Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Gw harus nunggu dia atau mencari kebahagiaan untuk diri gw sendiri.


__ADS_3

Aiken duduk di samping Acha, merangkul tubuh Acha yang kelelahan, Acha tidur di dada Aiken, mendonorkan darah ternyata menguras tenaganya belum lagi Acha menggendong Alaska dalam jarak 10 meter.


"Acha" teriak Sandra bersama ibunya, Aiken memberikan tanda agar Sandra tidak terlalu berisik kasian Acha.


"Lo pasti Aiken yah, pacarnya Acha?" tanya Sandra, Aiken mengangguk.


"Dia pacarnya Acha?" tanya anggota Demon West.


"Kenalin gw Sandra dan mereka itu anggota Demon West yang lagi ada di dalam namanya Alaska ketua genk Demon West" Sandra menunjuk anggota Demon yang sedang berkumpul.


"Sejak kapan lo pacaran sama Acha?" tanya Billy.


"Lima bulan yang lalu, kenapa?" Billy mengabaikan rasa penasaran laki-laki yang bernama Aiken itu.


"Percuma gw nunggu dia selama hampir 2 tahun lamanya, gw nunggu Acha saat masih bersama Alaska sekarang apa gw harus nunggu lagi atau mencari kebahagiaan gw sendiri dengan orang lain? tapi perasaan gw sama dia masih kuat masih sama seperti dulu?" batin Billy, Billy berjalan menjauh dari mereka mencari ketenangannya sendiri berada di sana hanya membuat dirinya sesak.

__ADS_1


Tim medis keluar dari UGD "Keluarga pasien"


"Saya bundanya dok, bagaimana kondisi anak saya?" tanya Aliya menghampiri dokter dengan khawatir.


"Pasien mengalami cedera pada otaknya karena saat terjadi benturan yang keras pada kepala otak akan terayun dan membentur dinding tengkorak tapi kalian tidak perlu khawatir karena cedera ini hanya bersifat sementara dan dapat pulih total dan sebentar lagi pasien akan sadar setelah obat biusnya hilang, kalian harus berterimakasih pada orang yang sudah membawanya karena telat satu detik saja saya tidak bisa menjamin keadaan pasien akan seperti apa nantinya" ujar dokter yang menangani Alaska.


"Terimakasih ya Allah engkau masih memelihara anak hamba, terimakasih juga untuk dokter, apa saya boleh melihatnya?" tanya Aliya.


"Pasien akan di pindahkan ke ruang rawat dulu setelah itu ibu boleh menjenguknya, namun bergantian yah bu dan jangan membuat suara-suara yang dapat menggangu pasien" dokter pamit untuk memeriksa pasien lain, semua orang disana mengucapkan syukur setelah mengetahui kondisinya seperti apa.


"Maaf Aiken" ujar Acha tak enak.


"Gak papa honey, udah enakan badannya?" tanya Aiken.


"Sudah makasih, yang lain mana?"

__ADS_1


"Mereka pergi ke ruang rawat, Alaska di pindahkan ke sana karena kondisi membaik"


"Syukur deh, Aiken ada yang pengen aku kasih tau tapi gak disini, kita cari tempat yang enak untuk berbicara" Aiken membawa Acha ke taman rumah sakit yang dia lihat tadi saat kesini, Acha akan jujur siapa itu Alaska.


Taman rumah sakit sepi karena hujan tadi membuat siapapun malas kesana cocok untuk Acha, tumbuhan yang tersiram air hujan tampak berkilauan karena masih ada sisa-sisa air di atasnya, Acha juga menyukai harum tanah yang habis terkena hujan.


"Mau ngomong apa honey?" tanya Aiken setelah keduanya duduk.


"Pasti sayang bertanya-tanya tentang sosok Alaska kan" Aiken mengangguk dia memang cukup penasaran bukan penasaran banget siapa Alaska bagi Acha.


"Kalau honey belum siap cerita gak papa tapi kalau honey butuh teman untuk berbagi aku ada disana" Aiken melihat keraguan di mata Acha.



__ADS_1



__ADS_2