Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Kemunculan laki-laki di masa lalunya.


__ADS_3

Acha tidak memperdulikan sekitarnya yang sudah menatanya dengan tatapan aneh.


"Sohn, warum weinst du?" (Nak kenapa menangis) tanya seorang nenek-nenek yang menghampirinya.


"Es ist okay, Oma, es ist nur so, dass meine Welt gerade zerstört wird" (Tidak apa-apa nek, hanya saja duniaku saat ini sedang hancur) Ujar Acha masih terisak.


"Es ist in Ordnung, wenn deine Welt zerstört wird, solange du nicht darin zerstört wirst" (Tidak apa-apa jika duniamu hancur asalkan kamu jangan ikut hancur di dalamnya).


"Danke Großmutter" (Terimakasih Nek).


"Beende dein Weinen, schöne Kinder können nicht weinen, jemandes Welt kann später zusammenbrechen" (Sudahi tangisan mu, anak cantik gak boleh terlalu lama menangis nanti ada yang hancur dunia saat melihat mu seperti ini) Ujar nenek itu mengusap lembut rambut Acha.


Selepas kepergian nenek tersebut Acha kembali sendiri, dia menikmati semilir angin yang menggoyang rambutnya, lama dia seperti itu sampai jam set 3.


"Acha" Ujar laki-laki di sampingnya.


"Edward" Ujar Acha terkejut.


"Wie geht es Ihnen?" (Bagaimana kabar mu) Tanya Edward yang duduk di samping Acha.


"ich bin gut" Acha canggung.


Mereka adalah sepasang mantan kekasih, saat Acha masih tinggal di Jerman 2 tahun lamanya dua bertemu Edward saat berjalan-jalan dengan Angkasa, mereka bertukar nomor handphone, Edward membuat Acha nyaman 1 tahun mereka pacaran dan harus putus saat Edward pindah ke Belanda, mereka putus secara baik-baik.


"Du bist im Urlaub?" (Kamu sedang liburan?) tanya Edward.


"Ja, das kann man sagen und sich auch Oma Opa ansehen" (Ya bisa di bilang begitu, sekalian tengokin Oma Opa) jawab Acha.

__ADS_1


Perempuan di sampingnya menjelma menjadi gadis yang sangat cantik. Mereka kembali diam, setelah bertahun-tahun tidak bertemu lalu bertemu saat kondisi Acha seperti ini membuatnya malu.


"Darf ich deine Telefonnummer haben?" (Boleh aku minta nomor telfon mu)


"Ich hatte mein Handy nicht" (Aku tidak membawa handphone).


Acha melihat hari semakin sore, dia menikmati sunset yang cantik di langit Berlin, benar-benar sangat indah dengan awan yang berwarna jingga.


"Ich muss nach Hause gehen" (Aku harus pulang) Ujar Acha.


"Ich werde dich nehmen" (Aku akan mengantarkan mu) Ucap Edward.


"Das ist nicht nötig" (Tidak usah) Acha meninggalkan Edward sendirian dan langsung bergegas untuk pulang.


🌺🌺🌺


"Dia ada di ruang keluarga" Angkasa mencari adiknya di ruang keluarga, namun kosong tidak ada sosok Acha di sana.


Angkasa Kembali mencari Acha di taman belakang tempat teman-temannya berkumpul.


"Acha mana?" tanya Angkasa mulai khawatir.


"Gw gak ngeliat Acha dari tadi" Ujar Alaska.


"Kemana anak itu" Ujar Angkasa.


"Mungkin Acha jalan-jalan"

__ADS_1


"Kita tunggu aja, kalau jam 5 Acha belum kembali baru kita mencarinya" saran Diki.


"Kenapa kak?" tanya Mommy yang kebetulan lewat taman belakang.


"Acha gak ada" Ucap nya.


"Gak ada gimana?" tanya Mommy pura-pura peduli, sebenarnya dia tidak peduli Acha kemana sekalian gak usah balik-balik lagi.


"Aku gak tau" Angkasa meremas rambutnya frustasi.


Alaska menarik baju Angkasa.


"Ada apa?" Tanya nya dingin.


"Dia tau hubungan gw sama Ellen"


"Kenapa Acha bisa tau?"


"Gw sendiri yang ngasih tau, tadi gw gak bisa ngontrol amarah gw" ujar Angkasa menyesal.


"Gila Lo yah, kita sudah mati-matian nutupin dari Acha" entah kenapa Alaska ikut kesal karena sifat Angkasa yang menurutnya ceroboh.


Jangan lupa vote nya ya kakak.......


Acha dan Edward.


__ADS_1


__ADS_2