
Sandra mengeliat dari tidurnya saat mendengar teriakkan dari Omanya Acha.
"Gila kali yah, udah tua suaranya masih melengking aja" guman Sandra kesal.
"Cha bangun nenek Lo udah manggil-manggil itu" Sandra mengguncang tubuh Acha, Acha tidak merespon dia masih memejamkan matanya karena kesal Sandra mendorong Acha dengan kakinya hingga membuat tubuh Acha jatuh.
"Au sakit" pekik Acha.
Sandra langsung pura-pura tertidur, bisa-bisa terkena amukan macan dia di pagi hari.
"Gak mungkin gw jatuh tanpa sebab akibat, gw tidur juga gak rusuh-rusuh amat kok, tapi kok bisa yah" ujar Acha kebingungan.
Acha melihat Sandra, matanya memang terpejam tapi bibirnya berusaha menahan tawanya.
Acha mengambil bantal dan melemparkannya pada Sandra, hingga membuat Sandra tidak bisa lagi menahan tawanya.
"Gila Lo yah, kira-kira dong kalau mau dorong" kesal Acha terus melempar bantal.
"Ya Lo tidur kayak orang mati" Sandra masih tertawa cekikikan.
Perang bantal terjadi di antara keduanya, bantal terus datang dari kanan dan kiri mereka, tidak ada yang mau mengalah.
Clek
Bug
__ADS_1
Acha tidak sengaja melempar pada orang yang baru masuk kamar mereka, Angkasa.
"Acha, Sandra" Angkasa menatap mereka dengan tatapan dingin seperti biasanya, dia bisa melihat kamar adiknya sudah terpenuhi bulu-bulu angsa dimana-mana.
"Kalian tidak mau sekolah?" tanya Angkasa.
"Iyah bang maaf" jawab Acha, Angkasa meninggalkan mereka yang saling melempar pandang.
Setelah kejadian tadi mereka langsung pergi untuk mandi dan bersiap pergi ke sekolah. Sandra ikut memoles kan bedak tabur di sekitar wajahnya, memoleskan lipstik berwarna nude sedangkan Acha memoleskan lipstik ombre, bulu mata yang di jepit agar terkesan lentik alami.
"Lipstik Lo" ujar Sandra.
"Siapa yang mau larang gw, gw kok yang punya sekolah"
Mereka turun ke lantai bawah setelah mengendong tas masing-masing dan sepatu sudah terpasang dengan rapi.
"Selamat pagi nak, makan dulu biar tidak terlambat ke sekolah nya" ujar sang Oma.
Mereka menyantap sarapan pagi dengan hikmat.
"Assalamu'alaikum" ujar Fero berjalan menuju meja makan.
"Waalaikumsalam" jawab mereka serempak.
"Makan dulu fer"
__ADS_1
Fero duduk di samping Sandra, Sandra yang awalnya ingin memasukkan potongan roti kemulutnya mendadak berhenti saat Fero memiliki duduk di sampingnya.
Acha berusaha menahan tawanya saat melihat ekspresi wajah Sandra yang menurutnya sangat lucu.
"Sandra sudah makannya nak?" tanya Opa.
"Iyah Opa" jawab Sandra gugup, duduk berdampingan dengan laki-laki yang dia suka membuat jantungnya tidak sehat.
"Padahal masih banyak itu loh, kasian Oma masakannya dak di habiskan" ujar Acha penuh dramatis.
Sandra mencibir Acha, dia kembali memasukkan makanan dengan terburu-buru hingga membuat dirinya tersedak.
Acha menyodorkan segelas air putih untuk Sandra.
"Gimana sih Lo" ucap Sandra.
"San sudah tidak usah di paksakan, Acha juga gak boleh seperti itu" tegur Oma.
Hanya Angkasa dan Fero yang makan dengan tenang, bahkan saat Sandra tersedak, boro-boro Fero mengambilkan minuman menoleh saja tidak.
Angkasa memberikan Acha kartu black card sebelum pergi menuju kantornya.
"Beli apa aja yang kalian mau, Sandra juga boleh beli mobil impiannya, gunakan kartu itu sepuas kalian" ujar Angkasa.
"Loh Acha kan sudah punya black card bang, tapi gak papa deh, oh ya bang Acha boleh ganti mobil lagi yah, sudah bosen Acha" Acha meminta persetujuan Angkasa untuk ganti mobil padahal mobilnya baru dia beli 3 hari yang lalu tapi sudah bosan katanya.
__ADS_1
"Terserah Acha" ucap Angkasa.
Mereka memasuki mobil masing-masing, untuk melakukan aktivitas seperti biasanya.