum" ujar Devan menggoda Acha.


Acha dengan cepat merubah ekspresi nya menjadi datar lagi.


"Memang adeknya Angkasa" ujar Adam membuat mereka tertawa.


Pertama melihat Alaska Acha sudah jatuh hati kepadanya, mulai hari ini Acha percaya cinta pandangan pertama itu benar adanya.


Handphone Acha berdering menandakan ada panggilan masuk.


"Adek sudah makan?" tanyanya di sebrang sana.


"Ini baru selesai makan sama anak-anak"


"Gimana sekolahnya"?


"Ya seperti biasa aja bang"


"Halo sayang" ujar seorang wanita di sebrang sana.


"Siapa?"


"Em itu dek, sekretaris Abang Iyah sekretaris"


"oh ya udah"


Acha memutuskan panggilan, melempar hp nya ke meja di depannya, menjatuhkan kepalanya di lipatan tangannya.

__ADS_1


"Kenapa Cha?" tanya Sandra khawatir


Acha menggeleng kan kepala, tandanya tidak apa-apa.


"oh ya Cha nanti mau ikut kita kumpul-kumpul gak?" tanya diki


Acha mendongak melihat Diki.


" Lo sudah menjadi bagian dari Genk kita, kalau Lo gak keberatan" ujar Adam


Acha mengangguk dan kembali memainkan handphone nya, melihat kabar terbaru tentang BTS.


"San Minggu depan BTS konser, mau bareng gak ke sananya"


"Gw usahain ya Cha, gw harus ngumpulin duit dulu baru bisa kesana, ke negaranya gw aja belom pernah apa lagi ke konsernya"


"Masalah duit gampang, nanti gw beli tiketnya buat kita berdua yah" ujar Acha merangkul Sandra.


"Jangan Cha, nanti gw ngerepotin Lo"


"Ngomong apa sih Lo, kita kan sahabat"


"Makasih Cha, nanti kalau gw sudah gajian gw cicil"


Acha mengiyakan perkataan Sandra, dari pada dak jadi pergi ke Korea, lebih baik acha menyetujui.


"Jadi gak sabar gw Cha"


"ih sama loh, nanti kita di VVIP yah duduknya biar enak ngeliatnya"


"nanti kita ke mall dulu cari hadiah" ujar Acha lagi.


"Dasar fans fanatik" huhuhu ujar Devan.


Jam istirahat berakhir, itu artinya mereka harus kembali ke kelas untuk belajar lagi.


Acha menggandeng tangan Sandra menuju kelas.


Semoga kalian suka cerita pertama aku.

__ADS_1


__ADS_2