
Di sepanjang perjalanan menuju kelas Billy tak henti-hentinya menatap Acha, Acha mengingatkan nya terhadap sosok teman kecilnya dulu.
Acha tahu sedari tadi Billy menatap lekat dirinya.
"Aduh duh biasa aja kali lihatnya nanti suka kayak mana, kasihan kan Alaska nanti dia punya saingan baru" ucap aja sambil memukul tangan Billy.
"Nanti pulang bareng ya gue tunggu di parkiran sama yang lain"
"Kan biasanya memang selalu bareng pulangnya" hujan Acha lalu memasuki ruang kelasnya.
Acha duduk di kursinya yang terletak di belakang, di sana sudah ada Sandra yang tengah memainkan handphonenya.
"San Ada makanan nggak laper nih gue"
Sandra mengeluarkan roti dan sekotak susu coklat dari dalam lokernya.
"Terima kasih monyet kau memang sahabat terbaikku"
"Lantam kali itu mulu" ucap Sandra yang kembali fokus dengan handphonenya.
"Selamat siang anak-anak" Salam Bu Anggit guru kimia mereka.
"Selamat siang juga Bu" Jawab murid-murid secara serentak.
__ADS_1
"Keluarkan buku kimia buka bab 3 hari ini kita akan mempelajari laju reaksi"
"Baik bu" Semua siswa mulai membuka bukunya masing-masing, kecuali dua orang dibelakang sana yang satu fokus makan dan satu lagi fokus memainkan handphonenya.
"Acha Sandra letakkan dulu roti nya dan handphonenya" Perintah bu Anggit tidak mau dibantah.
"Bu kami berdua tadi sudah dihukum pak narno keliling lapangan 20 kali putaran, lalu tadi kami di panggil oleh kepala sekolah, lihatlah pipi saya memar dan Bibi saya robek karena ditamparnya membela bilang ke anaknya, biarkan saya makan kita tidak akan mengganggu pembelajaran ibu" hujan aja merayu Bu Anggit akan memperbolehkannya makan.
"terserah kalian saja tapi jangan diganggu murid-murid lainnya yang tengah belajar"
"Ibu akan memberikan kalian waktu 20 menit untuk mempelajari laju reaksi, setelah itu kita akan tanya jawab untuk mengambil nilai"
Anak-anak mulai fokus membaca laju reaksi, 20 menit telah berlalu.
"Bu 20 menit terlalu pendek untuk kita yang belajar satu bab" Protes Wawan.
"Jelaskan mengapa kenaikan suhu dapat mempercepat laju suatu reaksi!" tanya Bu Anggit.
Acha mengangkat tangannya tanda dia tau jawabannya.
"Meningkatnya energi kinetic menyebabkan meningkatnya frekuensi tabrakan antar molekul-molekul reaktan sehingga lebih cepat mencapai energi aktivasi maksimum untuk bereaksi." Jawab Acha percaya diri.
Bu Anggit takjub melihat Acha mengetahui jawabannya, sedari tadi saat teman-temannya fokus memahaminya isi buku Acha malah enak-enak makan rotinya.
__ADS_1
Bu Anggit mengangguk pertanda jawaban Acha benar.
"Jelaskan bagaimana cara untuk mempercepat laju suatu reaksi!" tanya Bu Anggit membaca pertanyaan kedua.
"Bu Siska, Menambah konsentrasi zat reaktan. Menambah konsentrasi reaktan sama dengan menambah molekul-molekul reaktan. Penambahan molekul menyebabkan semakin seringnya terjadi tumbuhan antar molekul sehingga energi reaksi akan lebih cepat terjadi.
"Siska benar" Bu Anggit memberi nilai Siska.
"Baiklah ini pertanyaan terakhir, Suatu reaksi kimia membutuhkan waktu 40 detik untuk bereaksi pada suhu 20 derajat celcius. Diketahui bahwa setiap kenaikan 10 derajat, menyebabkan laju reaksinya lebih cepat dua kali lipa dari semula. Tentukan berapakah waktu yang diperlukan untuk bereaksi pada suhu 40 derajat celcius!"
Sandra berdiri dari tempat duduknya, dia mengambil spidol lalu menuliskan jawabannya di papan tulis.
"Hitunglah selisih waktu reaksi normal dan saat suhu dinaikkan:
Δt \= 40 – 20 \= 20 derajat celcius
Kenaikan laju reaksi \= Δt : 10 \= 2 kali lipat
t⁴⁰°C \= t²⁰°C x (½)² \= 40 x (½)² \= 40 x ¼\=10.
Bu Anggit memeriksa jawaban Sandra dan ternyata benar. Bu Anggit memberi jembol kepada Sandra karena kepintarannya.
Pembelajaran kimia berakhir pelajaran berikutnya adalah olahraga sama seperti pada umumnya anak laki-laki akan keluar untuk berganti pakaian sedangkan anak perempuan berganti pakaian di dalam kelas.
__ADS_1