
Arthur duduk di depan Angkasa, terdapat kerinduan di mata keduanya, rindu kumpul bersama, rindu bahagia bersama "Abang ngapain disini? di tempat khusus CEO lagi?" tanya Arthur.
"Selamat menikmati" para pelayan membawa makanan pesanannya, mereka mulai makan bersama.
"Nanti malam Lo ada waktu?" tanya Angkasa di sela-sela makannya.
"Kayaknya ada kenapa?"
"Gw mau ngajak Lo makan malam, sekalian Lo ajak Mommy"
"Tanpa Acha?" Angkasa mengangguk, dia ingin menjalankan kehidupan normalnya tanpa memikirkan sang adik untuk pertama kalinya, dia juga lelah hidup tanpa di samping kedua orangtuanya, apakah Angkasa akan meninggalkan Acha seperti yang lainnya? akankah Acha akan hidup sebatang kara?
Mereka menyelesaikan makan siangnya "Abang yang punya agensi ini, Abang kesini karena permintaan dari mereka untuk mendebutkan boy group" Angkasa menjawab kebingungan sang adik.
"Arthur gak nyangka Abang bakal sesukses ini, jadi agensi yang sedang menaungi Arthur milik Angkasa" Mereka kembali ke aktif masing-masing, Angkasa melanjutkan rapatnya dan Arthur melanjutkan latihannya.
__ADS_1
🌺🌺🌺
Sore harinya Acha sedang bersiap-siap untuk menghadiri pesta, dia berpakaian secantik dan seseksi mungkin, dress warna hitam cocok untuk dia, setelah itu dia turun ruang tamu yang awalnya sepi sekarang meriah benar-benar seperti diskotik yang sudah berdiri lama, Acha juga menyewa DJ terkenal di ibu kota.
"Cantik" puji Billy.
"Thanks" Acha tersenyum manis, mereka sudah cantik dengan baju seksi mereka masing, di meja dekat DJ sudah tersedia berbagai macam minuman yang memiliki kadar alkohol tinggi.
"Lo udah ngaku kalah?" sindir Febby.
Jam 7 malam para tamu mulai berdatangan, juga dentuman musik sudah mulai, Acha tersenyum miring saat melihat raut wajah Febby.
"Silahkan om" Acha mempersilahkan mereka untuk masuk, Diki menghampiri Acha yang berdiri di pintu "Gila tamu undangan om-om semua"
"Bukan maen" ujar Devan menghampiri mereka berdua.
__ADS_1
"Lo tunggu sebentar lagi bakal ada kejutan untuk Lo pada" mereka memulai pestanya, Alaska tidak ikut ke dalam lingkaran setan, Acha duduk di meja bar sambil meneguk minuman keras, dia melihat Febby sedang di goda oleh om-om yang pernah menyewa dia, Alaska menghampiri dan duduk di sebelah Acha menghentikan Acha yang kembali meneguk minum.
"Lo udah mabuk" ujar Alaska.
"Ngapain lo perduliin gw? gw udah anggep lo mati semenjak lo lebih memilih percaya sama pacar lo" Acha mulai merancau tidak jelas.
"Gw minta maaf"
"Lagi? harus berapa kali lagi gw maafin lo? lo pernah mikirin perasaan gw gak? gw capek, lo minta maaf tapi lo ngulangin kesalahan yang sama berulang kali, disini ka, disini sakit, gw gak mau ketemu lo lagi begitupun sebaliknya, gw mau keluar dari Demon West" Acha memukul dada bidang Alaska beberapa kali, Alaska diam saja dia tidak menghentikan pukulan Acha.
"Gw nyesel udah suka sama lo, sekarang lo menyia-nyiakan gw nanti gw bakal buat lo gak pantes untuk gw, kalau lo udah tau kebenarannya simpan maaf lo karena gw udah gak mau denger lagi, lo tau mencintai lo adalah salah satu kesalahan besar yang pernah gw lakuin, seandainya yang gw cintai Billy gw gak bakal sakit hati, dia bakal ngejaga gw bukan malah menyia-nyiakan gw seperti lo" Acha berjalan dengan linglung menolak bantuan Alaska, dia melihat Febby sedang berjalan ke lantai atas bersama om-om tersebut.
"Memang yah sekalian murahan tetap aja murahan"
__ADS_1