Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Hukuman pan Narno.


__ADS_3

Mereka berjalan sambil memalingkan wajahnya dan berjalan dengan jurus seribu langkah menghindari pak narno.


"Heh kalian berdua" teriak nya membahana.


Mau gak mau mereka menghampiri pak narno.


"Ada apa pak?" tanya Acha setelah berada di depannya.


"Ada apa ada apa, jam berapa sekarang?" ucapan nya sambil menjewer telinga Acha dan Sandra.


"Ih sakit tau pak, enak aja main jewer-jewer" Protes Sandra.


"Kalian sudah salah ngelawan lagi" ucap pak narno makin keras menjewer keduanya.


"Kelilingi lapangan 10 kali" ucapan nya lagi.


"Panas pak, gimana kalau kita pingsan, bapak juga yang repot" ujar Sandra membujuk pak narno agar membatal kan hukuman nya.


"15 putaran"


"Mana adil kayak gitu pak" protes Acha tak terima.

__ADS_1


"Kenapa pula gak adil saya kan guru nya, kamu juga Cha ke sekolah pakai jepit rambut selusin kamu mau jualan?" tanya pak narno melihat banyak jepit rambut yang bertengger di kepala Acha.


"Bapak gak ngerti fashion? mangkanya jangan sekalu cari-cari kesalahan muridnya, bapak harus liat trend fashion Korea biar gak ketinggalan jaman" ucap Acha enteng.


"20 putaran"


"Yuk Cha bapak nya gak seru" ejek Sandra lalu mereka pergi menuju lapangan guna menyelesaikan hukuman mereka.


Mereka mulai berlari santai sesekali terdengar tawa dari keduanya, jangan lupakan pak Narno yang mengawasi mereka di pinggir lapangan.


"Woy lo pada kenapa?" teriak Diki dengan nada mengejek.


Alaska dan yang lainnya duduk manis di lapangan, jangan lupa segerombolan siswi yang selalu mengintili mereka. Pak Narno si buat geleng-geleng oleh mereka, kancing seragam yang di buka memperlihatkan kaos yang mereka kenakan, dasi yang cuma di lilitkan di leher mereka.


"Ada apa pak?" tanya Diki.


"Kalian lari keliling lapangan 20 putaran cepetan" perintah pak Narno tidak mau di bantah.


"Kita gak ngelakuin kesalahan pak" ujar Alfin tak terima begitu saja.


"penampilan kalian lebih mirip berandalan dari pada seorang siswa, sudah jangan banyak omong cepetan lari"

__ADS_1


Mereka berlari menuju tengah lapangan, menyusul Acha dan Sandra yang sudah berlari duluan.


"Lo pada kenapa bisa di hukum?" tanya Fathur berlari di samping Sandra.


"Kita berdua telat" ujar Sandra dengan nafas ngos-ngosan.


"Lo pada gila, gak sekalian bolos aja udah jam berapa ini?" ujar Diki.


Acha dan Sandra duduk di bawah pohon, menstabilkan nafas mereka yang ngos-ngosan. pak Narno juga sudah tidak ada di pinggir lapangan, Alaska duduk di samping Acha.


Acha terpana untuk kesekian kalinya, seragam Alaska basah karena keringat.


"Ganteng banget Lo Ka, tapi Lo pasti lebih ganteng kalau jadi pacar gw" ucap Acha sambil mengipasi Alaska.


Billy menyaksikan semuanya, ada kecemburuan tersirat di matanya, dia ingin tau rasanya di cintai Acha, selalu di carinya seperti Alaska.


"Panggilan untuk Acha dirgantara dan Sandra Abigail segera ke ruang kepala sekolah, sekali lagi panggilan untuk Acha dirgantara dan Sandra Abigail segera pergi ke ruang kepala sekolah"


"Apa lagi sekarang" ujar Sandra.


"Lo pada ngelakuin kesalahan lagi?" tanya Ade di samping Alaska.

__ADS_1


Mereka pergi menuju ruang kepala sekolah, setelah mengetuk pintu dan ada suara dari dalam yang menyuruh mereka untuk masuk. Di sana juga ada Bianca dan antek-antek nya menatap kedua nya dengan tatapan mengejek.


__ADS_2