
"Gila loh yah" kepala Acha terbentur Dasboard karena dia tidak memakai seat belt.
"Maaf Cha maaf, Lo gak papa kan?" tanya Sandra, kepala Acha memar di buat Sandra.
"Gak papa mata Lo, teng tengan kepala gw" jawab Acha marah.
"Ya maaf namanya juga reflek" Sandra membela diri setelah itu kembali mengemudikan mobilnya.
"Reflek Lo itu hampir ngebuat nyawa kita dalam bahaya" Acha mengusap kepalanya.
"Udah lah gila-gila reflek aja Lo, gimana awalnya sampai Lo bisa jadian sama Alaska?"
"Kenapa gak bisa? gw udah pernah bilang kan gak ada yang bisa menolak pesona seorang Acha Dirgantara, Lo cari tuh orang gak bakal ada" Acha berkata dengan percaya diri sambil mengibas-ngibaskan rambut ke kanan dan ke kiri.
"Bisa gila lama-lama gw" guman Sandra kesal.
"Katanya dia mau mencoba untuk mencintai gw, dia akan berusaha melupakan masa lalunya dan mulai menerima gw"
"Lo yakin, Lo gak curiga dia jadian sama Lo karena satu alasan!!?
"Satu alasan?" beo Acha tidak paham.
__ADS_1
"Bisa aja Lo cuma di jadikan lampiasan sama dia, kita sama-sama gak tau apa ada di otak nya, gw harap Lo jangan berharap terlalu banyak sama Alaska" ujar Sandra memberi nasehat kepada sahabatnya.
"Entah lah san, kalau memang Alaska pacaran sama gw karena satu alasan gw bakal benar-benar pergi dari hidup dia"
"Yang penting sekarang kan Lo sudah jadian sama tambatan hati Lo semenjak Lo masuk SMA Angkasa, Lo nikmati aja, gimana nanti belakangnya biar waktu yang menjawabnya" Sandra berusaha menenangkan Acha yang sudah berfikiran macam-macam.
Mobil mereka memasuki pekarangan rumah Alaska yang terlihat sepi saat ini, setelah memarkir mobil mereka turun dan membawa paper bag yang berisi hadiah untuk mereka.
"Assalamu'alaikum" Sandra memencet bel.
"Assalamu'alaikum" panggil mereka kedua kalinya.
"Tante"
Ceklek.
"Waalaikumsalam, loh kalian ayo masuk, maaf tadi Tante ada di dapur mangkanya Tante tidak mendengar" Tante Aliya mempersilahkan mereka masuk dan duduk.
"Mau minum apa, Tante buatkan" tawarnya.
"Gak usah repot-repot Tante, kita kesini untuk memberikan Tante oleh-oleh dari Jerman" Acha menyerahkan paper bag nya kepada Aliya.
__ADS_1
"Kok repot sih, padahal kalian tidak perlu repot-repot untuk bawa oleh-oleh, tapi Tante terimakasih yah"
"Sama-sama tante" Aliya pergi menuju dapur untuk membuatkan Acha dan Sandra segelas coklat panas dan cemilan.
"Alaska kayaknya belum pulang deh Cha"
"Katanya tadi dia ada urusan sebentar"
Aliya membawa nampan dari dapur, mempersilahkan mereka untuk minum.
"Oh ya tan, mbak Anin kemana yah kok dari tadi gak keliatan apa keluar?" tanya Sandra.
"Ada urusan katanya sama temannya, sudah tadi sebentar lagi pasti dia pulang"
Mereka menghabiskan siang itu sambil bercerita.
🌺🌺🌺
Alaska mengendarai motornya ke markas bloody killer, pikirannya berkecamuk saat kakaknya tiba-tiba mengaku kalau mencintai ketua genk rivalnya, motor Alaska melewati sebuah cafe yang tengah populer di kalangan anak muda, tak sengaja matanya menangkap siluet kakaknya bersama Roy.
Dia memarkirkan motornya lalu masuk dengan wajah datar dan dingin, di seberang meja sana dia melihat tangan Anin di genggaman oleh Roy, hal tersebut membuat dia makin murka.
__ADS_1
Dia menghampiri meja mereka, menendang dada Roy dengan kuat, sehingga membuat Roy terjatuh dari kursinya.