Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Selamat tinggal.


__ADS_3

Acha tersenyum saat camera menyorotnya, wajahnya muncul di layar besar, adik kelas mulai muncul satu persatu di panggung, semuanya bersorak saat lagu senorita terdengar apalagi tarian mereka meliukkan tubuhnya.


"Beri tepuk tangan untuk penampilan mereka, baiklah kita memasuki acara penghargaan, dan voting untuk king and queen dibuka" seru MC tak kalah heboh. Acha melihat dirinya dan Alaska menjadi kandidatnya.


"The most inspiring beauty, selamat kepada anada Acha Dirgantara yang telah memenangkan penghargaan tersebut, silahkan Acha memberikan pidatonya" Acha menaiki panggung dia menerima piala tersebut "Sepertinya mata kalian masih berfungsi dengan baik"


Malam itu Acha menerima 4 penghargaan, the most inspiring beauty, celebrity of social media, seksi female, the most populer.


Jam 20.00 voting berakhir, di layar pasangan Acha dan Alaska unggul, mereka mendapatkan banyak suara di bandingkan yang lainnya, 80 persen untuk mereka.


"Selamat tahun ini Acha dan Alaska menjadi king and queen SMA Dirgantara, silahkan kedunya maju" Alaska menghampiri Acha yang duduk tak jauh darinya, mengulurkan tangannya, mau tidak mau suka tidak suka Acha harus menerima uluran tangan tersebut.


"Terimakasih sudah menjadikan kami king and queen SMA Angkasa, tapi maaf kami berdua sudah tidak memiliki hubungan apapun dan gw bakal memberikan penghargaan ini untuk Febby, Febby silahkan maju" ujar Acha, Febby berdiri menghampiri mereka dengan percaya dirinya, Acha memberikan piala dengan suka rela, Acha turun dari panggung menghampiri Angkasa.


"Acha mau pulang" Angkasa kembali naik panggung, mendorong Alaska jangan lupakan tatapan sinis nya untuk keduanya.


"Saya harus mengantarkan adik saya pulang, kalian silahkan melanjutkan pestanya" Angkasa dan Acha keluar hotel, Billy mengejarnya.

__ADS_1


"Bang biar gw aja yang nganterin Acha"


"Gak usah deh bil, ini kan acara lo" tolak Acha halus.


"Gak papa biar gw aja, gw gak menerima penolakan" Billy mengambil mobilnya ke parkiran.


"Gak papa, ini hari terakhir kalian bersama, bilang sama Billy kasian dia yah" ucap Angkasa setelah itu mobil Billy berada di depan Acha, keduanya pergi dari hotel di sepanjang perjalanan Acha memikirkan ucapan Angkasa, apa dia harus memberitahukan pasal kepergian nya pada Billy.


"Cha?"


"Ada apa?"


"Gw tau, tapi gw gak bisa, Lo harus janji sama gw"


"Janji apa?"


"Lo harus menjalani kehidupan dengan baik meskipun gw gak ada nantinya" Acha menyandarkan kepalanya di bahu Billy.

__ADS_1


"Memang Lo mau kemana?" Mereka sampai di mension Acha sebelum Acha turun Billy menarik tangan Acha memeluknya erat.


"Terimakasih sudah menjaga gw selama ini" Acha mencium aroma tubuh Billy dalam-dalam mungkin nanti dia akan rindu orang yang mempunyai aroma seperti itu, Billy melepaskan pelukannya dia mencium kening Acha lama tak terasa ada tetesan air mata di pipinya, mungkin saking sayangnya sayangnya dia padanya.


"Selamat Billy" Acha turun dari mobil lalu masuk mension setelah mobil Billy pergi, Acha memasuki kamarnya mengambil paspornya karena malam ini dia akan meninggalkan ibu kota, Acha tidak membawa baju apapun dia akan beli disana nanti setelah sampai lalu dia berganti baju tak berapa lama Angkasa dan Fero juga sampai di mension, Acha langsung turun setelah mengambil tas yang berisi paspor dan segala macam dan Oma Opa sudah kembali ke negaranya tadi pagi.


"Yuk bang"


"Sudah siap, paspor dibawa?" tanya Angkasa, Acha mengangguk lalu mereka naik mobil menuju bandara, Acha menikmati pemandangan kota malam hari untuk terakhir kalinya.


"Selamat tinggal semua, selamat tinggal Billy, di kota ini aku pernah merasa hancur sehancur-hancurnya" batin Acha setelah itu mobil mereka memasuki bandara, lalu pergi ke jet pribadi Angkasa jam 22.00 malam mereka melakukan perjalanan menuju Amsterdam.




__ADS_1



__ADS_2