
Mereka makan bersama di rooftop, mereka juga bersenda gurau bersama.
🌺🌺🌺
Alaska baru selesai mandi, dia mengeringkan rambutnya menggunakan handuk, setelah lumayan kering dia merebahkan tubuhnya di kasur. Alaska buru-buru bangun dan turun saat mengingat sepatu yang dia buang tadi, dia mengubek-ngubek tempat sampah mencari apa yang dia buang tadi tapi tidak ketemu.
"Bunda" teriak Alaska.
"Apa sih le, sudah malem ini gak usah teriak-teriak kebiasaan kamu" Aliya memarahi Alaska, dia baru selesai mencuci piring.
"Bun liat paper bag di tempat sampah gak?" tanya Alaska.
"Oh paper bag itu, sudah di ambil sama mbak Anin, mangkanya kalau masih butuh jangan di buang" Alaska langsung berlari menuju kamar kakaknya yang berhadapan dengan kamarnya, tampa mengetuk pintu dia langsung masuk, kakaknya sedang mengerjakan tugas nya
"Mbak paper bag yang Lo ambil di tempat sampah mana, itu punya gw"
"Sepatu itu sudah menjadi gw, orang udah di buang sama Lo" Ujar Anin menyelamatkan sepatunya dari Alaska.
__ADS_1
"Mbak gw lagi males ribut sama Lo, kembalikan itu punya gw" ujar Alaska lelah.
"Mangkanya gak usah sok jual mahal, harusnya Lo bersyukur bisa dapetin Acha, harus nya Lo jagain dia bukan Lo sakiti setiap saat" Anin melempar box yang berisi sepatu, Alaska dengan tangkas menangkapnya tanpa menjatuhkan isinya, dia meninggalkan Anin yang tengah kesal padanya, Alaska meletakkan sepatunya bersama dengan jejeran sepatu yang berharga fantastis.
"Le di panggil Ayah" ujar mama dari depan pintu. Alaska turun menemui papanya yang berada di ruang tamu bersama Anin dan mamanya.
"Ada apa yah?" tanya Alaska duduk di sofa yang masih kosong.
"Ayah dengar dari Bunda tadi, kamu ngomong sesuatu yang menyakiti hati seseorang, lalu kamu juga membuang barang pemberiannya?" tanya Herman memastikan kebenarannya, dia ingin mendengarnya langsung dari anak laki-lakinya.
"Lalu apa tujuan kamu memacarinya sedangkan kamu saja tidak menyukainya?"
Herman mencoba menahan amarahnya.
"Aka di beri tantangan sama teman-teman aka, mereka meminta aka memacarinya selama satu bulan, aka sudah nolak tapi mereka malah mengejek aka" ujar Alaska tidak terima disalahkan yah walaupun itu memang kesalahannya.
"Jangan mencari pembenaran dengan menyalahkan teman-teman mu, kalau kamu memang tidak menyukainya putuskan dia jangan menunggu sampai satu bulan baru kamu putusin, jelaskan padanya baik-baik mungkin dia memang membencimu tapi kamu harus terima karena ini memang kesalahan mu, apa kamu tidak kasian sama dia, kamu marah mbak mu pacaran sama musuh mu, lalu kamu gak mikir bagaimana kalau abangnya tau kamu cuma bisa nyakitin hati dia, inget ini yah le, perempuan yang kamu sakiti itu adalah anak perempuan yang di bahagiakan mati-matian oleh mendiang ayahnya saat beliau masih hidup" Hendra memberikan pengertian pada anaknya, tidak baik menyakiti perempuan sedangkan dia sendiri memiliki seorang ibu dan kakak, bagaimana kalau ada yang menyakiti keduanya?.
__ADS_1
"Iyah yah, Alaska salah" Alaska kembali ke kamarnya benar kata ayahnya, Acha mungkin membencinya setelah mengetahui kebenaran nya.
"Bagaimana mungkin anak laki-laki yang selalu aku bangga-banggakan di depan semua orang tega menyakiti hati seseorang" Hendra melihat anaknya berjalan dengan kepala tertunduk.
"Sudah lah yah, biarkan dia menyelesaikan sendiri masalah, Alaska sudah besar, sesekali kita akan menasehati nya kalau dia salah" Mereka lalu pergi ke kamarnya masing-masing untuk beristirahat.
Hendra dan Aliya aka Han ga in dan Yeon Jung Hoon.
Anin aka iu/Lee ji-eun.
aku bakal mengganti peran Angkasa dari manu Rios jadi Lee soo Hyuk.
__ADS_1