Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Bayangkan seberapa bencinya dia kepada Lo.


__ADS_3

Acha baru sekali menuntaskan urusannya di kamar mandi, Acha ingin menemui Aka di ruang tamu, namun Aka memberitahunya kalau dia sudah pulang tampa menunggu Acha.


Acha mengambil paper bag dari Aka, dia tersenyum senang tampa mengetahui kebenaran nya, Acha pergi menuju walk closed ingin meletakkan sepatunya. Dia membuka lemari berisikan baju-baju dan mengambil padding dan syal untuk Sandra Acha membelinya saat liburan ke Korea.


"Di Istanbul sedang musim dingin jangan lupa mengenakannya nanti" Acha melipatnya lalu memasukkannya ke koper. Tidak memakan waktu lama untuk berbenah Sandra hanya membawa barang seperlunya. Acha mengambil kartu black card yang berada di dompetnya dia menyerahkan nya pada Sandra.


"Pakai sepuasnya selama Lo disana, beli apa yang Lo mau" Ujar Acha merebahkan tubuhnya.


"Nanti Lo gimana?" tanya Sandra.


"Halah duit gw banyak, gw gak bakal langsung jatuh miskin karena ngasih Lo black card, Lo lupa Dirgantara itu menempati posisi nomer 1 sebagai keluarga terkaya" Ujar Acha menaik turunkan alisnya.


Sandra ingin marah namun yang dikatakan Acha memang benar adanya, Dirgantara menempati posisi nomer 1, hartanya tidak akan habis selama 7 turunan, 7 tanjakan, 7 belokan. Mereka tenggelam dalam pikirannya masing-masing hingga tertidur.


🌺🌺🌺


Alaska sampai di Markas besar Demon West, para anggota menyambut ketua mereka, dia duduk di dekat Diki yang sibuk menelfon dengan pdktan nya.


"Gw mau ngomong sesuatu sama kalian terutama Diki, Devan, Ade dan Adam" Mereka membuat lingkaran di dekat Alaska.


"Kenapa?" tanya Adam.


"Ada apa ka? serius banget sepertinya" tanya Ellen baru keluar dari kamarnya.

__ADS_1


"Gw mau ngebatalin tantangan dari kalian"


"Tantangan apa?" tanya Baron tam mengerti.


"Tantangan untuk memacari Acha selama 1 bulan"


"Lo pacaran sama Acha karena game sialan itu?" tanya Billy marah.


"Bil dengerin dulu apa yang mau Alaska ucapkan" Baron berusaha menenangkan nya dia tau emosinya mulai menguasai tubuhnya.


"Gak bisa tantangan tetap tantangan, lo harus mutusin dia sesuai apa yang sudah kita tentukan" ujar Adam tak terima Alaska memutuskan nya selama sepihak, Billy menatap Adam membunuh, Adam langsung kicep di buatnya.


"Gak bisa, gw terjebak oleh permainan yang gw ciptakan sendiri, gw jatuh oleh pesonanya beberapa kali gw menolak perasaan itu yang ada dia makin bertambah, gw benar-benar mencintai Acha" pikirannya menerawang jauh bagaimana kalau Acha mengetahui semuanya, apa dia masih mau mencintainya.


Billy menarik baju Alaska marah.


"Lo suka sama dia?"


"Gw suka sama dia bahkan sebelum Lo muncul di kehidupan Acha, gw gak bakal tinggal diam kalau Lo nyakitin dia" Billy memukul perut Aka, hingga Aka terduduk di sofa Billy kembali bajunya, Aka tidak melawan dia menyadari kesalahannya.


"Biarkan mereka menyelesaikan nya sendiri" ujar Baron menghentikan teman-temannya yang ingin melerai keduanya.


"Gw bakal ngasih Lo waktu satu Minggu Lo harus jujur sama Acha, bila sampai 1 Minggu Lo belum memberitahunya, gw sendiri yang akan memberitahunya bayangin aja dia bakal benci sama Lo bahkan dia bisa mutusin Lo" Billy mendorong Aka, dia pergi dari markas dengan dikuasai amarah, Billy menutup pintu dengan keras sehingga orang-orang di buat terkejut namun tidak dengan Alaska.

__ADS_1


Mobil pribadi Angkasa.



Koleksi mobil mahal Angkasa.



Mension Dirgantara.



Kamar Acha.



Kamar mandi Acha.



Ruang kerja Angkasa.


__ADS_1


Sepatu couple Alaska Acha.



__ADS_2