
"Makan yuk laper gw" ujar Acha mengajak Alaska.
"Lo mau makan pakai baju basah kuyup kayak gitu?" tanya Alaska melihat baju Acha yang sudah basah semua.
"Kalau gitu gw ganti baju dulu deh" Acha mengambil tasnya yang berada di mobil lalu pergi ganti baju di toilet, aka menunggu Acha di mobil, tiba-tiba handphonenya berbunyi, nomer baru panggilan pertama tidak dia hiraukan, panggilan ke 2 dan ke 3 tetap tidak diangkatnya, barulah panggilan ke 4 dia angkat mungkin Alaska sudah bosan mendengar handphone nya tidak berhenti berdering.
🌺🌺🌺
"Kapan gw bisa ketemu sama Alaska?" tanya seorang gadis cantik.
"Lo yakin dia masih suka sama Lo? tanya temannya.
"Yakin banget gw, Lo tau kan Alaska itu cinta mati sama gw"
"Setelah Lo ninggalin dia tanpa alasan yang jelas, Lo pikir Alaska akan menerima Lo lagi, bisa aja dia sudah punya pacar?
"Gw gak peduli meskipun dia sudah memiliki pacar, gw bakal dapetin Alaska lagi gw gak mau kehilangan ATM berjalan gw" tekadnya untuk mendapatkan Alaska bertambah.
Gadis itu mencari kontak Alaska, tersambung namun tidak di angkat, nomernya masih sama seperti yang dulu.
__ADS_1
"Alaska" panggil seseorang, Alaska tau suara itu milik siapa, Alaska tidak bisa menyembunyikan kekagetannya karena ini kali pertama Febby menelfon setelah beberapa tahun terakhir.
"Alaska" panggil nya lagi, Febby kira panggilannya sudah terputus namun masih tersambung.
Alaska mematikan telfonnya saat Acha membuka pintu mobil, Alaska di buat takjub beberapa kali oleh Acha, kali ini Acha memakai dress model Sabrina, rambutnya masih di Cepol ke atas.
"Tumben rambut Lo masih tetap di Cepol?" tanya Alaska menjalankan mobilnya menuju restoran. Sedari tadi fikirannya tertuju pada satu orang yaitu Febby, rasanya campur aduk saat dia kembali menghubunginya.
"Rambut gw lepek, gak bagus kalau di gerai, tapi gw tetep cantik kan?" tanyanya menggoda Alaska.
"Ka fokus, Lo gak mau mati muda kan" guman Alaska kembali memfokuskan fikirannya, di kursi sebelah sepi, awalnya Alaska heran tumben Acha diam saja biasanya dia cerewet sekali.
Alaska tiba di sebuah restoran, dia memarkirkan mobilnya namun tidak membangunkan Acha, kasian sepertinya dia kelelahan. Alaska melihat Acha dari dekat baru pertama kali baginya melihat Acha sedekat ini setelah kejadian di kantin beberapa hari yang lalu.
"Sebenarnya Lo cantik Cha, lesung pipi Lo sangat menawan, tapi kenapa gw belum bisa jatuh cinta sama Lo, sikap Lo yang membuat gw muak sama Lo, seandainya Lo memiliki sifat seperti dia mungkin gw sudah jatuh cinta sama Lo" Alaska membelai pipi Acha lembut.
Acha mengerjapkan kedua matanya, Alaska yang melihat Acha akan segera bangun langsung menjauhkan tubuhnya dari Acha, lalu berpura-pura memainkan handphone. Acha melihat ke luar jendela mereka sudah berada di depan restoran.
"Kok gak bangunin gw sih ka" protes Acha, Acha membenarkan rambutnya yang sedikit berantakan, setelah itu keduanya turun dari mobil mencari meja yang masih kosong.
__ADS_1
"Lihat deh mereka, couple goals banget kan, yang satunya cantik yang satunya lagi ganteng" ujar salah seorang pelanggan.
Acha memesan steak Wagyu A5 dan whiskey yang memiliki kadar alkohol rendah jadi tidak membuat Acha sampai mabuk dan spaghetti bolognese dan ice lychee tea untuk Alaska. Mereka menikmati makanannya masing-masing.
"Setelah ini kita mau kemana?" tanya Acha sambil memotong steak nya.
"Pulang lah capek gw, mau tidur"
"Yah masa udah mau pulang, baru juga jam setengah dua"
Alaska melihat jam tangan rolex dari brand Antimagnetique Reference 4113 yang melingkar di tangannya benar waktu memang sudah menunjukkan jam setengah 2.
Acha.
Febby.
__ADS_1
Jam tangan rolex Alaska.