Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Kerinduan akan keluarga yang harmonis.


__ADS_3

Jam 04.00 Minggu pagi Acha sudah terbangun, dia langsung pergi menuju kamarnya mandinya, untuk cuci muka dan segala macam.


Setelah menuntaskan urusannya di kamar mandi kini Acha pergi menuju dapur untuk memasak, hari ini dia akan memasak makanan berat dan jam 06.00 nanti Angkasa dengan Fero akan pergi ke Swiss.


Acha mencepol rambutnya agar tidak menggangu saat dia berperang dengan alat dapur nanti. Pagi ini Acha akan memasak semua makanan kesukaan Angkasa. Sebelum memasak Acha terlebih dahulu merebus daging-dagingan sampai lembut nantinya.


Menu yang akan Acha masak kali ini yaitu bola-bola ayam, seafood saus pedas, Ikan Nila bakar dan tumis kangkung telur puyuh.


"Aku merindukan kehangatan keluarga kita yang dulu"


"Kalau mommy ada, aku gak perlu repot-repot untuk masak lagi"


"Setiap hari aku makan masakan mommy"


"Mereka apa kabar yah" Ucapnya berbicara kepada dirinya sendiri.


Sandra terbangun karena mencium aroma masakan dari bawah, Sandra segera mengikuti dimana wangi tersebut berasal. Wangi berasal dari dapur, disana dia melihat Acha tengah fokus kepada masakannya.


"Cha"


Acha terlonjak kaget karena Sandra, dia menatap Sandra sinis lalu kembali melanjutkan masaknya.

__ADS_1


"Lo mau hajatan, banyak kali"


"Dari pada Lo gak ngapa-ngapain tolong Lo bersihin kangkung nya pisahkan mana yang bagus dan berulat"


Sandra membersihkannya, awalnya dia berfikir kalau Acha adalah orang yang manja, seenaknya sendiri sekarang pandangan nya berubah tentangnya, Acha adalah sosok perempuan yang mandiri.


Mereka menyelesaikan masakannya sebelum jam 06.00 pagi, mereka akan memanjakan siapa saja yang makan masakan mereka.


"Akhirnya" ujar Sandra membawa semua lauk pauk ke meja makan.


Fero masuk tanpa membunyikan bel, memang sudah kebiasaannya.


"Gw panggil Abang dulu, kalian ngobrol aja" Acha meninggalkan mereka dalam suasana canggung.


Angkasa sudah rapi dengan jas berwarna hitam yang membalut tubuh sixpack nya. Saat ini dia hanya perlu memasang dasinya.


"Abang harus sering-sering nelfon Acha"


"Abang selalu nelfon Acha kadang Acha yang gak jawab telfon Abang"


"Iyah juga sih" ujarnya cekikikan.

__ADS_1


"Abang akan minta Alaska untuk sering-sering kesini supaya kalian tidak takut"


Acha berbinar saat nama tambatan hatinya di sebut.


"Tadi malam Acha sudah bertemu Aka, tapi Acha kangen lagi sekarang"


Angkasa tersenyum mendengar ucapan Acha. Setelah selesai memasang dasi mereka lalu turun menuju meja makan. Acha melihat Sandra masih di posisi semula saat dia tinggal tadi.


Sebelum makan Acha memanggilnya satpam dan supir mengajak untuk makan bersama.


"Makanannya enak sekali non, bapak baru sekarang makan makanan seperti ini" ujar satpam menikmati makanannya.


Hati Acha mencelos mendengar ucapan pak satpam, dia menatap iba laki-laki di depannya itu.


"Makan pak, habiskan semuanya, nanti Acha bungkusin yah untuk di bawa pulang"


"Terimakasih non"


"Adek Abang" puji Angkasa.


"Siapapun yang dapetin Acha nanti pasti beruntung, sudah punya istri cantik pinter masak lagi" Fero juga ikut memuji Acha.

__ADS_1


Setelah selesai makan Angkasa dan Fero pergi menuju bandara di antar supir, pak satpam kembali ke pos nya, Sandra sudah di atas untuk mandi.


Sesuai ucapan nya tadi Acha membungkus makanan dan meletakkan beberapa lembar uang lalu pergi menuju pos di mana satpam itu berada. Karena shift nya sudah selesai beliau langsung pulang mengendarai motornya.


__ADS_2