Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Keharmonisan.


__ADS_3

Sari mengambil Acha dari gendongan aarick.


"Dad ini buat Arthur?" tanya Arthur membuka mainan robot kesukaannya.


"Kalian main dulu, Daddy mau mandi sebentar" Daddy meninggalkan anak dan istrinya menuju kamarnya untuk bersih-bersih setelah itu kembali bermain bersama mereka.


Mereka asyik dengan mainan barunya, Acha memainkan boneka Barbie, begitupun dengan kedua kakaknya. Sari kembali melanjutkan aktifitasnya membuat kue sesekali dia akan memeriksa keadaan anak-anak.


"Cha Abang pinjem bonekanya yah" ujar Arthur meminta dengan sopan.


"Gak mau, ini kan punya ku" Acha memeluk erat Barbie nya, Arthur mengambil mainan Acha secara paksa, terjadilah aksi tarik menarik antara keduanya.


"Abang bantuin Arthur" teriak nya memanggil Angkasa.


"Ninonino awas-awas bantuan datang" Angkasa datang dengan mengendarai mobil mainan nya, Arthur menarik kaki kiri Barbie sedangkan Angkasa menarik kaki kanannya.


"Ini mainan aku" Acha berusaha keras menarik kepala Barbie nya.


Tidak ada yang mau mengalah di antara ketiganya, cukup lama mereka main tarik menarik, hingga Barbie Acha tubuhnya terpisah, kedua kakinya terpisah dengan badannya.


"Mainan aku lusak" Teriak Acha dengan wajah memerah, pipinya kembang kempis.


"1 2 3" ujar kedunya, setelah itu di susul tangisan Acha yang begitu nyaring.


Mendengar tangisan Acha membuat Arthur takut.


"Cha ini masih bisa di perbaiki" ujar Arthur kembali memasang kaki Barbie namun tidak bisa kakinya berjatuhan.

__ADS_1


"Haha Arthur Acha sudah nangis" ejek Angkasa.


"Mana adil lah, Abang juga narik kaki boneka Acha, Abang juga salah" ujar Arthur tak terima disalah kan sendirian.


"Siapa yang awalnya panggil Abang?" tanya Angkasa makin menggoda Arthur.


"Aku, tapi kok Abang mau?"


"Abang di paksa kok" Angkasa memeletkan lidahnya.


"Ada apa ini bang?" tanya Daddy yang baru selesai mandi sedangkan sang Mommy masih berkutat dengan kue nya yang belum terselesaikan, dia sudah menduga Acha menangis penyebabnya adalah mereka.


"Mereka ngelusak kin mainan Acha" adu Acha masih menangis.


"Tadi mainnya di apain sama Abang?" tanya Daddy menggendong Acha.


"Besok Daddy bawain boneka yang banyak untuk Dedek"


"Janji" Acha mengulurkan jari kelingking nya.


"Janji, hapus air matanya, masa princess nangis" perlahan-lahan tangisan Acha sudah tidak terdengar lagi.


"Abang minta maaf sama Dedek" perintah Daddy nya kepada kedua putranya yang menunduk kan kepala mereka.


"Acha Abang minta maaf, ini salah Arthur dia tadi nyuruh Abang buat narik kaki boneka Acha" ujar Angkasa menyentuh tangan Acha yang masih berada di gendong Daddy nya.


"Abang dari tadi asyik nyalahin aku, Abang juga salah kok"

__ADS_1


"Sudah-sudah" lerai Daddy nya.


Aarick duduk di dekat mereka, Arthur duduk di paha kiri aarick sedangkan Angkasa berada di depannya.


"Kalian itu bersaudara, sesama saudara tidak boleh bertengkar, nanti kalau Daddy sudah tidak ada, tugas Angkasa sama Arthur harus menjaga Mommy sama Dedek" nasehat sang Daddy


"Daddy tidak membela siapa-siapa karena kalian semua anak-anak Daddy tapi tadi kalian yang menjahili Dedek duluan jadi kalian harus minta maaf" ujar sang Daddy lembut menatap mereka bergantian.


"Maafkan kami dad" ujar keduanya merasa bersalah.


Aarick tersenyum hangat, mereka memang selalu bertengkar namun di balik itu ada cinta dan kasih sayang yang besar di antara ketiganya.


Aarick Dirgantara dan Sari Dirgantara.



Angkasa Fahreza Dirgantara.



Arthur Fahreza Dirgantara.



Acha auristarla alisya lesham Dirgantara


__ADS_1


__ADS_2