
"Mau langsung pulang gak?" tanya Angkasa.
"Enggak deh bang, Acha tetap di sini aja, lagian Abang juga harus ke kantor kan" jawab Acha.
"Yaudah kalau begitu Abang pergi dulu, kalau ada apa-apa langsung hubungin Abang yah" Angkasa mencium lembut kening Acha.
"Jagain" perintah Angkasa, sebelum pergi Angkasa menatap Diki tajam, saat pandangan mereka bertemu Angkasa memberikan isyarat melalui tatapan matanya.
"Jadi si anak baru itu adiknya pemilik sekolahan ini?"
"Mulai sekarang gw gak boleh cari masalah sama dia"
"Bener, gw juga masih mengharapkan kehidupan sekolah yang damai tanpa gangguan siapapun"
"Gw jadi penasaran rupa orang tua mereka seperti apa secara kan ya anak-anak nya sempurna banget"
Desas-desus para siswa yang masih terdengar jelas di telinga Acha, sepertinya Acha menjadi topik hangat di kalangan para siswa karena dia adiknya Angkasa.
"Cha liburan ini mau kemana?" tanya Sandra. 2 Minggu lagi kelas 12 akan menghadapi Ujian Nasional otomatis kelas 10 dan 11 akan di liburkan untuk beberapa hari ke depan.
"Paling ke Jerman mau tengokin Oma sama Opa"
"Cih sok-sok an mau ke Jerman, memang bisa bahasa Jerman?" Ejek Diki.
"Es könnte sein" (Bisa lah)
"Lo beneran mau ke Jerman?" tanya Fathur.
"Memang tampang gw tampang tukang bohong?" tanya Acha.
__ADS_1
"Sedikit" cengir Fathur.
"Tuh mulut yah, jadi Daddy gw itu asli Jerman, mangkanya gw bisa secantik ini" Acha mengibas-ngibaskan rambut indahnya.
"Ikut lah kita kesana" bujuk Ade.
Handphone Acha berdering, Omanya yang menelfon.
"Hallo Oma Opa" sapa Acha.
"Hallo Enkel, schöne Oma" (Hallo cucu Oma yang cantik)
"Wie geht's Euch, Leute?" (Kalian apa kabar) tanya Acha, Acha merindukan sosok mereka berdua.
"Wir sind gut, Schatz, du da, wie geht es dir?" (kami baik sayang, kalian disana apa kabar?) tanya Oma nya.
"Wir sind auch gut" (kami juga baik).
"Oma hat oft gespielt" (Oma banyak kali dramanya) ujar Acha terkekeh.
"In zwei Wochen werden wir nach Deutschland gehen, Acha, und Achas Freunde bitten, in Ordnung zu sein?" (Dua Minggu lagi, kita akan pergi ke Jerman, Acha boleh kan ngajak teman-teman Acha)
"OK, bitte"
'Ja, Acha hat das Telefon ausgeschaltet. Nun, Acha wird bald hereinkommen" (Ya sudah Acha matiin telfonnya yah sebentar lagi Acha masuk).
"Ja, gut da" (Iyah baik-baik yah disana) pesan opanya.
"Ja, du musst dir keine Sorgen um uns machen" (Iyah, kalian tidak perlu mengkhawatirkan kita) lalu Acha mematikan sambungan teleponnya.
__ADS_1
"Lo dari tadi ngomong apaan dah?" tanya Adit.
"Kalian jadi ikut kan ke Jerman?" tanya Acha.
"Memang boleh?"
"Boleh lah, sekalian nanti kita pergi ke tempat-tempat bagus"
🌺🌺🌺
Di China.
Seorang laki-laki tengah beradu akting dengan lawan jenisnya, laki-laki tersebut bernama Arthur Fahreza Dirgantara atau lebih di kenal dengan nama populer Lin Yi. Perempuan itu terlihat ragu-ragu saat ada adegan dimana dia harus memeluk.
"Méiguānxì, zhǐshì biǎoyǎn" (Tidak apa-apa ini hanya akting) ujar sutradara mereka.
Sutradara memberikan contoh memeluk Lin Yi yang benar agar hanya 3 kali take. Setelah proses pengambilan beberapa adegan mereka break sejenak.
Visual.
Acha.
Alaska putra Sidanta
Arthur Fahreza Dirgantara aka Lin Yi.
__ADS_1