Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Penyakit Acha.


__ADS_3

DIRGANTARA Crop


"Nona pergi sama Genk Demon west, tadi saya sudah menawarkan nona buat kekantor bareng saya namun nona gak mau" ujar Fero setelah memasuki ruangan Angkasa.


Angkasa langsung mengambil handphone nya untuk menelfon Adam, Adam tak kunjung mengangkat telfon Angkasa, hingga Angkasa memutuskan untuk menelfon Ellen, panggilan pertama langsung di angkat.


"Acha ada disitu"


"Iyah ada disini"


"Gimana kondisinya?"


"Acha baik-baik aja angkasa, kenapa memang?" tanya Ellen bingung.


"Dak papa sayang, aku cuma mau memastikan apa Acha baik-baik aja, karena ponsel Acha mati, oh ya nanti malam ada waktu?"


"Sepertinya ada kenapa?"


"Nanti aku jemput kamu jam 7, kita makan malam bareng, aku juga udah nyiapin kejutan untuk nanti malam"


"Baiklah, by sayang", sambungan terputus, Ellen tersenyum senang, dia sangat mencintainya, meskipun hubungan mereka masih berjalan 3 bulan, namun Ellen sangat bahagia karena memiliki Angkasa di hidupnya.


"Cie yang nanti mau ngedate" teriak Sandra.


Semua melihat Ellen termasuk Acha yang dari tadi sibuk menonton MV bias nya.

__ADS_1


"Gw gak tau kalo Lo udah punya pacar" ujar Acha kembali fokus ke hp nya.


Ellen gugup mendengar ucapan Acha, matanya bertemu dengan Devan, Devan menggeleng kan kepalanya, hanya dirinya, Diki dan Alaska yang tau jika Ellen berpacaran dengan Angkasa. Diki menghampiri Sandra yang sudah mabuk, mengajaknya pulang.


Hari sudah mulai sore, sebentar lagi akan malam, jadi sebagai dari mereka memutuskan untuk pulang


"Cha Lo pulang sama siapa?"


"Acha sama gw" ujar Alaska yang sudah mengenakan jaket kulit.


"Len Lo gak pulang? nanti Lo telat nge date sama Angkasa" ucap Diki keceplosan.


Ellen segera menginjak kaki Diki dengan keras, Lo pengen gw Hajar, gimana kalau Acha sampai denger.


"Sialan loh" Maki Ellen lalu pergi, di luar dia bertemu Acha yang belum pulang, Acha tersenyum melihat Ellen, apa Acha denger omongan Diki"


"Len minta nomer Lo dong, biar enak kalau ada apa-apa"


Ellen memberikan nomernya kepada Acha, Ellen bersyukur Acha tidak mendengar yang tadi. Alaska melempar jaketnya kepada Acha, untuk menutupi rok Acha yang pendek.


"Pakai, gw gak mau nanti orang ngiranya gw lagi bonceng cabe-cabean"


Acha langsung mengenakan jaket Alaska di pinggangnya, lalu menaiki motor Alaska.


"Lo pada hati-hati" ujar Billy yang masih di markas dengan beberapa orang yang lebih memilih untuk tidak pulang, Acha tersenyum kepada Billy, menampakkan lesung pipinya, untuk sesaat Billy terpesona oleh kecantikan Acha.

__ADS_1


Motor Alaska pergi menjauh dari markas melewati jalan setapak di tengah-tengah hutan, lalu motornya sampai di jalan raya, membelah kepadatan di jalan tersebut.


30 menit kemudian mereka sampai di Mension megah milik Acha, ralat milik abangnya.


"Ka masuk dulu" tawar Acha


"Gak usah Lo suruh gw juga masuk" meninggalkan Acha yang mencebikan bibirnya, mobil Angkasa sudah terparkir sempurna di halaman.


"Assalamu'alaikum bang" ujar Acha memasuki Mension, abangnya tengah berbicara dengan Alaska.


"Waalaikumsalam Cha"


"Acha mau ke atas dulu yah bang, mau mandi gerah" Acha menaiki tangga menuju kamar nya berada. Setelah memastikan Acha sudah benar-benar masuk, baru dia berbicara dengan Alaska.


"Gw mau Lo rahasiakan hubungan gw sama Ellen, cuma Lo yang tau sama Diki dan Devan tentang hubungan gw, gw gak mau Acha tau soal ini"


"Kenapa gw harus repot-repot sembunyikan hubungan Lo sama Ellen, lagian buat apa juga gw bilang hubungan Lo sama Ellen gak ada untungnya juga bagi gw"


"Lo gak ngerti Alaska, dia punya penyakit Anxiety Disorders, gw takut penyakit nya kambuh saat tau gw merahasiakan ini dari Acha, Acha takut kasih sayang gw berkurang kalau gw pacaran"


"Bang Lo tau penyakit Acha akan kambuh kapan saja, kenapa Lo masih nyembunyiin ini dari dia, Lo gak mikir gimana perasaan Acha saat denger Lo punya hubungan dengan Ellen dari orang lain? apa Lo gak mikir kalo penyakit nya makin parah? suatu saat nanti Lo harus bayar mahal karna ini" ujar Alaska pergi dari Mension Angkasa."


Angkasa menghela nafas panjang, apa penyakit Acha akan tambah parah? apa dia akan seperti dulu lagi? mengurung diri lagi? tapi selama Diki dan Alaska tidak memberi tau Acha semuanya akan baik-baik aja" pikir Angkasa. Angkasa pergi menuju kamarnya untuk bersiap-siap hari ini dia akan ngedate bersama Ellen.


Penyakit anxiete disorders adalah gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan perasaan khawatir, cemas, atau takut yang cukup kuat untuk mengganggu aktivitas sehari-hari.

__ADS_1


__ADS_2