Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Perempuan murahan.


__ADS_3

"Tau gak? kalau gw suka sama Lo" ucap Acha.


Acha menatap Alaska, ternyata Alaska juga menatapnya. Acha merasa damai saat ini.


"Cha gw mau metik buah" Fathur berlari menuju kebun buah berada.


"Pohonnya jangan di rusak" teriak Acha terhadap mereka.


"Gw gak akan berhenti sampai membuat hati lo luluh, gw bakal buat Lo cinta sama gw" ujar Acha lalu pergi menyusul Fathur dan yang lainnya.


"Gw akan tunggu di mana saat-saat itu terjadi" ujarnya pelan memperhatikan Acha yang tengah memetik buah.


Mereka mengambil buah bisbul, kasemek, ceri merah, buah tin, mereka memetik buah cukup banyak, memasukkan kedalam keranjang.


Acha kembali kepada Billy mengipasi kembali dagingnya agar cepat makan.


"Alaska gantian dong" teriak Billy.


Alaska pergi menuju Billy, mengambil alih pekerjaan Billy, sedang Billy bergabung dengan Ade yang tengah mengetikkan gitarnya menciptakan sebuah nada.


"Ka Lo mau gak jadi pacar gw" ujar Acha tanpa memikirkan ucapannya.


Alaska tidak menjawab Acha, dia fokus mengipasi dan membalik takut-takut dagingnya akan gosong.


"Gw cinta banget sama lo"

__ADS_1


"Murahan banget Lo jadi perempuan"


ucapan Alaska membuat hatinya sakit bukan hanya di tolak tapi harga dirinya di singgung laki-laki disampingnya itu.


"Tapi gw suka sama Lo"


"Gw enggak"


Acha tau cintanya di tolak bukan Acha namanya kalau mudah menyerahkan, dia akan mendapatkan Alaska, Acha mengipasi dengan semangat.


Alaska keheranan dengan sikap Acha, dia sudah menolaknya bahkan menginjak harga dirinya, Acha tidak terlihat sedih sama sekali bahkan dia tersenyum senang.


Jam 10.30 makanan sudah selesai semuanya, mereka menyusunya di karpet lalu makan dengan lesehan bersama.


"Cha awalnya gw ngiranya Lo tuh dingin, cuek loh" ujar Fathur memasukkan potongan daging ke mulutnya.


"Gw juga ngiranya 11 12 sama Alaska" ucap Diki menyetujui.


"Tapi makin kesini dia makin gak tau diri sama seniornya" ejek Adam.


Acha tidak menanggapi ucapan mereka, Acha membuat ssam untuk membungkus daging BBQ dengan daun selada bawang putih, dan saus khas Korea.


Ssam pertama untuk Sandra, Acha menyuapinya. Awalnya Sandra menolak dia tidak suka sayuran mentah.


"eotteohge"

__ADS_1


"Em enak, baru kali ini gw suka sayuran mentah" ujar Sandra mengikuti cara Acha membungkus daging tadi.


Yang lain juga mengikutinya, pertama mereka mengambil daun perilla ada juga yang menggunakan selada atau mustard, menambah bawang putih dan saus Korea, kecuali Diki menggunakan wasabi yang banyak lalu memasukkan ke dalam mulutnya.


Diki kepedasan, dia meneguk banyak air.


"Ah pedes gila" ujar Diki meminum susu.


"Rongga hidung kepedesan"


Acha tergeletak karena kelakuan Diki, dia sampai memukul Sandra yang berada di sampingnya.


"Bisa-bisanya Lo tertawa" ujar Diki kesal.


"Lo juga nambahin wasabi kebanyakan"


"Mana gw tau kalau rasanya seperti ini"


Mereka kembali melanjutkan makannya, pesta Barbeque benar-benar seru, apa lagi di kelilingi orang tersayang.


Pesawat mereka mendarat di negara Swiss tepat pukul sebelas malam, ketiganya langsung pergi mencari hotel terdekat.


Angkasa akan menelfon besok pagi saja, karena perbedaan waktu antara Swiss dan Indonesia berbeda 5 jam.


Mereka memutuskan untuk bermalam di hotel Bellevue Boutique B&B am Brienzersse / Iseltwald. Mereka memesan kamar masing-masing, setelah Menganti baju bersih lalu ketiganya tertidur.

__ADS_1


__ADS_2