
Mereka makan bersama, udara yang dingin cocok dengan makanan yang masih hangat tersaji di depan mereka, beberapa dari mereka duduk di bawah lesehan.
Setelah siap makan mereka berencana untuk pergi ke supermarket yang tak jauh dari villa yang mereka tempati, Alaska langsung mengambil posisi tiduran di sofa tanpa berganti pakaian terlebih dahulu.
Mereka melakukan suit untuk menentukan siapa yang akan berbelanja dari suit tersebut terpilih Billy, Fathur, Febby dan Acha.
"Selamat berbelanja adik-adik tersayang" ejek Adam meninggalkan Acha yang menggerutu kesal.
"Gw ganti baju dulu setelah itu langsung jalan biar cepat siap" Acha naik ke lantai paling atas, di lantai atas terdapat 2 kamar yang saling berhadapan, Acha memilih kamar yang berada di kiri nya, dia membuka koper mengganti baju dengan dress rumahan lalu membasuh wajahnya setelah itu turun ke bawah menemui teman-temannya.
"Ayok" Billy mengenakan baju hitam dan celana hitam rambutnya berantakan membuat nya semakin seksi di mata Acha.
"Astagfirullah Acha" Acha memukul kepalanya pelan, satu persatu dari mereka masuk ke mobil Billy, Acha mau tidak mau harus duduk bersama Febby di kursi belakang.
"Dasar pembohong, penipu" ejek Febby menatap Acha sinis.
"Lo ngomong sama gw?" tanya Acha memainkan handphone.
"Lo pura-pura hamil biar gw gak jadi ngambil Aka dari Lo kan, itu gak mempan buat gw"
"Ya iyalah gak mempan kan Lo perempuan murahan upss" Acha menutup mulutnya seakan-akan kelepasan, Febby semakin tertantang untuk adu bacot sama Acha.
__ADS_1
"Apa Lo bilang? gw bakal rebut apa yang harusnya jadi milik gw" ujar Febby.
"Tuhan selain sebutan perempuan murahan ternyata sebutan perempuan gak tau malu lebih cocok buat Lo ******" Acha menatap rendahan perempuan di depannya.
"Lo gak sebanding sama gw, gw bisa aja nyuruh orang buat nyakitin Lo sedangkan Lo gak bisa apa, miskin aja belagu" ejek Acha benar-benar menginjak-injak harga dirinya.
"Udah lah malah berantem pula" Fathur melerai pertengahan mereka, mobil memasuki kawasan supermarket, mereka turun lalu mengambil troli.
"Cha Lo bahagia sama Alaska?" tanya Billy mendorong troli di samping Acha.
"Gw bahagia, tolong jangan tunggu gw, gw berharap Lo bisa cari kebahagiaan Lo bersama wanita yang mencintai Lo" Acha tersenyum hangat pada Billy dia memegang tangan Billy.
"Asal Lo bahagia gw seneng Cha, suatu saat nanti gw bakal berhenti ngejar Lo setelah bertemu dengan wanita yang Lo bicarakan tadi" Mereka kembali berbelanja kebutuhan untuk beberapa hari kedepan, selesai berbelanja Billy membayar lalu membawanya ke bagasi bersama Fathur.
"Gw mau Lo cari informasi mengenai seseorang, gw mau secepatnya" Acha mengirim foto Febby pada Fero.
"Nelfon siapa?" tanya Billy pada Acha yang sekarang duduk di sampingnya.
"Sekertaris Angkasa"
"Benar-benar perempuan murahan, Alaska gak cukup yah buat Lo sampai Lo ngejar CEO dari sebuah perusahaan terbesar di Indonesia" sinis Febby, Acha tersenyum misterius senyum yang membuat Febby bingung.
__ADS_1
🌺🌺🌺
Di villa Alaska mengamuk seperti orang kerasukan setelah mendengar Acha pergi bersama Febby.
"Kenapa Lo pada gak menghentikan Acha, Lo juga Len ngapain Lo ngajak dia"
"Gw gak tau kalau yang indah maksud itu Febby, mau gimana lagi gak mungkin gw nyuruh dia pulang" Ellen merasa tidak enak.
"Lo sebenarnya tolol apa goblok" kemarahannya semakin menjadi-jadi, Aka menatap indah benci.
Mobil Billy kembali memasuki pekarangan villa Acha, Acha mendengar Aka berteriak dari dalam, dia langsung turun sesaat setelah mobil berhenti.
"Ka kenapa?" tanya Acha memegang tangan Aka, mendengar suara dari pacarnya membuat kemarahan nya hilang, dia menabrak tubuh Acha mendekapnya erat.
"Lo gak papa?" tanya Aka masih memeluk Acha, wangi tubuh Acha benar-benar memabukkan siapapun yang memeluknya.
Acha dress.
Billy.
__ADS_1