
"Nasib Acha sama seperti Sandra, tidak memiliki orang tua tapi Acha tinggal bersama kakak Acha" ujar Acha tertawa simpul.
"Maaf yah Cha" Anin bangun dari tidurnya memeluk Acha erat, Acha meneteskan air mata.
Tante Aliya bangun dari duduknya, dia mendengar apa yang Acha ucapkan tadi.
Tante Aliya memeluk Acha.
"Mulai saat ini jangan katakan lagi kamu tidak punya keluarga, sekarang kami keluarga kamu" Aliya menepuk-nepuk pundak Acha.
"Terimakasih Tante"
"Sama-sama nak"
"Mbak mau jalan-jalan" tawar Acha.
__ADS_1
"Boleh, mbak bosen harus tidur disini terus"
Alaska membantu Anin untuk duduk di kursi roda. Acha mendorong kursi roda menuju taman, mereka hanya berdua sedangkan Sandra sedang ganti baju.
"Mbak mau mampir ke kantin dulu?" tanya Acha.
"Acha mau beli apa?" tanya Anin yang duduk di kursi roda.
"Mau Snack sama minum kali aja disana kita haus kan" setelah mendapat persetujuan dari Anin Sandra membelokkan kursi roda menuju kantin.
"Mbak tunggu disini yah, Acha beli dulu" Acha memposisikan Anin di dekat meja sedangkan Acha pergi ke stand makanan. Acha membeli banyak cemilan dan minuman untuk dirinya dan Anin, setelah selesai memilih lalu Acha membayar dan kembali mendorong kursi roda menuju taman.
Acha duduk di kursi taman sedangkan Anin duduk di sampingnya, Anin bercerita tentang banyak hal seperti dimana dia berkuliah dan tentang pacarnya.
"Mbak boleh ceritakan tentang masa kecil Alaska?" tanya Acha ragu-ragu dia takut Anin tidak suka.
__ADS_1
"Alaska, dia anak yang pintar, dia rela melakukan apa saja demi keluarga, dia tidak rela kalau ada yang menyakiti kami, mbak dulu ingat saat mbak di selingkuhin sama pacar mbak paginya Alaska ngehajar laki-laki itu sampai kritis, dia juga laki-laki yang hangat" Anin mengingat kembali adik kecilnya yang sekarang sudah beranjak remaja.
"Tapi Aka gak sehangat itu sama Acha sepertinya Aka tidak menyukaiku"
"Di hati Alaska masih terukir cinta untuk mantannya, kalau kamu memang suka sama Alaska dekati dia pelan-pelan"
"Kalau memang Alaska masih sayang kenapa mereka putus?" tanya Acha heran hatinya terasa sakit mendengar pernyataan itu.
"Mantannya pergi ninggalin Alaska tiba-tiba tanpa ada kata pamit, diantara mereka memang tidak ada kata putus tapi saat dia meninggalkan Alaska, Alaska sudah menganggap hubungan nya benar-benar berakhir" sesekali Acha mencomot cemilan nya sambil mendengarkan cerita tentang Alaska.
"Mereka pacaran sudah 3 tahun lamanya, semenjak Alaska kelas 2 SMP mbak ngerti tidak gampang Alaska melupakannya"
Acha seperti kehilangan kesempatan untuk mendekati Alaska pasalnya hati laki-laki itu masih stuck di sang mantan, apa gw harus tetap berjuang atau berhenti disini saja? batin Acha bimbang.
Melihat Acha yang melamun, Anin tau kalau dia menyukai adiknya Anin setuju-setuju saja kalau mereka pacaran tapi itu tergantung Alaska, Anin tidak ingin ikut campur mengenai asmara adiknya itu.
__ADS_1
"Udaranya mulai dingin, ayo kita masuk" perkataan Anin membuat Acha terbangun dari lamunannya. Acha kembali mendorong kursi roda menuju ruangan rawat mbak Anin, saat sampai sana Demon west sudah pulang hanya menyisakan beberapa termasuk Billy, orang tua Alaska juga tidak ada disana.
Acha membantu Anin naik keranjang kembali. Wajah Acha terlihat sedih,, dia duduk di samping Sandra menyandarkan kepalanya di bahunya.