
Acha selalu berfikir kenapa dia sangat mencintai laki-laki yang sering menyakiti hati nya, di sepanjang mereka berjalan-jalan Acha banyak mengambil foto dengan Alaska, walau mereka harus beradu mulut dulu untuk satu foto.
Setelah 2 hari menambah liburan mereka, sore harinya mereka sudah berada di Bandara Soekarno-Hatta, dengan tambahan 2 orang, Oma Opa ikut bersama mereka ke Indonesia. Oma juga meminta Sandra untuk tetap tinggal bersama Acha kalau bisa selamanya, dia khawatir jika Sandra harus tinggal sendirian di kosan yang hanya lebarnya beberapa petak itu.
Opa meninggalkan semua tanaman kesayangan, tanamannya kini di rawat oleh orang kepercayaannya, 2 mobil Van dan 1 mobil pribadi milik Angkasa sudah standby di depan bandara untuk menjemput kepulauan mereka.
🌺🌺🌺
"Gila capek banget" ujar Sandra merebahkan tubuhnya.
"Padahal kita kan cuma duduk-duduk aja" ucap Acha terkekeh.
"Sudah sampai mana hubungan Lo sama Alaska?" tanya Sandra.
"Gak ada kemajuan sama sekali, gw capek san kalau gini terus" keluh kesah Acha.
"Ya Lo harus sabar-sabar ngadepin Alaska, dia memang seperti itu, tapi sekalinya dia suka sama perempuan dia akan tidak akan melepaskan nya apapun yang terjadi" Sandra memeluk Acha dari samping.
"Karena sifatnya itu yang membuat dia masih terjebak dalam masa lalunya" jawab Acha.
"Pelan-pelan Lo pasti jadi orang yang spesial untuk Alaska apa lagi akhir-akhir ini Alaska sering gw perhatiin sering liatin Lo meskipun Lo gak sadar"
__ADS_1
"Demi apa?" tanya Acha kegirangan.
"Mangkanya neng peka sama sekitar, biar Lo tau" jawab Sandra memukul lengan Acha.
"Hehe berarti Alaska mulai suka sama gw"
"Liatin Lo bukan berarti Aka suka sama Lo" ucapan Sandra membuat harapan Acha kembali pupus.
"Sandra" teriak Acha.
"Yaudah gw gak bakal bantuin Lo jadian sama Fero" Acha balik menggoda Sandra.
"Gila Lo yah mana mungkin gw suka sama manusia bisu kayak dia" Sandra kembali mengingat pertemuan pertama mereka.
"Memangnya dia belum punya pacar yah?" tanya Sandra penasaran.
"Intinya gini deh, Lo suka apa enggak sama Fero?" tanya Acha.
"Suka sih Cha" jawab Sandra terkekeh.
"Yee markonah" mereka tertawa bahagia, Acha cukup yakin kalau sebentar lagi cintanya tidak akan bertepuk sebelah tangan lagi.
__ADS_1
🌺🌺🌺
Anin yang mendengar berita sang adik sudah pulang dari Jerman langsung pergi ke kamar Alaska tanpa mengetuk pintu seperti biasanya.
"Sudah berapa kali gw bilang kalau mau masuk ketuk pintu dulu kenapa, tangan mbak juga gak bakal patah perkara ngetuk pintu doang" ujar sang empu kamar marah-marah, Alaska tengah memainkan PS 2.
"Alah udah kebiasaan kali" Anin tidur di ranjangnya.
"Gimana liburan?" tanya Anin.
"Biasa aja" Jawab Alaska datar.
"Adek gak bawa oleh-oleh untuk mbak atau Mama gitu?"
"Gak tau lah mbak, cari aja sendiri aku lupa"
Anin menonton Alaska yang asyik bermain PS nya tanpa mengalihkan perhatian sedikit pun.
"Mbak mau ngomong sesuatu sama Alaska"
"Apa?"
__ADS_1
"Mbak suka sama Roy" Anin menyukai rival sang adik, dia mengingat pertemuan mereka pertama kali, laki-laki yang berhasil mencuri hatinya. Roy membantu nya saat dia di ganggu oleh laki-laki yang tidak dia kenal saat perjalanan menuju rumah setelah selesai kelas, dengan gagahnya Roy menghajar mereka seorang diri.