
Acha membawa Sandra menuju kamarnya, Sandra melihat banyak miniatur Bangtan, lightstick dari versi satu sampai versi terbaru, berbagai macam album dari Bangtan debut sampai album sekarang.
Sandra tidak memiliki army bomb atau album, dia hanya fans modal kuota saja, tapi dia selalu ingat omongan Rm.
"Lo mau mandi gak?"
"Gak lah, pinjem baju Lo aja" ujar Sandra.
Acha memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
"Bahkan kamar Acha lebih besar daripada kosan gw" batin Sandra.
"Lemari Lo mana?" tanyanya saat melihat Acha keluar dari kamar mandi.
Acha membawa Sandra ke pintu berwarna gold yang tidak jauh dari tempat tidurnya. Sandra berdecak kagum saat melihat semua brand terkenal berada disana. Mulai dari sepatu, baju-baju, sampai aksesoris.
"Lo pilih aja apa yang Lo suka" ujar Acha menenteng baju pilihnya.
Sedangkan Sandra hanya menatapnya tanpa berani mengambilnya takut rusak, dia tau barang-barang tersebut harganya sangat mahal, bahkan gajinya saja selama satu tahun sebagai pelayan restoran tidak akan cukup.
Acha melihat Sandra hanya memandangi baju-bajunya tidak mengambil satu pun, Acha berisiatif memilihkan Sandra baju kaos hitam polos di padukan dengan rok mini bercorak kotak-kotak.
Setelah selesai bersiap, Acha pergi menuju bagasi mengeluarkan mobil kesayangan, meskipun hari beranjak sore kota metropolitan tetap macet seperti biasanya.
__ADS_1
Setelah memakan waktu selama 45 menit akhirnya mereka sampai di kantor Dirgantara, Acha memarkirkan mobilnya di dekat mobil sport Angkasa.
Para karyawan melihat adik dari pemilik perusahaan, memberi salam hormat saat Acha melewati mereka dengan anggun, seperti biasanya Acha melewati mereka tanpa membalas salam mereka, sedangkan Sandra tersenyum canggung.
Keduanya memasuki lift khusus CEO, yang akan mengantarkan mereka ke ruang kerja Angkasa, tanpa mengetuk pintu Acha langsung masuk.
Angkasa yang awalnya ingin marah, kakinya di tendang oleh Fero sekertarisnya, karena yang masuk sang adik. Sandra menatap fero dengan kagum.
"Gila ganteng banget dia"
"Mak pengen punya pacar kayak dia"
"Sudah good looking kaya lagi" batin Sandra.
"Fero" ujarnya memperkenalkan diri.
"Sandra"
"Dek Abang harus ke Swiss, perusahaan disana mengalami kendala, mau gak mau Abang harus kesana" ucap Angkasa yang memeriksa dokumen nya.
"Kok mendadak" protes Acha.
"Tuh Fero ngasih taunya mendadak"
__ADS_1
"Maaf tuan" ujar Fero membungkuk.
"Apa kamu tinggal di markas aja selama seminggu?" tanya Angkasa.
Acha menggeleng.
"Fero juga ikut?"
"Iyah nona".
"Gw bakal nemenin Lo" ujar Sandra.
"Memang Lo di diizinin sama orang tua Lo?" tanya Acha.
Sandra tersenyum saat mendengar ucapan sahabatnya itu.
"Gw tinggal sendirian di kosan, bokap gw pergi ninggalin gw sama nyokap, setelah itu nyokap kerja di Thailand, beberapa tahun terakhir" Ujar Sandra menceritakan semuanya tentang keluarganya.
"Gw Juga ditinggal bokap gw, bedanya nyokap gue itu benci gue, sebenarnya gw punya dua Abang" Acha juga menceritakan keluh kesah tentang keluarganya.
"Cuma Angkasa yang gw punya sebagai penopang hidup gw selama ini, gw juga pengen keluarga gw utuh seperti dulu, tapi gw gak bisa san"
"Sabar yah sayang" ucap Sandra menepuk-nepuk punggung Acha.
__ADS_1
"Terimakasih sayang" balas Acha.
Keduanya bergidik jijik, lalu tertawa keras bersama-sama. Semoga senyum itu tidak akan pernah hilang, batin Angkasa yang melihat adiknya tertawa senang.