Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Date pertama.


__ADS_3

"Ka" panggil Acha.


"Hm" jawab Alaska malas.


"Terima kasih sudah membuat gw bahagia" ujar Acha tersenyum sangat manis, dia menatap aka yang fokus mengemudi.


Setelah bermacet-macetan ria akhirnya mereka berdua sampai di pantai Ancol jam 10.30, Alaska memarkirkan mobilnya, mereka berdua keluar dari mobil, Acha menggenggam tangan pacarnya, lalu berlarian menuju bibir pantai, Alaska mau tidak mau juga ikut berlari, mereka sampai di bibir pantai, Acha merentangkan tangannya menarik nafas dalam-dalam.


"Ka main air yuk" ajak Acha.


"Lo aja males gw" tolak Alaska.


"Ayo lah, jarang-jarang kita kesini" bujuk Acha sambil menggoyang kan tangan aka.


"Lo tuli yah" bentak nya tak tahan lagi dengan sikap kekanakan Acha.


Acha menyentuh air laut yang dingin menggunakan kakinya, setelah membentak Acha Alaska kembali ke atas, dia duduk di bawah pohon kelapa yang memiliki daun yang rindang.

__ADS_1


Seperti biasa pantai akan ramai saat weekend, ada yang piknik bersama keluarga, anak-anak akan membuat istana pasir, ada yang berkuda menyusuri pantai, snorkeling, berjemur, ada juga yang sekedar datang untuk berfoto dengan teman-temannya, berselancar dan main ombak, sama seperti yang Acha lakukan saat ini, Acha asyik bermain meskipun sendirian. Alaska tersenyum samar melihat tingkah Acha yang terkesan bodoh di matanya, dia mengejar ombak tapi dia akan berlari saat ombak balik mengejarnya.


"Lo harus putusin Acha setelah hubungan kalian sudah 1 bulan" tiba-tiba tantangan teman-temannya terlintas di kepalanya.


Hubungannya dengan Acha sudah jalan 1 Minggu, artinya 3 Minggu lagi dia akan putusin Acha, namun ada perasaan tidak rela melepaskan wanita itu, tanpa dia sadari Alaska sudah mulai mencintai Acha, perlahan-lahan nama Acha mulai menghapus nama Febby di hatinya meskipun belum sepenuhnya.


"Hai cantik" sapa laki-laki hanya memakai celana pendek. Acha membungkuk sopan.


"Sendirian aja cantik?" tanyanya yang duduk di dekat Acha.


"Mbaknya cantik banget sih, mau gak mbak jadi pacar saya?"


"Lo tuli yah? udah gw bilang gw kesini sama pacar gw, kasian yah mana masih muda lagi, lagian gw juga gak tertarik dengan laki-laki jelek kayak Lo, udah jelek berani gangguin pacar orang" maki Acha dia sudah tidak tahan dengan tingkahnya.


Alaska menghampiri kekasih nya, sudah cukup dia melihat hal memuakkan baginya, dia duduk di samping Acha, sekarang posisi Acha berada di tengah-tengah, aka merangkul pinggang Acha posesif, dia juga mencium pipi mulus Acha.


Acha di buat tersipu oleh perlakuan Alaska yang tiba-tiba, laki-laki itu pergi meninggalkan sepasang kekasih itu setelah mendapatkan tatapan mematikan dari Alaska.

__ADS_1


Alaska melempar jaket yang di kenakan nya pada Acha, bagaimana tidak Acha memakai dress pendek berwarna merah polkadot, rambutnya di Cepol ke atas, membuat bahu dan kaki jenjangnya terekspos.


"Lo sebenarnya mau liburan atau ngejual diri?" tanya Alaska melepaskan pelukannya.


Acha santai saja dengan ucapan Alaska, dia sudah tidak sakit hati lagi mungkin karena sudah sering mendengar kata-kata mutiara dari mulut Alaska.


"Ya kali gw ke pantai pakai gamis" Acha mengunakan jaket Alaska di tubuhnya, kali ini Alaska juga ikut bermain air dengan Acha, terkadang mereka membuat istana pasir bersama.


"Bolehkah aku egois, aku ingin memiliki mu seutuhnya tanpa kau mengingat mantan mu lagi, aku ingin menjadi satu-satunya bukan salah satunya" batin Acha melihat Alaska yang sedang tertawa bahagia.


Acha.



Alaska.


__ADS_1


__ADS_2