
Lama mereka menunggu tapi tidak ada kemunculan dari sang Daddy, hingga sekolah mulai sepi, semua murid telah pulang tinggal keduanya yang masih duduk-duduk di pos satpam.
"Pak Acha boleh pinjam ponsel bapak?" tanya Acha kepada satpam sekolah.
Satpam menyerahkan ponselnya kepada Acha, lalu Acha menyerahkan ponsel kepada abangnya karena Acha tidak hafal nomer telfon Daddy.
Arthur mengetik kan dial Daddy aarick, panggilan pertama tidak terjawab, panggilan kedua baru di jawab.
"Daddy dimana?" tanya Arthur di seberang.
"Maaf nak, Daddy telat jemput kalian, Daddy tengah rapat sekarang, Daddy akan menyuruh sopir untuk menjemput kalian" ujar sang Daddy.
"Pokoknya Arthur gak mau tau, kita mau di jemput Daddy kalau tidak, kita tidak akan pulang" Ucap Arthur dengan nada sedikit kesal.
"Baiklah sebentar lagi Daddy akan kesana, jangan kemana-mana dulu sampai Daddy sampai" peringatan Daddy.
"Saya ada urusan mendadak ,kita akan tunda rapat 1 jam ke depan" aarick meninggalkan kantor menuju sekolah anak-anak, mereka membungkuk setiap kali bos mereka melewati meja mereka.
Sambungan telepon lalu terputus, Arthur mengembalikan ponsel pak satpam tak lupa mengucapkan terima kasih.
__ADS_1
"Bang apa gak sebaiknya, kita di jemput sopir di rumah aja, kasian Daddy harus bolak-balik kantor" Acha merasa tidak enak kepada nya.
"Gak papa, lagian Daddy sudah menuju kesini" ujar Arthur.
Mereka kembali bercanda gurau, 1 jam lebih semenjak mereka menelfon tadi, namun mobil Daddy belum terlihat juga, padahal jarak dari kantor dan sekolah cuma setengah jam.
Tit
Mobil berhenti tepat di depan mereka, bukan mobil yang biasa Daddy pakai setiap hari, mang Udin keluar dari mobil menghampiri anak majikannya.
"Kok mang Udin yang jemput Daddy kemana" tanya Acha heran Arthur juga sama herannya dengan Acha pasalnya tadi Daddy yang akan menjemput mereka.
"Tuan menunggu di rumah" mang Udin menggiring mereka menuju mobil, di kursi belakang Angkasa tengah duduk.
Angkasa tersenyum manis menyambut kedua adiknya.
Sepanjang perjalanan Acha melamun, perasaannya tidak enak semenjak tadi, ada apa ini? kenapa aku terus memikirkan Daddy.
"Acha" Angkasa menepuk pundak Acha.
__ADS_1
"Ada apa bang" tanya Acha.
"Kok melamun ada apa?" Angkasa balik bertanya.
🌺🌺🌺
Mobil memasuki pekarangan rumah, saat ini rumah yang biasanya sepi mendadak rame, bendera kuning terpasang di depan rumah mereka.
"Bang kenapa ini?" tanya Acha hampir menangis.
Mereka bertiga turun dari mobil, berlari menuju rumah, mereka ingin memastikan ada apa sebenarnya.
"Mom" panggil Arthur, Mommy menangis di dekat keranda, dia menangis histeris.
"Ada apa mom?" tanya Acha menghampiri Mommy nya.
Mommy tidak menjawab pertanyaan mereka, satu persatu mulai mendekati mayat yang tengah di kafani , disana mereka terlihat jelas muka pucat Daddy nya, ada beberapa luka yang menghiasi wajah Daddy.
"Kenapa mas ninggalin aku sama anak-anak, apa yang harus aku lakukan tanpa kamu di sisiku, kenapa kamu tega meninggalkan aku dan anak-anak yang masih memerlukan kehadiran dari dirimu" ujar sari menangis sekencang-kencangnya.
__ADS_1
Arthur dan Angkasa menangisi kepergian orang tersayang mereka, sanak saudara ikut menenangkan anak-anak, sedangkan Acha terpaku.
"Daddy meninggalkan ku, Daddy meninggalkan ku" setelah itu semuanya gelap, Acha jatuh pingsan beruntung Angkasa dengan sigap menangkap tubuh kecil Acha.