Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Febby hanya gelintir kisah di masa lalu.


__ADS_3

Jam 03.00 sore mereka sampai, Aka memarkirkan motornya di tempat biasanya.


"Masuk dulu, agak maleman gw anterin Lo pulang" Acha mengekori Alaska seperti biasanya, Mbak Anin menunggu kepulangan mereka di ruang tamu senyumannya merekah adik iparnya berjalan menuju ruang tamu.


"Acha" Anin memeluk Acha sudah lama mereka tidak bertemu kembali.


"Gw ke kamar dulu" Alaska menuju kamarnya di lantai dua.


"Mbak sorry gw pinjem baju dan tas Lo tanpa izin.


"Santai aja kali, buat Lo aja cocok kok makin cantik" puji Anin.


"Loh ca sudah pulang, Aka mana?" tanya Aliya baru keluar dari kamarnya.


"Baru sampai Tan, Aka tadi pamit mau ke kamarnya" jawab Acha.


"Mbak Bunda boleh minta tolong gak?"


"Minta tolong apa Bun?" tanya Anin.


"Belanja bulanan, Bunda sudah nulis daftar yang harus mbak beli, bisa kan mbak?" tanya beliau.


"Bisa Bun, Anin siap-siap dulu yah" Anin bergegas menuju kamarnya.


"Nak Tante ke kamar dulu yah, Tante harus nge desaign beberapa baju pernikahan pesanan pelanggan"


"Cha mau ikut?" tanya Anin sudah rapi.


"Boleh"


"Kalian hati-hati yah" pesan Aliya.


Acha mengikat rambutnya kuncir kuda karena kegerahan dengan ikat rambut gelangnya, mereka menyalami tangan Aliya lalu berangkat menggunakan mobil pribadi Anin.

__ADS_1


Alaska mengganti bajunya dengan kaos, dia pergi menuju kamar mandi membasuh muka nya yang terasa lengket, Aka menatap cermin di depannya.


"Kenapa Lo kembali lagi setelah sekian lama, setelah gw mulai mencintai nya, Lo ngebuat hati gw bimbang dengan kehadiran Lo kembali? apa yang harus gw lakukan? gw belum bisa ngelupain Lo sepenuhnya setelah 3 tahun kita habiskan bersama, gw bisa mengabaikan semua pesan dari Lo tapi apa bisa mengabaikan kehadiran Lo yang terus mendekat? tapi gw gak bisa terus-terusan terjebak dalam masa lalu gw" Aka membasuh wajahnya dengan frustasi, apa yang harus dia lakukan selesai dari kamar mandi dia memutuskan untuk turun menemui Acha namun saat sampai di bawah dia tidak melihat keberadaan Acha maupun Mbak nya.


"Apa Acha sudah pulang di antar Mbak Anin?" tanyanya pada dirinya sendiri.


*Bun ngeliat Acha? apa Acha sudah pulang?" tanya Aka menghampiri bundanya.


"Acha menemani Mbak Anin belanja bulanan" jawab bunda masih fokus mendesain.


Aka merebahkan tubuhnya di kasur orang tuanya, dia memejamkan matanya sebentar.


"Ada apa le?" tanya bunda melihat kekhawatiran di raut anak laki-lakinya.


"Aka bingung bunda, apa yang harus Aka lakukan? perempuan di masa lalu Aka kembali lagi" Alaska menceritakan apa yang dia alami tadi kepada Aliya, Aliya menutup bukunya menghampiri anaknya.


"Le masa lalu tetaplah akan menjadi masa lalu, jangan terus terpaku di dalamnya, kamu juga harus menjalani kehidupan mu tanpa atau dengannya, jaga apa yang kamu punya sekarang" Aliya mengusap rambut Aka lembut, Sebelum tertidur lelap karena usapan lembut dari bundanya, Aka memikirkan ucapan beliau, benar dia harus menjaga apa yang dia punya sekarang Febby hanyalah sebagian kisah dari masa lalunya.


Sebagian murid sedang menghabiskan makanannya di istirahat kedua mereka, Sandra tengah berkumpul dengan anggota Demon west.


"Eh-eh tau gak perbedaan Lo sama orang gila?" tanya Diki pada Sandra.


"Gak ada bedanya" Diki tertawa ngakak, dia yang memberi pertanyaan dia sendiri yang menjawabnya.


"Jayus banget Lo" teriak Devan di dekat telinga.


"Gw lagi dekat sama Adek kelas" Diki mengejek temannya yang masih kebanyakan jomblo.


"Memang ada yang mau sama Lo?" tanya Yudha balik mengejek.


"Masalahnya cuma dia yang mau sama gw di antara ratusan murid SMA Angkasa" Diki kembali tertawa sendirian, Sandra terlihat gelisah karena telfonnya tidak di angkat oleh ibunya.


"San Lo ok?" tanya Adam, Sandra mengangguk.

__ADS_1


Visual Demon West.


Diki as J-Hope.



Devan as Jimin.



Adam as Mingyu



Ade as Wonwoo



Alaska putra Sidanta.



Acha Dirgantara.



Sandra Abigail.



Ellen Arabelle


__ADS_1


__ADS_2