Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Kembali.


__ADS_3

Acha tidak peduli dengan laki-laki itu, laki-laki yang menyia-nyiakan kesempatan yang pernah Acha kasih, sekarang di hidupnya satu-satunya lelaki yang selalu mencintai nya selain Angkasa adalah Aiken, di setiap hubungan pasti ada yang namanya pertengkaran, di setiap pertengkaran selalu Aiken yang mengalah, Aiken akan menasehatinya dengan lembut bukan malah membentaknya seperti Alaska.


1 Bulan kemudian kelas 12 sudah menyelesaikan tantangan terbesar mereka, mereka telah menyelesaikan UN, Acha sedang berada di ruangan kepala sekolah, berkonsultasi mengenai universitas yang akan Acha ambil nantinya.


"Kemarin pihak UVA menelfon sekolah, mereka menanyakan tentang murid terbaik yang sekolah kita punyai, bapak merekomendasikan beberapa siswa terbaik termasuk kamu salah satunya, pihak sana memiliki kamu, kamu akan langsung di terima tampa tes dan mengundang kamu untuk kesana untuk melihat UVA, jika kamu memang ingin kuliah disana tapi kembali lagi keputusannya ada di tangan kamu" ujar kepala sekolah menjelaskan seluruh garis besarnya.


"Baik pak, saya akan memikirkan dulu lalu memberi tahu bapak setelah" Acha pergi setelah pamit, Aiken menunggu Acha di depan pintu masuk.


"Gimana?" tanya Aiken antusias.


"Aku harus pulang ke Indonesia buat ngurusin berkas yang masih ada di sekolah lama, aku akan kuliah di UVA, disana juga menjamin kedepannya akan seperti apa" ucap Acha di sepanjang perjalanan menuju kantin.


"Kapan kamu ke Indonesia?" tanya Aiken.


"Sebelum wisuda" jawab Acha, wisuda tinggal 1 Minggu lagi, jadi Acha punya waktu 1 Minggu sebelum berkasnya di serahkan ke UVA

__ADS_1


"Besok aja gimana? aku bakal temenin kamu ke Indonesia" setelah semuanya, Acha harus kembali ke tempat itu, tempat yang ingin sekali di lupakan dengan berbagai kenangan pahit yang dia rasakan di kota itu namun nasib membawanya kembali, dia tidak bisa mundur apa lagi pergi begitu saja seperti seorang pengecut, suka tidak suka dia harus pergi meskipun nantinya dia akan bertemu lagi dengan orang di masa lalunya itu, persetan dengan dia sudah tidak peduli lagi.


Acha memotong steak nya lalu memasukkannya ke dalam mulutnya "Honey aku akan berusaha untuk masuk ke UVA juga biar kita sama-sama terus nantinya" Aiken menatap Acha lembut, betapa beruntungnya dia bisa mengenal dan menjadi pacar Acha.


2 hari kemudian keberangkatan mereka menuju Indonesia, mereka sampai dengan selamat di ibu kota "Huh akhirnya aku sampai di kota yang membesar pacarku" Acha menyetop taksi yang akan mengantarkan mereka ke mensionya dulu, dia sudah menelfon bi Ina meminta untuk membersihkan mension sebelum Acha sampai, di sepanjang perjalan Aiken tak henti-hentinya bertanya seperti anak kecil saja.


"Besok jalan-jalan yuk, mumpung kita disini kapan lagi kan"


"Udah mau jalan-jalan aja, istirahat aja lah capek aku"


Taksi yang mereka tumpangi sampai di depan gerbang Acha, keduanya turun setelah memberi ongkos.


"Selamat malam pak" sapa keduanya.


"Selamat malam juga non" satpam membukakan gerbang untuk mereka, mereka masuk, Acha masuk ke kamarnya sedangkan Billy ke kamar tamu.

__ADS_1


"Bismillah lancarkan urusan hamba yaallah" doa Acha dalam hati.


🌺🌺🌺


pagi harinya Acha rapi menggunakan blouse dan celana hitam lalu menggunakan hak tinggi yang senada dengan bajunya biru, Acha mengikat rambutnya menjadi satu lalu mengambil tas warna hitam, Acha turun karena Aiken sudah menunggu, Aiken juga tak kalah ganteng saat memakai setelan baju santai.


Jam 10 mereka sampai di sekolah Angkasa, Acha meyakinkan dirinya sebelum turun "Sayang" panggil Aiken, kemudian Acha turun setelah meyakinkan dirinya.


"Acha"


"Yudha" Acha tersenyum canggung.


"Lo kemana aja, hampir 2 tahun lo hilang gak ada kabar"


"Gw duluan yah, masih ada urusan" jawab Acha, Acha pergi ke ruang kepala sekolah bersama Aiken sedari tadi Acha tidak pernah melepaskan genggaman tangannya.

__ADS_1


Yudha berlari ke kelas Alaska, untuk memberitahunya "Alaska mana?" tanya Yudha ngos-ngosan.


__ADS_2