Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Peperangan antara Genk besar.


__ADS_3

Setelah semuanya berkumpul, mereka pergi menuju arah hutan, bloody killer mengikuti mereka dari belakang, sesekali mereka melempari batu dan beberapa terkena mobil Acha.


"Cha" panggil Sandra.


"Gak papa san" jawab Acha santai.


Motor anggota Demon West mengikuti Alaska dan berhenti di sebuah hutan belantara, mereka mengatur posisi dalam penyerang, begitu juga dengan bloody killer saat ini mereka tengah berhadapan, hanya ada dendam dan balas dendam terpancar di mata mereka.


"Ada apa?" tanya Alaska terkesan sangat santai bahkan ada rokok di sekitar tangannya.


"Gara-gara Lo ketua bloody killer ada di rumah sakit" jawab wakil mereka.


"Masih hidup dia kuat juga, gw kira udah mati" Alaska tertawa mengejek, hal itu membuat mereka geram.


"Serang" komando wakil mereka.


Tawuran antar sekolah terjadi, mereka dengan tangkas menghindari pukulan lawan, sesekali terdengar ejekan dari mereka membuat lawan semakin kebakaran jenggot.


"Kalian hati-hati" ujar Billy kepada para gadis.


Alaska mempelintir tangan lawannya sampai terdengar suara tulang patah setelah itu dia mendorong punggung lawannya hingga terjerembab ke tanah.


Billy menginjak leher salah satu anggota bloody killer, dia kesulitan untuk bernafas, Billy tersenyum smirk melihat lawannya sedang sakaratul maut, dia meninggalkan nya begitu saja.


Acha membenturkan kepala mereka ke sebuah pohon besar dekat dengan posisi mereka, kepalanya mengeluarkan banyak darah hingga merembes ke tanah, setelah itu Acha menendang perutnya.


"Sialan" ujar laki-laki tersebut kembali berdiri, harga dirinya seperti diinjak-injak karena kalah dari seorang wanita, kini pukulannya menjadi tidak beraturan membuat Acha kesulitan membaca gerakannya.

__ADS_1


Tubuh Acha terpental kebelakang, bibirnya mengeluarkan darah segar, Acha lengah membuat lawannya mendapatkan kesempatan untuk menyerang balik, saat ingin memukul Acha ada yang menendang punggung dari belakang.


"Alaska" beo Acha.


Alaska menarik tangan Acha untuk berdiri, menyembunyikan tubuh Acha di belakang tubuhnya.


"Lo gak papa?" Alaska masih sempat menanyakan nya padahal kondisinya juga tidak jauh berbeda dari teman-temannya yang lain.


"Gak papa" jawab Acha, Acha tidak bisa menyembunyikan senyumnya, padahal Alaska bertanya bukan karena cinta atau khawatir kepada Acha.


Bloody killer kalah telak, banyak anggota yang sudah terkapar di tanah, sudah di pastikan kalau Demon West menjadi pemenangnya, Acha pergi menuju Sandra dan Ellen berada.


"Bibir gw koyak" Acha mengadu pada keduanya.


"Pipi gw juga lebam" adu Sandra juga.


Tangan Acha meraba bekas yang terkena pukulan tadi, dia merintih kesakitan.


"Gila kuat banget pukulannya"


"Jangan lupa di obatin nanti biar gak meninggalkan bekas" ujar Billy.


Acha mengangguk, setelah dirasa cukup istirahat mereka pergi menuju markas Demon West, tidak mungkin mereka ke sekolah dengan pakaian yang banyak bercak darahnya. Acha pergi bersama Alaska, Ellen dengan Baron, Sandra dengan Adam, mobilnya dia tinggal begitu saja.


🌺🌺🌺


Di SMA Angkasa terjadi kerusakan parah, banyak batu dimana-mana, kaca-kaca pecah, tanaman yang sengaja di rawat sudah tidak berbentuk, polisi sudah berada disana begitupun Angkasa dan Fero juga disana karena di telfon oleh pihak sekolah saat berada di kantor tadi. Angkasa khawatir saat tiba di sekolah adik-adiknya sudah tidak ada sepertinya terjadi peperangan tanpa pihak sekolah ketahui. Angkasa menyuruh Fero untuk meminta para polisi menutup kasus penyerangan di sekolah.

__ADS_1


"Pak bagaimana ini?" tanya kepala sekolah.


"Catat semua yang perlu di beli, lalu kirim ke tempat biasanya dan satu lagi jangan ungkit masalah ini karena kasusnya sudah di tutup" ujar Angkasa menatap tajam kepala sekolah yang baru beberapa hari menjabat itu.


Angkasa Fahreza Dirgantara.



Acha auristarla alisya lesham Dirgantara.



Sandra Abigail.



Ellen.



Febby aka lalisa manoban.



Billy.


__ADS_1


__ADS_2