Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Ancaman Angkasa.


__ADS_3

"Ka mampir gak?" tanya Acha pada Aka yang tengah membukakan helmnya. Angkasa mampir ke Mension keluarga Dirgantara lalu memarkirkan motornya di halaman dekat kolam ikan. Acha melihat mobil Angkasa sudah terparkir rapi di garasi artinya dia sudah pulang, Acha menggandeng tangan Aka menuju ruang tamu, seperti biasa Bi Ina akan menawarkan minuman pada tamu.


"Mau minum apa den?" tanya bi Ina.


"Terserah bibi saja" bi Ina pergi menuju belakang membuat kan Aka minum, Acha menelfon Angkasa memberitahu bahwa Alaska mampir. Tangan keduanya masih saling menggenggam sampai Angkasa turun melalui lift.


"Udah tadi ka?" tanya Angkasa ramah dia duduk di depan Aka.


"Baru aja sampai" jawab Aka.


"Kalian berbicara lah dulu Acha mau ke kamar mau mandi" Acha pergi meninggalkan mereka berdua, tatapan Angkasa yang ramah berubah dingin tanpa ekspresi.


"Sejak kapan Lo pacaran sama dia?" tanya Angkasa menyilang kakinya angkuh.


"Baru seminggu"


"Lo beneran sayang sama Acha atau Lo jadiin Acha koleksi Lo aja?" pertanyaan Angkasa tidak dapat di jawab Alaska.


"Gw gak masalah Acha pacaran sama siapa termasuk Lo asal dia bisa bahagiakan Acha tidak membuat Acha menangis tapi gw gak terima kalau Lo bentak-bentak Acha di keadaan seperti apa, sekali Lo nyakitin dia jangan harap bisa bertemu dia lagi, gw Angkasa akan membawa Acha pergi jauh dari Lo sampai Lo gak bisa nemuin dia di negara manapun, Lo tau sendiri Acha harta satu-satunya yang gw punya" ujar Angkasa santai namun memberikan peringatan di setiap ucapannya.

__ADS_1


"Gw janji akan hal itu, Lo bisa pegang janji gw"


"Bagus" Angkasa memamerkan senyum andalan nya.


Mereka kembali berbincang-bincang mengenai Demon West, Aka memutuskan untuk pamit tanpa menunggu pacarnya.


Acha memasuki kamar, dia melihat Sandra sedang melamun menikmati hiruk-pikuk Jakarta dari jendela kamar. Acha menepuk pundak Sandra hal itu membuat Sandra kembali ke kenyataan.


"Udah pulang?" tanya Sandra, kadang Acha bingung mau jawab seperti apa padahal orang yang bertanya sudah tau kalau dia sudah pulang.


"Emm, Lo kenapa, ada masalah?" tanya Acha.


"Apa gak sebaiknya Lo nyusul nyokap Lo?"


"Gw gak punya cukup uang untuk nyusul ibu"


"Masalah uang Lo tenang aja, sebaiknya Lo pesan tiket untuk besok, kayaknya gw gak bisa ikut gak papa kan?" tanya Acha tidak enak.


"Gak papa gw malahan terimakasih banget sama Lo" Sandra memeluk Acha.

__ADS_1


"Gw ketemu sama mantannya Aka tadi di mall" ujar Acha.


"Terus gimana?" tanya Sandra sambil mencari tiket di sebuah aplikasi.


"Yang gw liat, Aka tidak memperdulikan keberadaan perempuan itu"


"Lo harus hati-hati gw yakin perempuan itu kembali ada maksudnya, mungkin dia ingin merebut Aka dari Lo"


"Ya kan, gw juga mikir kayak gitu" Acha merenggut kesal kehadiran dia membuat hati Acha tidak tenang.


"Alaska juga menceritakan masa lalunya tadi"


"Berarti Aka sudah mempercayai Lo, gw aja meskipun sepupunya gak tau tentang masalah Aka dan mantannya, gw tau Aka seperti apa dia tidak akan menceritakan masalahnya apa lagi masa lalunya" ucap Sandra, Acha mengangguk.


"Gw mandi dulu lah gerah" Acha mengambil baju piyama di lemari, Sandra menelfon om Herman memberi tahunya kalau dia akan menyusul ibunya, awalnya om Herman melarangnya karena khawatir namun Sandra sudah tidak peduli lagi.


"Bu tunggu Sandra, Sandra akan menjemput ibu dan membawa ibu pulang" memikirkan ibunya membuat Sandra kembali menangis, dia teringat saat bapaknya pergi meninggalkan mereka berdua, betapa hancur hati Sandra di sakiti oleh cinta pertama dalam hidupnya, Sandra beranjak dari duduknya pergi menuju walk closed mengambil koper dan memasukkan beberapa baju.


__ADS_1


__ADS_2