Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Bertemu calon mertua.


__ADS_3

"San lu kenal sama kakaknya Alaska?" tanya Acha penasaran.


"Alaska kan sepupu gue nyokap gue adiknya bokap Alaska"


"Beneran?" Acha memastikan kalau pendengaran masih berfungsi dengan baik.


"Iya, nanti gue kenalin sama orang tuanya Alaska sekalian lu minta restu nanti"


"Terima kasih monyet kau memang sahabat baikku"


"Suka-suka hati lo lah"


"San nanti kita belanja di supermarket ya, gue mau beli buah" ujar Acha.


Sandra berhenti di supermarket sesuai permintaan Acha, Acha membelai parsel buah untuk di bawa ke rumah sakit, Acha kemudian membayar di kasir, lalu mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit.


🌺🌺🌺


Mobil Acha memasuki area rumah sakit Medika, Sandra memarkirkan mobilnya lalu mereka berdua pergi menuju resepsionis.


"Ruangan Anindita carabella azzahra di mana ya?" tanya Sandra.


"Sebentar yah saya cek dulu" suster itu langsung mengutak-atik komputernya.


"Pasien Anindita berada di ruangan mawar, dari sini kakak lurus saja di depan sana Kakak belok kanan disitu ruangan mawar" ujar resepsionis menjelaskan.


"Terima kasih" lalu keduanya pergi menuju ruangan Anindita, Acha menenteng parcel buah yang mereka beli saat perjalanan menuju rumah sakit.

__ADS_1


"Eh itu alaska bukan?" tunjuk Acha kepada Alaska yang berada tepat di depannya, dia sedang berbincang dengan seorang laki-laki paruh baya.


"Om Indra" Sandra menghambur kepelukan laki-laki yang iya panggil Om Indra tadi.


"Ya Allah nak kamu apa kabar?" tanya Om Indra mengelus lembut rambut Sandra yang sudah ia anggap seperti putrinya sendiri.


"Sandra baik Om, kalian apa kabar?"


"Kami juga baik nak"


Acha menatap bingung keduanya, gelagat Acha tak pernah lepas dari pandangan Alaska.


"Om kenalin ini teman Sandra"


Acha mengulurkan tangannya kepada Om Indra.


"Acha Om"


"Sandra sayangnya tante apa kabar nak?" tanya Tante Aliya berhamburan ke pelukan Sandra.


"Sandra baik Tan, kak Anin Bagaimana keadaannya?"


"Ya seperti inilah san"


"Gadis cantik ini siapa san?" tanya Tante Aliya.


"Acha Tan" Acha mengajak Tante Aliya berjabat tangan.

__ADS_1


"ini sahabat Sandra, Sandra tinggal di rumah dia" ujar Sandra.


"terima kasih ya nak Acha sudah mau menjadi sahabat Sandra" ujar Tante Aliya memeluk Acha.


"Sama-sama tante" Acha menyerahkan parcel yang ia bawa tadi kepada tante Aliya.


Alaska menghampar tikar agar centradana dia bisa duduk.


"Mbak kok bisa kecelakaan sih?" tanya Sandra.


"Tadi di perjalanan pulang sehabis belanja, ada geng motor, mereka pepet-pepet motor Mbak sampai motor Mbak keluar jalur terus jatuh"


"Geng motor? mereka pakai jaket warna apa?" tanya Alaska. Alaska memang tidak tahu menahu Apa yang membuat kakaknya jatuh dari motor saat dia sampai kakaknya masih diperiksa oleh dokter.


Alaska keluar dari ruangan kakaknya tangannya terkepal erat dia menahan amarah, tujuannya adalah menghampiri markas rivalnya.


aja mengikuti Alaska aku takut terjadi sesuatu kepada Alaska, Acha menghawatirkan dia. Alaska sampai di parkiran dia menaiki motornya, Acha ikut naik dan duduk di jok belakang Alaska.


"Turun"


Acha menggeleng.


"Gue bilang turun Lo tuli?" bentak Alaska.


"Gue pengen ikut lo gue khawatir sama lo, lo ngerti nggak sih" Acha kah tidak mau turun dan ikut Alaska.


"Gue nggak butuh rasa perhatian lo, gue juga nggak peduli tentang perasaan, yang gue tahu lu turun sekarang lu dengar enggak sih?"

__ADS_1


Alaska menancap gas nya saat tidak mendengar balasan dari Acha, motor yang tiba-tiba melaju kencang membuat Acha hampir terjungkal ke belakang, beruntung aja tidak sampai jatuh karena aja memeluk Alaska erat.


sebelumnya Acha sudah menghubungi yang lain untuk mengikuti motor Alaska.


__ADS_2