Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Nyesel kan Lo.


__ADS_3

Pagi hari Alaska tidak turun untuk sarapan, sebegitu menyesal dia, Alaska mengingat kenangan bersama Acha di kamarnya, dimana mereka bertengkar untuk pertama kalinya karena Acha membuka kotak mengenai Febby, ketukan pintu membuat Alaska kembali ke dunia nyata.


"Le bunda masuk yah" Aliya masuk sambil membawa nampan berisi sarapan, Alaska tidak menjawab.


"Sudah lah, udah berapa Minggu kamu kayak gini terus, kami khawatir loh kalau kamu terus kayak gini" ujar bunda mengusap rambut Alaska.


"Laki-laki kayak gitu gak perlu di peduliin bunda, pas Acha ada lo berbuat semena-mena sama dia, sekarang setelah dia gak ada lo nangis-nangis udah telat, heran gw sama Acha bisa yah dia suka sama laki-laki kayak lo, gw aja malu punya adek kayak lo karena kelakuan lo itu" Anin memaki-maki Alaska, Anin kesal saat Febby datang ke rumah tampa tau malu.


"Mbak" Aliya memperingati anak perempuannya.


"Kenapa bunda? yang Anin omongin benar kok, sekarang dia nangis-nangis untuk apa, ngurung diri sampai beberapa hari berharap Acha kembali, mimpi aja sono lo, heran gw sifat lo itu nurun dari siapa, ayah aja gak punya sifat brengsek sama lo" Anin meninggalkan Alaska dan bunda setelah puas melampiaskan amarahnya selama beberapa hari.


"Maafin mbak yah le, kamu tau sendiri kan sifatnya kayak apa jangan terlalu di masukin ke hati, lebih baik sekarang kamu mandi, sarapan lalu siap-siap untuk ke sekolah"


Alaska pergi ke kamar mandi dengan lesu, Aliya tersenyum karena Alaska mau nurut sama dia "Sebesar itu pengaruh Acha bagi Alaska"

__ADS_1


🌺🌺🌺


Alaska duduk di taman, tempat pertama kali dia menjadikan Acha pacarnya, Alaska masih ingat jelas saat Acha tersenyum manis bahkan sangat manis "Gw rindu lo Cha" air mata kembali mengenang di pelupuk matanya.


Yudha menghampiri Alaska setelah mendapat informasi bahwa Alaska berada di taman "Ka" panggil Yudha ngos-ngosan.


"Gw-gw liat Acha, dia sekarang ada di ruang guru, tapi dia" belum sempat Yudha menyelesaikan omongannya, Alaska langsung pergi meninggalkan dia "tapi dia sama cowok ka" Yudha melihat tubuh Alaska semakin menjauh.


Ada secercah harapan saat mendengar nama pujaan hatinya di sebut, Alaska berlari dia tidak sabar ingin bertemu Acha senyumannya tidak pernah luntur darinya.


"Terimakasih yah pak" Acha menerima berkas-berkas yang akan di butuhkan nya untuk daftar di UVA, Acha segera keluar menemui Aiken.


"Sudah?" tanya Aiken, Acha mengangguk.


"Acha" teriak Alaska dari belakang, Acha tidak bisa mengontrol kekagetannya saat Alaska memeluknya secara tiba-tiba, Acha mendorong tubuh Alaska saat matanya bertemu dengan mata Aiken pacarnya.

__ADS_1


"Cha gw kangen sama lo, maafin gw, ayo kita mulai semuanya dari awal lagi" Alaska menatap Acha penuh harapan, Acha menarik tangan Aiken agar mendekat padanya.


Acha melihat penampilan Alaska, benar apa yang di omongin Sandra, Alaska tampak berantakan sekali di bawah hidungnya mulai tumbuh kumis, dia seperti tidak terawat.


"Kenalin ini pacar gw"


Alaska membeku untuk beberapa saat, dia mencerna ucapan Acha, pacar? "Gak lo pasti bercanda, lo bohong kan sama gw, lo nyuruh dia pura-pura jadi pacar lo biar gw cemburu kan, lo masih cinta sama gw, lo gak mungkin punya pacar"


"Dia pacar gw dan gw masih cinta sama lo tapi itu dulu sebelum lo nyakitin gw, sekarang sudah berubah Alaska, sekarang dia orang yang benar-benar gw cintai"


"Berhenti berbohong" bentak Alaska


"Sekarang gw percaya sama lo, gw akhirnya tau kalau Febby yang fitnah lo dia bener seperti perempuan yang lo bilang"


"Sekarang lo baru percaya sama gw? setelah apa yang gw alami dengan gak tau malunya lo ngajak gw jadi pacar lo lagi? udah berkali-kali gw jelasin kalau gw gak ngelakuin itu tapi lo gak percaya tuh, lo malah nyalahin gw di depan semua orang, kenapa lo sekarang kesiksa?" Acha tertawa jahat "Gw gak bakal selalu di tempat gw, setelah apa yang lo lakuin lo pikir gw masih sama nunggu lo seperti orang gila? gw gak mau, sekarang gw bertanya-tanya kemana perginya Alaska yang arogan? Alaska yang dengan bangganya membela mantannya dari pada pacarnya" Acha pergi dari Alaska meninggalkan Aiken, sebenci-bencinya dia terhadap Alaska, dia juga tidak akan sanggup melihat Alaska menangis di depannya.

__ADS_1


__ADS_2