
"Kenapa hanya Daddy yang pergi, kenapa bukan aku" Isak tangisnya terdengar pilu.
Alaska menghampirinya dan memeluknya erat seakan memberikan kekuatan kepada Acha.
Angkasa mencari adik nya, karena tiba-tiba Acha tidak terlihat oleh pandangan nya, dia khawatir Mommy akan mengatakan hal buruk terhadap Acha.
Angkasa mencarinya ke semua tempat termasuk taman belakang, disana dia melihat Acha tengah berada di dekapan Alaska.
"Kenapa?" tanya Angkasa khawatir saat melihat adik nya menangis.
"Acha kenapa dek?"
"Mommy ngomong sesuatu yang buruk terhadap Adek?"
Acha bungkam, dia tidak mau memberitahu kan apa yang terjadi tadi, dia takut abangnya akan semakin membenci mereka.
"Enggak, tadi Acha lagi nonton film sedih jadi kebawa deh" ujar Acha tertawa sumbang.
"Mommy ngomong sesuatu yang buruk sama Acha?" tanya Angkasa terlihat khawatir.
Acha melepas pelukannya dia menatap Angkasa dalam.
"Acha saja belum bertemu sama Mommy setelah makan tadi" Acha menenangkan Angkasa dengan senyum nya.
__ADS_1
"Yaudah yuk masuk" Acha menarik tangan keduanya sedangkan Alaska dan Angkasa tengah bersitatap tanpa Acha sadari.
"Kenapa sampai Acha menangis" tanya Angkasa dalam hati.
"Mana gw tau" jawab Alaska dalam hati juga.
"Lo gak becus jaga adek gw".
"Memang gw bodyguard Adek Lo".
Di ruang keluarga Acha melihat kakak keduanya tengah berbincang-bincang dengan Opa nya.
"Adek hier" panggil Opa nya.
Acha duduk di samping Opa nya.
"Wie kommt es, hier zu sitzen?" (Kok duduk di sini?) tanya Opa nya.
"nicht Warum-Warum opa"
"Sana saß neben ihrem Bruder, es ist schon eine Weile her, seit ihr nicht gesprochen habt" (Sana duduk di samping Abang nya, sudah lama juga kan kalian tidak berbicara) ujar Opa nya, mau gak mau Acha duduk di samping kakak keduanya.
"Bruder wie geht es dir" (Apa kabar) tanya Acha.
__ADS_1
Namun Lin Yi tidak menjawab pertanyaan Acha dia fokus berbicara dengan Opa nya.
"Was ist mit der Firma?" (Bagaimana perusahaan Abang?) tanya Lin Yi.
"gewöhnliche" (Biasa aja) Ujar nya.
"Mein Bruder hat ka nicht gefragt?" (Abang tidak menanyakan kabar ku) tanya Lin Yi.
"Acha hat schon gefragt, wie es dir geht, du hast nicht geantwortet" (Acha sudah menanyakan itu, kamu saja yang tidak menjawab) jawab Angkasa tegas.
"Mein Bruder scheint mich zu hassen" (Abang sepertinya membenciku)
"Ich hasse Leute, die meinen Bruder verletzt haben" (Aku membenci orang yang menyakiti adik ku) Ujar nya.
"Acha main sama yang lain dulu yah, Abang mau ngomong sesuatu sama orang ini" ujar Angkasa.
Acha pergi meninggalkan 2 saudara itu, pergi menuju teman-temannya yang berada di pinggir kolam.
"Arthur, ich liebe dich, auch wenn ich immer davon träume, dass wir wieder zusammenleben, verzeiht ihr Acha" (Arthur, aku sangat menyayangimu bahkan aku selalu memimpikan kita hidup bersama seperti dulu lagi, kalian bisa memaafkan Acha) Ujar Angkasa kepada adik keduanya.
"Aber er ist die Todesursache für Daddy Bang" (Tapi dia penyebab kematian Daddy bang) ujar Lin Yi marah.
"Er war nicht derjenige, der Daddy veranlasst hat, uns zu verlassen, das war alles ein Plan des Allmächtigen, ihr hasst dieses süße Kind zu sehr" (Bukan dia penyebab Daddy ninggalin kita, ini semua sudah rencana dari yang maha kuasa, kalian terlalu membenci anak manis itu)
__ADS_1