
Di kelas 11 IPS 1, mereka lagi heboh-heboh nya membahas topik yang tengah panas yang beredar di SMA Angkasa, banyak siswa yang patah hati, Genk Demon West diisi oleh laki-laki tampan dan pentolannya ada di sekolah SMA Angkasa, mereka famous di sekolah masing-masing terutama Alaska selaku ketua genk.
"Mereka sudah pacaran kayaknya" ujar nur menikmati cemilan tak bisa di pungkiri hatinya sakit mendengar berita mereka berkencan.
"Kok bisa yah? padahal selama ini Alaska selalu menolak kehadirannya"
"Kenapa pula gak bisa, Acha aja cantiknya masyaallah gw aja yang cewek suka sama wajah Acha"
Pricilia masuk kelas dengan marah, dadanya bergerak cepat, dia juga mendengar kabar bahwa Aka dan Acha tengah menjalin hubungan apa lagi mereka saat ini tengah bolos bersama.
"Lo kenapa?" tanya santi teman dekatnya.
"Gw gak suka sama Acha, gw gak suka sama hubungan mereka, kegatelan banget jadi cewek kok bisa Alaska suka sama dia" Fathur menghampiri Pricilia dia menggebrak meja keras, Fathur tidak terima kalau teman-temannya di jelek-jelek kan apa lagi sampai di hina.
"Kalah saing Lo sama Acha? wajar lah mereka pacaran secara Acha cantik cowok manapun pasti suka sama dia, kalau Aka pacaran sama Lo baru perlu dipertanyakan, Lo sama Acha ibarat langit dan bumi gak bisa di bandingkan" Fathur menginjak-injak harga diri Pricilia di depan banyak orang.
__ADS_1
"Dasar perempuan murahan" bisik Adit setelah itu mereka pergi menuju kantin.
Pricilia tidak menanggapi ucapan Fathur dengan Adit, dia takut berurusan dengan Demon West yang terkenal sangat kejam, dia menelfon Bianca mengajaknya bertemu sepulang sekolah nanti, memang semenjak kejadian beberapa Minggu yang lalu Bianca memutuskan untuk berhenti sekolah.
"Tunggu aja Cha, gw bakal bikin Lo hancur sehancur-hancurnya, Lo tunggu aja Acha Dirgantara"
🌺🌺🌺
Acha dan Anin masih berbelanja, beberapa sudut terbeli Acha mendorong troli belanja.
"Wah anda terlalu meremehkan saya" Anin tertawa mendengar ucapan Acha, setelah itu mereka lanjut mengelilingi supermarket. Acha mengganti troli karena sudah terlalu penuh tidak akan muat kalau diisi lagi.
"Mbak mau beli cemilan gak?" mereka melewati rak-rak yang berisi berbagai cemilan. Anin mulai memasukan Snack-snack dengan rakus apa saja yang di pegang nya harus di beli, sedangkan Acha hanya membeli beberapa Snack kesukaannya saja.
Mereka menghabiskan waktu hampir 1 jam untuk berbelanja, mengisi troli 2 sampai 4, setelah membayar semua, mereka mulai memasukan nya ke bagasi mobil, Sebelum pergi Acha menerima pesan dari Billy, dia bertanya Acha sedang berada di mana.
__ADS_1
"Gw lagi di rumah Aka, ada apa?" balas Acha, namun pesannya tidak di balas oleh Billy dia hanya membacanya.
Kali ini Acha yang menyetir mobil, Anin sudah tepar, tidak ada pembicaraan selama perjalanan pulang karena Anin tertidur, jam 04.20 mereka sampai di rumah Aka, sebelum turun Acha membangunkan Anin terlebih dahulu, dia membuka bagasi lalu menenteng beberapa belanjaan mereka, mereka membawa beberapa kantong plastik namun tidak semua karena keterbatasan energi.
"Bunda" teriak Anin ngos-ngosan, bukannya bunda yang keluar melainkan Aka dengan rambut berantakan.
"Tolong ambilkan sisa belanjaan di bagasi" Anin meminta tolong pada adiknya.
Acha menyenderkan tubuhnya di sandaran sofa, Anin melanjutkan tidurnya lagi di ruang tamu, karena memang sudah kelelahan dan cucunya lagi mendung mendukung mereka untuk segara tidur. Alaska membawa sisa belanjaan meletakkan nya di dapur, bunda keluar setelah membereskan buku-bukunya.
"Mbak sama Acha mana?" tanya Aliya, jemari Aka menunjuk ke ruang tamu dimana mereka sedang tertidur dengan pulas.
"Kamu suruh Acha tidur di kamarmu, di kamar Mbak mu gak mungkin karena kasurnya cuma untuk satu orang, tapi inget jangan macam-macam"
Acha Alaska pict.
__ADS_1