Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Ancaman Acha.


__ADS_3

"Kenapa sih kelas kita jam terakhir olahraganya" Ujar Siska yang melipat seragamnya lalu masukkan ke dalam tas nya.


"Tahu tuh pak Saiful ada segini kok" Ucap Sandra membenarkan perkataan Siska.


"Yuk udah selesai belum?" tanya Acha.


"Sebentar aku tinggal melipat baju, kita bareng aja deh kenapa lapangan nya biar enak" ujar Riska.


Yang sudah selesai menunggu yang belum selesai agar bisa kelapangan bersama-sama. Setelah semuanya beres mereka pergi menuju lapangan basket bersama-sama, di sana sudah ada kelas lain yang menunggu.


"San kita olahraga bareng kelas 12 IPS 1?" tanya aja saat melihat Bianca dan teman-temannya sedang duduk-duduk di lapangan.


"Iyah, yuk kita kumpul sama yang lain" sandal menarik tangan Acha dan berkumpul dengan yang lainnya.


Melihat Acha dan Sandra memasuki lapangan Bianca dan antek-anteknya menghampiri keduanya.


"Heh perempuan murahan"


Acha menatap Bianca sinis, antek-anteknya yang melihat Acha menatapnya seperti itu nyalinya langsung ciut.

__ADS_1


"Ada apa Biancabe?"


"Tuh mulut nggak ada sopan sopan nya ya sama senior nya" Jawab temannya Bianca.


"Memang situ sudah pantas dianggap senior?" tanya Sandra.


"Kelakuannya juga nggak mencerminkan seorang senior yang seharusnya" Acha tertawa mengejek.


"Sudah yah biancabe gue lagi males berurusan sama lo pergi sana gue muak lihat muka lu mau muntah rasanya gw" acha mengibas-ngibaskan tangannya menguusir Bianca dan antek-anteknya.


"Lu itu diajarin sopan santun nggak sih sama orang tua lu apa begini sikap seorang Adek kelas kepada kakak kelasnya" ujar Bianca keras mengundang perhatian orang-orang.


"Apa kakak ingin membully ku lagi? belum puas apa yang kakak lakukan tadi kepadaku?Aku bahkan tampar oleh Papa kakak, kalian lihat pipiku sampai sekarang masih memar bibirku robek karena tamparan tadi apa salahku, aku bahkan tidak mengenalmu" Ujar Acha dramatis.


"Dasar anak Papa"


"Gue udah gedeg ya liat tingkah lo selama ini, kemampuan itu nggak seberapa bahkan otak to**l, tapi karena bokap lo, lo selalu menang di kejuaraan apapun itu"


"Orang berteman sama Lo karena bokap lo punya kuasa, gw yakin temen-temen Lo bahkan sudah muak ngeliat tingkah lo"

__ADS_1


Dan berbagai teriakan kebencian lainnya.


"Dia yang mulai duluan dia bahkan menendang perut gue" teriak Bianca tak terima dirinya dihina seperti itu.


"Sebenarnya teman gue salah apa sih sama lo, Lo bahkan sampai fitnah dia seperti itu" Sandra mendukung akting sahabatnya itu.


"Baiklah gue ngalah, karena hari ini hari terakhir kalian sekolah di SMA Angkasa" Ucap Bianca tertawa mengejek.


"Hari terakhir? Kenapa gue harus angkat kaki dari sekolah milik gw?" Bianca mencibir Acha sekolah dia katanya?.


"Punya lo, lo lagi mimpi?"


Acha mencengkram lengan Bianca dan membisikkan sesuatu kalimat yang membuat Bianca syok.


"Hidup lo akan berubah mulai besok, gue akan membuat hidup lo menderita, besok, besok bokap lo akan mendekam di penjara" Acha menghentikan ucapannya sebentar untuk melihat reaksi Bianca seperti apa.


"Lo gak lupa kan ucapan gue sebelum gue pergi meninggalkan ruang kepala sekolah, satu persatu orang yang lo sayang akan pergi ninggalin lo"


"Wah wah lu mulai ngaco karena ini hari terakhir lo" Bianca berusaha menyangkal semua ucapan Acha.

__ADS_1


"Gue punya bukti bahwa bukan korupsi selama ini hahaha Lo pikir gw gak tau?" Acha mendorong tubuh Bianca.


__ADS_2