Fake Smile Bad Girl

Fake Smile Bad Girl
Gw gak takut kalau harus nyakitin Lo demi Acha.


__ADS_3

Mereka berjalan menuju kendaraannya masing-masing, Aka mengangkat koper Acha meletakkan di bagasi Billy.


"Ka gw bareng Lo yah" pinta Febby menghampiri keduanya.


"Lo gak liat gw udah sama pacar gw" Alaska memasangkan helm Acha sebelum Aka menstater motornya Aka menusuk pipi Acha, Febby berjalan menuju mobil Billy cuma mobil dia yang kekurangan penumpang.


Jam 02.00 mereka meninggalkan mension Acha pergi menuju puncak, total ada 15 mobil dan 7 motor, mereka layaknya tengah berkampanye, orang-orang di pinggir jalan melihat ke arah mereka semua.


Aka mengusap kaki Acha saat lampu merah, dia paham betul bagaimana perasaan dia, pacar manapun pasti tidak akan suka kalau ada masa lalu pacarnya yang berada di tengah-tengah mereka.


"Sudah marahnya?" tanya Alaska memainkan jari Acha.


"Siapa juga yang marah" jawab Acha tak mau mengaku.


"Siapa yah, soalnya dari tadi gw nyium kayak ada sesuatu yang kebakaran"


Mobil Adam paling rame, mereka bernyanyi seperti mengajak berantem saja.


"I got my peaches out in Georgia (Oh yeah ****)


"I get my weed from California (That's that ****)


"I took my chick up to the North, yeah (badass *****)


Mereka bernyanyi hingga suara mereka melengking, kalau di mobil Adam penumpang sangat berisik bernyanyi-nyanyi tidak jelas berbeda sekali dengan mobil Billy para penumpangnya beragam ada yang sudah teler saat pertama naik takut mabuk katanya, Febby sedang memikirkan rencana untuk memisahkan Acha dengan Alaska.


"Ini kesempatan bagus untuk gw, gw gak boleh menyia-nyiakan peluang gw buat ngerebut Alaska" Febby tersenyum licik.

__ADS_1


"Jangan pernah berfikir untuk menyakiti Acha di otak tolol Lo itu, gw gak peduli tentang Lo maupun Alaska tapi kalau Lo berani menyakitinya apa lagi menyentuh sejengkal tubuhnya gw gak bakal tinggal diam, gw gak takut kalau harus ngebunuh Lo" Ancam Billy.


Jalan menuju puncak tidak terlalu bagus namun lihat sekarang di kanan kiri mereka tersuguh sayuran yang di tanaman warga setempat udara semakin ke atas semakin dingin, mereka menghabiskan waktu 3 jam selama di perjalanan, mereka memberhentikan kendaraan mereka di gerbang utama, pak Parman menunggu kedatangan mereka.


"Non langsung masuk aja" Motor Aka memimpin mereka, jalan menuju vila Acha harus melewati pohon-pohon bambu dan pohon buah-buahan, di depan mereka terpampang-pang villa mewah berlantai empat, semua turun dari mobil menyalami tangan pak Parman.


"Terimakasih sudah menyambut kedatangan kami pak, bapak apa kabar?" Tanya Acha, teman-temannya masuk terlebih dahulu mengistirahatkan tubuh nya terutama yang mengemudi sedari tadi.


"Sama-sama non, kabar bapak baik" Acha dan Parman menyusul teman-temannya, di meja makan sudah tersedia berbagai makanan yang terlihat sangat mengiurkan, bi ana istrinya pak Parman yang memasak untuk mereka semua.


"Terimakasih yah bi"


"Iyah non, silahkan non" mereka duduk di meja makan beberapa dari mereka duduk lesehan karena kehabisan tempat, mereka mulai nyentap nya.


"Masakan bibi enak banget" puji Diki.


"Non kalau ada apa-apa rumah kami ada di belakang"


"Loh kalian gak ikut makan bareng kita?" tanya Acha.


"Gak non kami sudah makan" tolak bi ana.


"Terimakasih yah bi" keduanya pergi meninggalkan teman-temannya Acha.


Acha pict.


__ADS_1


Febby pict.



Aka pict.



Diki pict.



Devan pict.



Billy pict.



Adam pict



Ade pict.


__ADS_1


__ADS_2