
"Lo punya villa?" tanya Devan kaget.
"Gak usah sok kaget gitu lah gw kan orang kaya" celetuk Acha bercanda.
"Bener juga sih" mereka tertawa keras, melupakan sejenak masalah yang menimpa mereka.
"Berapa hari kita disana?" tanya Adam.
"Terserah kalian, kelas 12 juga sudah free" jawab Acha mengunyah anggur.
"Kita pulang pas kelas 12 nerima ijazah gimana?" tanya Ade.
"Jadi kita 5 hari yah disana" Adam memberitahu yang lainnya melalui group
"Siapa saja yang mau ikut ke villa puncak nanti sore jam 3 sudah berkumpul di rumah Acha" tulis Adam. Acha juga meminta izin pada Angkasa ingin menggunakan villa puncak untuk beberapa hari ke depan, Angkasa menyetujui nya.
"Ayolah main basket" ajak Diki, mereka pergi meninggalkan kantin menuju lapangan basket, Acha berganti baju olahraga di kamar mandi lalu menyusul teman-temannya yang sudah jalan terlebih dahulu, Acha dan Alaska berhadapan satu sama lain, Aka membiarkan Acha mendribel lebih dulu lalu membawa basket ke keranjang lawan dengan mudah, entah memang Acha yang bisa main basket atau Alaska yang mengalah pada dirinya, satu poin untuk Acha, kursi penonton mulai terisi penuh.
"Aka yang bener dong ih mainnya" ujar Acha kesal.
"Nanti Lo kalah" ejek Aka.
Kali ini Alaska menguasai bola men shooting basket dan masuk ke ring, para siswi bersorak untuk Alaska, Alaska mencetak 5 poin sedangkan Acha masih dua poin, terlintas ide untuk ngerjain Aka, saat Aka kembali ingin memasukkan bola ke ring, Acha memegang perutnya kesakitan.
"Sayang mana yang sakit?" tanya Aka menghampiri Acha raut wajahnya terlihat sangat khawatir, Acha merebut bola dengan cepat memasukkan pada ring.
Aka menghampiri Acha yang sedang bersorak gembira karena bolanya masuk sesuai perkiraannya, dia memiting kepala Acha.
__ADS_1
"Ampun-ampun ka"
"Jangan ngebuat gw khawatir" ujar Alaska.
"Mereka sweet banget, pengen juga gw punya pacar seperti Alaska" ujar seorang gadis yang berada di barisan penonton.
"Sakit tau" ucap Acha kesal setelah Aka melepaskannya, tiba-tiba Alaska berlutut di hadapan Acha membenarkan tali sepatunya yang terlepas.
"Ka gw bisa sendiri" Acha merasa tak enak, penonton mulai bersorak melihat keromantisan yang Alaska lakukan.
"Gila Alaska memperlakukan Acha kayak ratu"
"Bener, gw cuma di jadiin babu sama pacar gw" gadis yang bernama Luna mendesah panjang.
"Lo juga mau aja di jadiin babu"ujar temannya
"Makan noh cinta"
Alaska menarik tangan Acha kembali berkumpul dengan teman-temannya.
🌺🌺🌺
Dirgantara crop.
Pak Robert dan sekertaris memasuki perusahaan Dirgantara, Angkasa, Fero dan karyawan menyambut kedatangan mereka.
"welcome to the aerospace company sir" mereka berdua berjabat tangan dengan hangat.
__ADS_1
"Thank you for welcoming us, how are you, sir?" tanya pak Robert.
"My news is good, sir, let's go directly to the meeting room, Mr. Robert" mereka pergi menuju ruangan meeting disana sudah ada beberapa orang penting juga mereka membahas proyek yang akan mereka bangun bersama nantinya.
"The company that we will build later will have 15 floors and 3 basement floors" Fero menyelesaikan presentasi nya.
"The company will later be built in several developed countries" ujar Angkasa.
"Young master also wants to invest in Smith's company"
Mereka menyelesaikan rapat setelah 2 jam lamanya, kedua pimpinan yang memiliki perusahaan raksasa saling berjabat tangan.
"Do you have any business tonight? I want to invite you to dinner together to celebrate the project we built together?"
"We accept your dinner invitation" mereka meninggalkan ruangan meeting bersama orang-orang penting dari perusahaannya.
"Apa lagi yang harus saya selesaikan?" tanya Angkasa pada sekertaris nya.
"Setelah rapat dengan pak Robert tuan muda tidak memiliki schedule apapun tapi besok perusahaan bapak di China meminta bapak datang mereka ingin mendebutkan boy group" Fero memberi tahu schedule untuk besok.
"Baik siapkan semuanya"
"Bagaimana persiapan perpisahan untuk kelas 12 sudah berapa persen?" tanyanya.
"Persiapan sudah 70 persen, pihak sekolah tinggal mengundang beberapa artis yang akan mengisi acara nanti"
__ADS_1