
Alaska membanting stik PSnya lalu keluar dari kamar nya meninggalkan Anin seorang diri tanpa mau mendengarkan apapun dari mulut Anin.
"Bun" Alaska duduk di tengah-tengah orang tuanya mereka sedang menonton film.
"Kenapa le?" tanya Bundanya mengusap kepala putranya lembut.
Alaska tidak menjawab, dia makin menyamankan posisi tidurnya yang menyandar pada Bunda.
"Anak ini ganggu orang tuanya berduaan saja" ujar ayah memukul aka.
"Lagian Ayah juga berduaan kok di ruang keluarga gak sekalian aja di kamar sana"
"Aka nanti jadi Abang dong" ejek Ayah.
"Mas jangan berbicara seperti itu di depan aka, gak baik" ujar Bunda memperingati suaminya.
"Mbak Anin mana?" tanya Mama.
"Di kamarnya kali" jawab aka cemberut.
"Baru aja pulang liburan kok mukanya cemberut gitu, nanti gantengnya hilang loh, Acha jadi gak suka lagi sama aka" Bunda beranjak dari duduknya menuju dapur untuk membuat cemilan, mereka asyik nonton hingga larut malam dengan di temani cemilan yang mama siapkan tadi.
πΊπΊπΊ
06.45
Acha dan Sandra sudah duduk di meja makan, menunggu sarapan yang dibuat Oma dan bi Ina selesai di depan Acha ada Angkasa yang tengah membaca koran.
__ADS_1
"Mau Abang antar?" tanya Angkasa menatap adiknya.
Acha menggeleng tanpa melihat Angkasa, dia asyik berbicara dengan Sandra hingga membuat Sandra tidak enak terhadap Angkasa.
"Dek" panggil Angkasa.
"Iyah"
"Maaf, Adik boleh marahin Abang kalau perlu pukul Abang tapi Abang mohon jangan diemin Abang seperti ini Abang gak sanggup" ujar Angkasa.
Acha juga tidak tahan jika harus diam-diam terlalu lama kepada abangnya, bagaimanapun saat-saat tersulit nya dulu hanya abangnya yang setia mendampinginya. Acha berdiri lalu berlari ke pelukan Angkasa.
"Maafin Acha, Acha salah" Acha menangis tersedu-sedu di dada Angkasa.
"Abang yang harusnya minta maaf, jangan menangis lagi, Abang sayang sama kamu" Angkasa mengusap lembut rambut Acha.
"Lo ganggu aja" Angkasa tersenyum sinis kepada Sandra.
Acha kembali ke tempat duduknya, sarapannya juga sudah siap bi Ina membawanya ke meja makan sedangkan Oma memanggil Opa yang tengah menikmati udara segar di pinggir kolam.
Mereka menikmati sarapan dengan tenang, tidak ada pembicaraan di antara mereka karena memang sudah menjadi peraturan kalau tengah makan tidak boleh ada yang berbicara.
Setelah selesai makan, mereka melanjutkan aktifitasnya masing-masing, Angkasa berangkat kekantor, Acha dan Sandra pergi menuju sekolah, sebelum mereka berangkat mereka pamit terlebih dahulu.
πΊπΊπΊ
Anggota Demon west duduk-duduk di tempat biasanya yaitu di kantin sambil menunggu kedatangan yang lainnya.
__ADS_1
"Lo kenapa dah?" tanya Diki heran melihat gelagat Alaska tidak seperti biasanya.
"Main dare or dare aja dari pada bosen" usul Ade.
"Lo kayak Sandra aja, gak ah males gw" Ucap Adam.
"Kenapa takut Lo?" Adit mengompori Adam.
"Siapa yang takut, yaudah ayo main"
Diki memutar bulpoin yang berada di atas meja, lalu perlahan-lahan berhenti tepat di depan Alaska.
"Alaska" teriak mereka kegirangan.
"Gw lagi males"
"Dasar penakut" ujar Diki.
"Apa dare nya" Ucap Alaska pada akhirnya karena dia tahu betul sifat teman-temannya mereka tidak akan berhenti untuk mengejek hingga salah satu dari kita mau.
"Dare nya Lo harus pacaran sama Acha selama 1 bulan setelah itu Lo harus mengakhiri hubungan dengan nya" Ujar Diki.
"Gila loh yah brengsek"
"Gimana sih Lo ketua genk kok Cemen"
Jangan lupa vote, like dan komennya kakak cantik π€.
__ADS_1