Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Alaska kecelakaan.


__ADS_3

Alaska mengejar Acha begitupun dengan Aiken "Kenapa setelah gw berhasil ngelupain lo, lo ingin memulai kembali, lo gak pernah tau gimana gw selama ini, gimana gw berusaha mati-matian buat ngelupain lo dan nerima Aiken di hidung gw" Acha mengentikan taksi yang kebetulan lewat saat itu.


"Non mau kemana?"


"Jalan aja dulu pak" taksi mulai berjalan dengan santai, Alaska segera mengambil motornya mengejar taksi yang di tumpangi Acha.


"Acha dengerin penjelasan gw dulu" teriak Alaska, motornya hampir menyamai taksi yang di tumpangi nya.


"Pak lebih cepat" sesuai permintaan Acha taksi melaju lebih kencang di jalan yang agak lengang tiba-tiba.


"BRAKK"


"Pak ada apa?" tanya Acha tidak berani menengok pasalnya motor Alaska sedari tadi ada di belakang taksi tersebut.


"Sepertinya kecelakaan non"


"Pak berhenti sebentar" Acha berlari menuju orang yang tertabrak, kakinya serasa tak bertulang Acha terhuyung-huyung menuju Alaska bersimpuh darah, darah mengalir deras di bagian kepalanya orang yang kecelakaan adalah Alaska.


"Alaska" Acha meletakkan kepalanya di pahanya, perlahan-lahan Alaska membuka kedunya matanya, dia tersenyum membuat Acha semakin nangis kejer.

__ADS_1


"Kalian jangan cuma lihat saja, angkat dia ke taksi cepat" Acha berteriak seperti orang kesetanan, bayangan buruk silih berganti di kepalanya, Acha masuk terlebih dahulu setelah itu orang-orang kembali meletakkan kepalanya Alaska di pangkuannya, taksi melaju dengan kecepatan tinggi.


"Ka hiks maaf, ini semua hiks salah gw" Acha menangis tersedu-sedu melihat pemandangan yang mengiris hatinya.


Tangan Aka yang penuh dengan darah mengusap pipi Acha lembut "Terimakasih uhuk uhuk sudah hadir di hidup gw, gw sayang banget sama lo” Alaska kembali mengatupkan matanya, darah tidak berhenti mengalir walau Acha sudah menahan dengan tangannya.


"Pak cepetan" teriak Acha, Acha mencium kening Alaska.


"Sebentar lagi kita akan sampai, lo harus bertahan, gw gak bakal pernah maafin lo kalau lo ninggalin gw, gw bakal benci sama lo" Acha terisak, taksi berhenti karena sesuatu.


"Pak kenapa berhenti?"


"Sial dia bisa saja tidak selamat kalau seperti ini, telat satu detik Alaska akan pergi untuk selamanya" batin Acha.


Acha turun dari taksi, macet total hujan mulai turun membasahi bumi dengan derasnya, Acha melepaskan kardigan nya membalutkan pada tubuh Alaska yang mulai dingin.


"Pak bantu saya" sopir membantu Acha dengan ragu, dia meletakkan Alaska di punggung Acha, orang-orang melihat itu dengan iba.


"Non yakin?"

__ADS_1


"Gak ada waktu lagi, jarak dari sini ke rumah sakit cuma berjarak 10 meter, aku harus bisa pak" Acha mulai berlari menggendong tubuh Aka di punggungnya.


"Gw harus kuat, sebentar lagi kita akan sampai" Acha tidak berhenti menangis sejak tadi, beberapa kali kakinya tersandung kakinya sendiri hingga membuat lututnya berdarah, namun kakinya di paksa untuk terus berlari tidak peduli tubuhnya yang mulai kedinginan, Acha sampai di depan rumah sakit, perawatan yang memang berada di depan langsung siaga mengambil bad hospital, mengambil tubuh Alaska, mereka berlarian menuju UGD.


"Lebih baik mbak di periksa dulu sama dokter" ucap perawatan laki-laki.


"Tolong jangan hiraukan saya, selamatkan dia" Acha berusaha berdiri namun selalu tidak bisa, laki-laki tersebut membopong Acha ke ruang tunggu UGD, tubuh Acha gemetar siapapun yang melihatnya akan merasa kasian apa lagi bajunya sekarang penuh dengan bercak darah milik Alaska, Acha menelfon keluarga Alaska, suster keluar masuk ruangan UGD.


"Dimana keluarga pasien?" tanya seorang suster.


"Saya, bagaimana keadaannya?" tanya Acha cemas.


"Pasien kehilangan banyak darah dan darah pasien golongan langkah kebetulan rumah sakit ini sedang kehabisan stok darah golongan AB"


"Saya golongan AB, kalian bisa mengambil darah saya sebanyak yang Alaska butuhkan" suster tersebut melihat Acha dari atas sampai bawah, kondisinya sepertinya tidak memungkinkan untuk mendonorkan darahnya, Acha tau arti tatapan tersebut.


"Kalau sampai Alaska kenapa-kenapa karena lo nolak darah gw, gw bakal nuntut lo beserta keluarga lo" Acha pergi keruang pengecekan setelah semuanya selesai baru dia di pindahkan ke UGD bersebelahan dengan ranjang Alaska, tangannya menggenggam tangan Alaska yang dingin dan pucat.


"Lo harus baik-baik aja" batin Acha.

__ADS_1



__ADS_2