
"Gimana Rapatnya semalam?"
"Lancar-lancar saja kok" Angkasa menghindari kontak mata dengan Acha.
Tidak ada percakapan antara keduanya, entah Angkasa yang gugup atau Acha yang malas memulai pembicaraan kembali.
Tak berapa lama teman-temannya sudah mulai turun satu persatu lengkap dengan seragam sekolah, hari ini Alaska benar-benar tampan.
"Gimana sudah enakan?" tanya Baron.
"Sudah bang" ujar Acha.
Acha tidak menghiraukan perkataan Angkasa dia pergi menuju tempat Alaska berada dan duduk di sampingnya.
"Ka gw bareng Lo yah" pinta Acha memelas.
Alaska kembali mengacuhkan perkataan Acha bahkan Alaska tidak menghiraukan keberadaan Acha di sampingnya.
__ADS_1
"Ka gw bareng Lo" ujar Acha kedua kalinya.
"Gak" lalu Alaska pergi mengendarai motornya dan meninggalkan markas bersama Adam.
"Mobil Abang mana?" tanya Acha yang tidak melihat keberadaan mobil Angkasa karena seingatnya kemarin dia mengendarai mobil sport kesayangannya.
"Di rumah Ellen" Angkasa tidak sadar kalau menyebut nama Ellen.
Acha menatap Angkasa jengah karena moodnya sudah hancur tadi pagi dia pergi menuju sekolah bersama Billy dan menyusul Alaska, perlahan-lahan markas mulai sepi karena penghuninya tengah pergi untuk menimba ilmu.
Saat motor Genk Demon west memasuki sekolah mereka menjadi pusat perhatian seantero sekolah, banyak siswi yang iri saat Acha berada di boncengannya Billy, Acha yang statusnya masih murid baru dia bisa masuk ke dalam geng besar yang mendominasi sekolah SMA Angkasa.
Demon west masih stay di parkiran menunggu anggota yang lain datang, Alaska dan adam menyalakan sebatang rokok lalu menghisapnya karena karena di parkiran jauh dari pengawasan CCTV. Satu persatu Genk Demon west mulai berdatangan.
Sandra memasuki parkiran dengan motor matic kesayangannya, lalu mereka pergi menuju kelas bersama-sama.
Bianca yang melihat Acha berada di gerombolan Genk Demon west kebakaran jenggot, Bianca sudah lama menginginkan menjadi anggota Demon west tetapi dirinya selalu ditolak.
__ADS_1
"Awas Lo Cha" Bianca mengepalkan tangannya menahan amarah yang sudah berada di ubun-ubun.
Sandra dan Acha berpisah dengan yang lainnya sebelum mereka memasuki kelas Billy mengajak mereka makan bersama.
Saat Acha dan Sandra memasuki kelas suasana yang awalnya berisik menjadi sunyi senyap aura mendominasi dan ketegangan menyelimuti kelas itu.
"Cha kok Lo bisa sama mereka?" tanya Sandra saat keduanya berada di kursinya.
Mau tidak mau Acha menceritakan semuanya, kenapa bisa sampai berada disana kecuali masalah Angkasa.
"Gw punya trauma" ujar Acha menyelesaikan ceritanya.
"Sekarang Lo punya kita semua" ucap Sandra tersenyum hangat.
Pelajaran pertama di mulai dengan tertib hingga pelajaran terakhir sebelum istirahat, berbeda dengan dua manusia yang duduk di pojokan. Mereka tertidur dengan telinga tersumpal earphone.
Guru-guru sudah lepas tangan kepada Demon west saat mengetahui Acha juga ikut perkumpulan Genk itu membuat gurunya mau tidak mau melepaskan nya karena mereka tau sifat mereka pembangkang, suka keluar kelas seenaknya dan pemalak siswa lain.
__ADS_1
Beberapa kali Genk itu mau di bubarkan bahkan sampai melibatkan pihak polisi namun selalu gagal karena pengaruh Genk tersebut sangat kuat. Mereka menyayangkan Acha, meskipun Acha murid baru namun dia tergolong siswa berprestasi.
Jam istirahat kurang 10 menit lagi, Acha dan Sandra keluar terlebih dahulu melewati meja guru sambil tertawa tidak menghiraukan kebe gurunya. Mereka berjalan menuju kantin dan bergabung dengan yang lainnya yang sudah berada disana.